Bengkulu — Rumah kediaman almarhum maestro seni Alcala Zamora atau Pak Mori ditawarkan kepada Pemerintah Kota Bengkulu untuk dialihfungsikan menjadi galeri seni. Tawaran tersebut disampaikan keluarga ahli waris sebagai upaya agar rumah peninggalan maestro tetap terawat dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan publik.
Perwakilan ahli waris, Ir. Nizar, mengatakan keluarga terbuka apabila Pemerintah Kota Bengkulu ingin mengelola sekaligus mengalihfungsikan rumah tersebut menjadi ruang seni. Namun, pemanfaatan aset keluarga itu dilakukan melalui mekanisme jual beli dengan nilai yang dapat dibicarakan bersama.
“Dikelola dan dialihfungsikan jadi galeri seni, dengan arti kata ya bukan gratis. Tapi harganya bisa dibicarakan,” ujar Nizar.
Rumah tersebut berada di samping pintu air aliran irigasi Danau Dendam Tak Sudah. Kompleks rumah memiliki luas kurang lebih setengah hektare dan terdiri atas dua bangunan.
Menurut Nizar, sejak Zamora meninggal dunia, rumah tersebut dalam kondisi kosong dan perawatannya lebih banyak dilakukan oleh warga sekitar.
“Saya pulang hanya ketika libur. Jadi sayang kalau tidak dikelola dan dimanfaatkan, peninggalan kesenian Pak Mori hanya akan rusak,” katanya.
Pemkot Bengkulu Kaji Pemanfaatan
Asisten Pemerintah Kota Bengkulu Tony Alfian menyambut baik tawaran dari keluarga ahli waris. Pemerintah daerah, kata dia, akan mengkaji kemungkinan pemanfaatan rumah tersebut sebagai ruang seni dan budaya.
Menurut Tony, keberadaan galeri seni dapat mendukung upaya pemerintah dalam menjaga sekaligus memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Tony dalam kegiatan Internalisasi Kriya dan Wastra Kain Besurek di Bengkulu. Ia menilai rumah peninggalan maestro tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi ruang yang mempertemukan kegiatan seni, budaya, edukasi, dan promosi Kain Besurek.
Pemanfaatan rumah maestro sebagai galeri seni juga dinilai dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengenal karya dan perjalanan kesenian Alcala Zamora, sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya Bengkulu.
Dorong Promosi Kain Besurek
Selain membahas pemanfaatan rumah maestro, Tony mendorong keluarga ahli waris yang berdomisili di Yogyakarta untuk turut membantu memperluas promosi Kain Besurek.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah membuka outlet khusus Besurek di luar Bengkulu. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkenalkan produk kerajinan khas Bengkulu kepada masyarakat di daerah lain.
Tony menilai pelestarian Kain Besurek tidak cukup hanya dengan mempertahankan produk dan motif yang telah ada. Regenerasi pengrajin dan seniman juga menjadi faktor penting agar pengetahuan serta keterampilan dalam membuat dan mengembangkan Besurek dapat terus diwariskan.
Dengan demikian, pengembangan galeri seni di rumah peninggalan Alcala Zamora dan penguatan promosi Besurek dapat berjalan beriringan sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem seni dan budaya Bengkulu.


