Dalam rangka memperingati Bulan Batik Nasional pada Oktober ini, Samsung Electronics Indonesia memperkenalkan cara baru dalam menghargai dan melestarikan budaya Indonesia melalui teknologi. Melalui lini Samsung Art TV—yang mencakup seri The Frame, Neo QLED 8K, Neo QLED 4K, QLED, hingga Micro LED—masyarakat kini bisa menikmati ribuan karya seni, termasuk motif dan kain batik Indonesia, langsung di ruang keluarga mereka.
Konsep ini menghadirkan pengalaman baru bagi penikmat seni di era digital. Tak hanya menampilkan karya pelukis dunia seperti Van Gogh atau Monet, pengguna kini dapat mengubah ruang tamu menjadi galeri batik pribadi, menampilkan motif-motif indah Nusantara dalam resolusi tinggi.
Melalui platform Samsung Art Store, pengguna juga dapat mengakses lebih dari 3.500 karya seni dari 800 seniman dan 70 museum ternama dunia. Koleksi tersebut dikurasi profesional, menghadirkan suasana galeri seni internasional tanpa harus meninggalkan rumah.
Menurut Ubay Bayanudin, Head of Product, AV Business Samsung Electronics Indonesia, langkah ini merupakan bentuk komitmen Samsung dalam memperluas akses masyarakat terhadap seni dan budaya. “Selama 19 tahun kami memimpin pasar TV global. Kepemimpinan ini kami dedikasikan untuk menghadirkan inovasi yang mempertemukan teknologi dengan seni dan nilai budaya,” ujarnya.
Salah satu fitur unggulan The Frame adalah kemampuan menampilkan karya seni pribadi, termasuk foto kain batik atau pakaian tradisional. Melalui aplikasi SmartThings, pengguna dapat mengunggah gambar batik mereka dan menampilkannya dengan kualitas warna alami berkat fitur Matte Display dan sertifikasi Pantone Validated ArtfulColor.
Dengan fitur Art Mode, televisi akan menyesuaikan kecerahan dan tone warna sesuai pencahayaan ruangan, menjadikan setiap motif batik terlihat seperti lukisan asli di dinding galeri. Kombinasi desain bingkai yang dapat diganti menambah kesan artistik, menjadikan Art TV bukan sekadar perangkat hiburan, melainkan media pelestarian budaya di era digital.

