Perkembangan batik Jawa Barat dalam industri fashion semakin membuka ruang bagi pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Inovasi tidak hanya dilakukan pada motif, tetapi juga melalui teknik produksi, material, warna, fungsi, dan pendekatan desain.
Yan Yan Sunarya dalam kajiannya mengenai perkembangan desain fashion batik Jawa Barat menyebut perkembangan teknologi dan pengetahuan desain mendukung lahirnya karya fashion baru dengan menggunakan teknik batik. Ornamen tradisional Indonesia, termasuk ornamen Jawa Barat, dapat dieksplorasi untuk menghasilkan desain baru yang bersifat kontemporer.
Perubahan tersebut juga berkaitan dengan perkembangan fungsi batik dalam kehidupan modern. Pada akhir abad ke-20, batik sebagai pakaian tradisional semakin berkurang, sementara batik lebih banyak dilihat sebagai teknik rintang warna dengan keunggulan efek visual.
Kondisi tersebut justru membuka ruang kreativitas. Eksplorasi dapat dilakukan terhadap bahan baku kain, desain benang, struktur anyaman, kombinasi serat, ragam hias, pengolahan malam, zat warna hingga proses penyempurnaan.
Sejak 1970-an, batik juga mulai digunakan untuk kebutuhan yang lebih luas, termasuk sebagai pelengkap interior dan kebutuhan rumah tangga. Ragam hias baku kemudian mengalami modifikasi atau digantikan dengan motif baru yang lebih bebas.
Perubahan warna juga berlangsung seiring berkembangnya pewarna sintetis. Kombinasi warna yang sebelumnya mengikuti susunan tradisional mulai mengalami eksplorasi. Ukuran kain yang lebih bebas turut membuka peluang penggunaan batik untuk berbagai fungsi.
Perkembangan tersebut kemudian berlanjut ke ranah teknologi. Materi menyebut pengembangan batik modern telah memasuki kolaborasi dengan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan berbagai varian batik.
Desainer batik Jawa Barat melakukan eksplorasi terhadap batas aplikasi batik dan memperkaya motif dengan memainkan unsur visual, termasuk ikon budaya populer. Pola dan gaya batik juga dapat hadir melalui berbagai metode yang tidak selalu menggunakan lilin sebagai teknik rintang warna.
Beberapa metode yang disebut dalam materi antara lain cetak saring, cetak digital, komputerisasi dan bordir.
Perluasan teknologi tersebut membuat batik memiliki ruang penggunaan yang semakin luas dalam masyarakat. Dalam konteks ekonomi kreatif, perkembangan itu juga membuka kemungkinan baru bagi batik untuk ditempatkan sebagai bagian dari produk fashion.
Desain kemudian dipandang memiliki peran penting dalam menghadapi tantangan globalisasi. Materi menempatkan desain batik dan fashion sebagai bagian yang penting dalam menciptakan peluang dan iklim pembaruan, bersama pemasaran dan pengembangan teknologi.
Di tengah perkembangan tersebut, desainer memiliki dua peran yang berjalan bersamaan. Di satu sisi, desainer menjadi pelopor perubahan dan pembaruan. Di sisi lain, desain tetap perlu memelihara jati diri kebudayaan.
Dengan pendekatan tersebut, teknologi bukan semata-mata alat produksi. Teknologi menjadi bagian dari proses menerjemahkan ilmu pengetahuan, seni, budaya dan kebutuhan fashion ke dalam bentuk produk batik yang lebih beragam.


