in

Produksi Batik Lebak Berkembang Sejak 2015, Tiga IKM Aktif Membuat Batik Cap

Perajin mengerjakan kain Batik Lebak di Imah Batik Sahate, Rangkasbitung. Produksi Batik Lebak berkembang melalui industri kecil dan menengah di Kabupaten Lebak.
Perajin mengerjakan kain Batik Lebak di Imah Batik Sahate, Rangkasbitung. Produksi Batik Lebak berkembang melalui industri kecil dan menengah di Kabupaten Lebak.

Industri Batik Lebak mulai berkembang sejak 2015 seiring dengan pembuatan motif batik yang dirancang untuk mencerminkan karakter dan potensi daerah. Produksi batik dilakukan oleh industri kecil menengah (IKM) dengan memanfaatkan sumber daya masyarakat sekitar.

Penelitian Kurnia Trijaya Apriyani, Imam Setyobudi, dan Sriati Dwiatmini mencatat terdapat tiga IKM yang aktif memproduksi Batik Lebak, yakni Imah Batik Sahate di Kecamatan Rangkasbitung, Sanggar Puspita Romansa di Kecamatan Kalang Anyar, dan Galeri Chanting Pradana di Kecamatan Cibadak.

Ketiga IKM tersebut memproduksi Batik Lebak menggunakan teknik batik cap.

Pengembangan industri batik tersebut berlangsung setelah Pemerintah Kabupaten Lebak memprakarsai pembuatan motif yang menggambarkan kekhasan potensi daerah. Pemerintah daerah sebelumnya menilai batik Baduy yang beredar belum memenuhi karakter potensi daerah Lebak.

Dalam penelitian disebutkan bahwa batik Baduy yang selama ini dikenal ternyata tidak dibuat menggunakan teknik batik tulis atau cap. Produk tersebut disebut merupakan hasil printing atau cetak yang diproduksi di Bandung dan kemudian dijual di Kabupaten Lebak.

Kondisi tersebut berbeda dengan Batik Lebak yang diproduksi langsung di Kabupaten Lebak menggunakan teknik batik cap.

Proses produksi Batik Lebak dengan teknik cap terdiri dari beberapa tahapan. Kain terlebih dahulu disiapkan di atas meja datar yang diberi alas lunak. Malam atau lilin kemudian direbus hingga mencair pada suhu sekitar 60–70 derajat Celsius.

Bagian bawah alat cap dimasukkan ke dalam cairan malam sekitar dua sentimeter. Cap kemudian diletakkan di atas kain dan ditekan dengan kekuatan yang cukup agar malam meresap hingga sisi kain lainnya.

Setelah proses pencapan selesai, kain dicelupkan ke dalam tangki pewarna. Kain kemudian direbus untuk memunculkan warna dasar dan warna hasil pewarnaan.

Tahap berikutnya adalah membersihkan kain menggunakan soda agar warna terlihat lebih cerah. Setelah kain kering, proses dilanjutkan dengan penjemuran dan penyetrikaan.

Penggunaan teknik cap dalam produksi Batik Lebak berkaitan dengan keterbatasan sumber daya manusia untuk memproduksi batik tulis. Pemerintah daerah kemudian melakukan pelatihan serta memberikan bantuan peralatan produksi agar masyarakat dapat membuka sentra usaha batik.

Promosi juga menjadi bagian dari pengembangan industri Batik Lebak. Produk tersebut diperkenalkan melalui berbagai pameran tingkat lokal, regional, hingga nasional.

Batik Lebak tercatat mengikuti Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) 2017 dan Gebyar Agenda Pariwisata dan Industri Batik Nasional di Surabaya pada 2018.

Menurut penelitian tersebut, perkembangan permintaan juga membuat Batik Lebak mulai digunakan oleh kaum muda sebagai pakaian sehari-hari.

Pengembangan industri tersebut berjalan bersamaan dengan pembentukan identitas visual daerah melalui 12 motif Batik Lebak.

Sumber informasi: Kurnia Trijaya Apriyani, Imam Setyobudi, dan Sriati Dwiatmini, “Motif Batik sebagai Ikon dan Mitos Baru Identitas Kabupaten Lebak,” Jurnal Budaya Etnika, Vol. 5 No. 1, Juni 2021.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Batik indigo dari Indigofera tinctoria menghasilkan warna biru alami dengan ketahanan luntur baik menggunakan gula aren dan tetes tebu.

Batik Indigo: Pewarna Alami Indigofera tinctoria Hasilkan Biru Tua pada Kain Batik

Motif Kalimaya dan Sawarna menjadi bagian dari Batik Lebak. Keduanya mengangkat kekayaan alam dan destinasi wisata Kabupaten Lebak. daerah.

Batik Lebak Angkat Kalimaya dan Sawarna sebagai Ikon Kekayaan Alam