Sablon batik dikembangkan dalam eksplorasi produk fashion dengan tema Outerspace. Tema tersebut lahir dari pengamatan terhadap hasil visual motif cap menggunakan balok-balok kayu selama proses eksperimen teknik batik kontemporer.
Eksplorasi dilakukan Jessy Jasmine Fitria dalam karya berjudul Eksplorasi Teknik Batik Kontemporer dengan Sablon Puff pada Produk Fashion. Penelitian tersebut bertujuan memperkenalkan teknik batik kontemporer sebagai inovasi yang dapat dikembangkan dalam pembuatan produk fashion modern.
Tema Outerspace dipilih setelah penulis melihat karakter visual motif cap yang dihasilkan melalui balok kayu. Hasil cap tersebut memiliki dimensi gelap-terang dan kesan organik yang dinilai menyerupai benda-benda di ruang angkasa, termasuk permukaan bintang yang tidak beraturan jika dilihat dari dekat.
Ruang angkasa juga menjadi sumber inspirasi visual karena memiliki karakter warna dan bentuk yang beragam. Dalam pengembangan konsep, penulis membagi tema tersebut ke dalam tiga image board, yaitu Blazing Entity, Calm Temptation dan Dazzling Fantasy.
Image board digunakan sebagai acuan untuk menentukan konsep, tema dan warna dalam perancangan produk. Kumpulan gambar dipakai untuk mengambil unsur visual berupa warna dan bentuk yang dianggap dapat mewakili suasana yang ingin dibangun.
Visual Blazing Entity menampilkan nuansa merah dan oranye yang berkaitan dengan api. Sementara Calm Temptation dan Dazzling Fantasy menggunakan sejumlah unsur visual bernuansa biru, ungu, galaksi, planet dan bentuk organik.
Konsep tersebut kemudian dipadukan dengan teknik batik kontemporer dan sablon puff. Sablon digunakan sebagai teknik cetak dengan screen, sementara teknik puff memberikan efek tambahan berupa tekstur dan dimensi.
Dalam penelitian, sablon puff menggunakan tinta busa yang dapat mengembang ketika terkena panas. Efek tersebut membuat motif tampak lebih timbul dan berfungsi sebagai aksen pada permukaan kain.
Selain menggunakan screen, tinta sablon juga dapat diaplikasikan secara manual dengan teknik lukis bebas. Setelah tinta diaplikasikan pada motif, kain dipanaskan menggunakan heat-gun pada jarak sekitar 30 sentimeter.
Pemanasan tersebut membuat tinta mengembang. Proses harus dikontrol agar tidak menyebabkan kain terbakar atau tinta berubah warna akibat panas berlebihan.
Eksplorasi tidak berhenti pada kain. Hasil teknik tersebut diarahkan menjadi produk fashion modern. Dalam rancangan penelitian, produk yang dibuat meliputi blazer, long coat, dua rompi, rok panjang, rok mini dan dua jenis tas.
Hasil akhirnya ditampilkan melalui foto model dan produk. Dokumentasi pada Gambar 7 memperlihatkan penggunaan karya pada busana dan tas dengan motif hasil eksplorasi teknik batik kontemporer.
Penelitian menyimpulkan bahwa masih terbuka banyak kemungkinan penggunaan material dan teknik alternatif dalam pengolahan batik. Eksplorasi tersebut dinilai dapat menghasilkan visual motif yang lebih bervariasi sekaligus memperluas pengembangan batik ke produk fashion sesuai perkembangan tren.

