https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in

Ramalan Nasib Hidup Berdasarkan Hari Kelahiran Menurut Primbon Jawa

Ramalan nasib berdasarkan hari lahir dalam Primbon Jawa, mengungkap siklus jaya, rezeki, untung, Sri, dan bencana hingga tua.

Dalam tradisi Jawa, hari kelahiran dipercaya memiliki hubungan dengan perjalanan hidup seseorang. Keyakinan ini terekam dalam berbagai naskah primbon yang berusaha memetakan siklus kehidupan manusia sejak lahir hingga usia tua. Salah satu konsep yang menarik adalah pembagian fase hidup ke dalam lima keadaan utama, yakni Sri, Rezeki, Untung (Bejo), Jaya, dan Bencana atau Sengkala.

Menurut pandangan tersebut, kehidupan manusia tidak berlangsung dalam satu keadaan yang tetap. Ada masa ketika seseorang mengalami kemakmuran dan keberuntungan, ada pula masa penuh hambatan yang harus dilalui dengan kesabaran. Pergantian fase inilah yang dianggap membentuk perjalanan hidup seseorang berdasarkan kombinasi hari dan pasaran kelahirannya.

Dalam pemahaman primbon, Sri melambangkan masa kebahagiaan dan ketenteraman hidup. Rezeki menunjukkan masa ketika penghidupan dan kemudahan ekonomi mengalir dengan baik. Untung menggambarkan keberhasilan usaha dan keberuntungan dalam berbagai urusan. Sementara itu, Jaya menjadi simbol puncak keberhasilan, kewibawaan, dan kemuliaan hidup. Sebaliknya, Bencana atau Sengkala dipandang sebagai masa ujian yang penuh hambatan, kesulitan, atau persoalan yang harus dihadapi.

Menariknya, pola perjalanan hidup setiap kelahiran menunjukkan susunan yang berbeda-beda. Ada yang menikmati masa jaya sejak kecil, lalu menghadapi masa sulit pada usia dewasa. Ada pula yang harus berjuang sejak masa muda sebelum akhirnya memperoleh kejayaan pada usia matang atau tua.

Sebagai contoh, mereka yang lahir pada Ahad Paing dipercaya mengalami masa jaya sejak lahir hingga usia 14 tahun. Setelah itu datang masa bencana hingga usia 22 tahun. Namun kehidupan kemudian membaik melalui masa Sri dan rezeki sebelum akhirnya memasuki fase keberuntungan pada usia 45โ€“55 tahun. Sebaliknya, mereka yang lahir Ahad Wage justru mengalami masa bencana pada usia muda, tetapi mencapai puncak kejayaan pada usia 45โ€“55 tahun.

Kelahiran Rabu Kliwon dan Sabtu Wage termasuk yang memperoleh masa keberuntungan panjang pada usia lanjut. Rabu Kliwon menikmati masa untung selama dua puluh tahun, sedangkan Sabtu Wage mencapai masa jaya pada usia 61โ€“75 tahun. Gambaran seperti ini menunjukkan bahwa dalam pandangan primbon Jawa, keberhasilan tidak selalu datang pada masa muda.

Filosofi yang dapat dipetik dari ramalan tersebut adalah keyakinan bahwa hidup selalu bergerak dalam siklus. Masa sulit tidak berlangsung selamanya, sebagaimana masa kejayaan juga tidak abadi. Oleh karena itu manusia diajarkan untuk tetap bersyukur ketika berada dalam fase baik dan tetap sabar ketika menghadapi fase sulit.


Tabel Ramalan Nasib Hidup Berdasarkan Hari Kelahiran

NoHari KelahiranFase 1Fase 2Fase 3Fase 4Fase 5
1Ahad PaingJaya (0โ€“14)Bencana (15โ€“22)Sri (23โ€“33)Rezeki (34โ€“44)Untung (45โ€“55)
2Senin PonRezeki (0โ€“13)Untung (14โ€“21)Jaya (22โ€“30)Bencana (31โ€“40)Sri (41โ€“50)
3Selasa WageBencana (0โ€“12)Sri (13โ€“18)Rezeki (19โ€“27)Untung (28โ€“36)Sri (41โ€“50)
4Rabu KliwonSri (0โ€“16)Jaya (17โ€“26)Bencana (27โ€“39)Untung (40โ€“60)Rezeki (61โ€“65)
5Kamis LegiSri (0โ€“17)Rezeki (18โ€“28)Untung (29โ€“42)Jaya (43โ€“56)Bencana (57โ€“70)
6Jumat PaingJaya (0โ€“16)Bencana (17โ€“24)Sri (25โ€“36)Rezeki (37โ€“48)Untung (49โ€“60)
7Sabtu PonRezeki (0โ€“18)Untung (19โ€“30)Jaya (31โ€“45)Bencana (46โ€“60)Sri (61โ€“75)
8Ahad WageBencana (0โ€“14)Sri (15โ€“22)Rezeki (23โ€“33)Untung (34โ€“44)Jaya (45โ€“55)
9Senin KliwonUntung (0โ€“13)Jaya (14โ€“21)Bencana (22โ€“30)Sri (31โ€“40)Rezeki (41โ€“50)
10Selasa LegiSri (0โ€“13)Rezeki (14โ€“18)Untung (19โ€“27)Jaya (28โ€“36)Bencana (37โ€“46)
11Rabu PaingJaya (0โ€“16)Bencana (17โ€“26)Sri (27โ€“39)Rezeki (40โ€“52)Untung (53โ€“63)
12Kamis PonRezeki (0โ€“17)Untung (18โ€“28)Jaya (29โ€“42)Bencana (43โ€“56)Sri (57โ€“75)
13Jumat WageUntung (0โ€“16)Sri (17โ€“24)Rezeki (25โ€“36)Untung (37โ€“48)Jaya (49โ€“70)
14Sabtu KliwonUntung (0โ€“18)Jaya (19โ€“30)Bencana (31โ€“45)Sri (46โ€“60)Rezeki (61โ€“75)
15Ahad LegiSri (0โ€“14)Rezeki (15โ€“22)Untung (23โ€“33)Jaya (34โ€“40)Bencana (41โ€“50)
16Senin PaingJaya (0โ€“13)Bencana (14โ€“21)Sri (22โ€“30)Rezeki (31โ€“40)Untung (41โ€“50)
17Selasa PonRezeki (0โ€“12)Untung (13โ€“18)Jaya (19โ€“27)Bencana (28โ€“36)Sri (37โ€“43)
18Rabu WageBencana (0โ€“16)Sri (17โ€“26)Rezeki (27โ€“39)Untung (40โ€“52)Jaya (53โ€“63)
19Kamis KliwonUntung (0โ€“17)Jaya (18โ€“28)Bencana (29โ€“42)Sri (43โ€“56)Rezeki (57โ€“70)
20Jumat LegiSri (0โ€“16)Rezeki (17โ€“24)Untung (25โ€“36)Jaya (37โ€“40)Bencana (41โ€“60)
21Sabtu PaingJaya (0โ€“18)Bencana (19โ€“30)Sri (31โ€“45)Rezeki (46โ€“60)Untung (61โ€“75)
22Minggu PonRezeki (0โ€“14)Untung (15โ€“22)Bencana (23โ€“34)Sri (45โ€“55)โ€”
23Senin WageBencana (0โ€“13)Sri (14โ€“21)Rezeki (22โ€“30)Untung (31โ€“40)Jaya (41โ€“50)
24Selasa KliwonUntung (0โ€“12)Jaya (13โ€“18)Bencana (19โ€“27)Sri (28โ€“36)Rezeki (37โ€“45)
25Rabu LegiSri (0โ€“16)Rezeki (17โ€“26)Untung (27โ€“39)Jaya (40โ€“52)Bencana (53โ€“56)
26Kamis PaingJaya (0โ€“17)Bencana (18โ€“28)Sri (29โ€“42)Rezeki (43โ€“56)Untung (57โ€“70)
27Jumat PonSri (0โ€“17)Rezeki (18โ€“24)Untung (25โ€“36)Bencana (40โ€“60)โ€”
28Sabtu WageBencana (0โ€“18)Sri (19โ€“30)Rezeki (31โ€“45)Untung (46โ€“60)Jaya (61โ€“75)
29Ahad KliwonSri (0โ€“14)Jaya (15โ€“22)Bencana (23โ€“31)Untung (34โ€“44)Rezeki (45โ€“53)
30Senin LegiSri (0โ€“13)Rezeki (14โ€“21)Untung (22โ€“30)Jaya (31โ€“40)Bencana (41โ€“50)
31Selasa PaingJaya (0โ€“12)Bencana (13โ€“18)Sri (19โ€“27)Rezeki (28โ€“36)Untung (37โ€“46)
32Rabu PonRejeki (0โ€“16)Untung (17โ€“26)Jaya (27โ€“39)Bencana (40โ€“52)Sri (53โ€“63)
33Kamis WageBencana (0โ€“17)Sri (18โ€“28)Rezeki (29โ€“42)Untung (43โ€“56)Jaya (57โ€“70)
34Jumat KliwonUntung (0โ€“16)Jaya (17โ€“24)Bencana (25โ€“36)Sri (37โ€“48)Rezeki (49โ€“63)

Makna Budaya di Balik Ramalan

Bagi masyarakat Jawa tradisional, ramalan ini tidak semata-mata digunakan untuk menebak masa depan. Lebih dari itu, ia menjadi sarana refleksi bahwa kehidupan selalu berubah. Seseorang yang sedang berada dalam masa jaya tidak boleh lengah, sedangkan mereka yang sedang mengalami sengkala tidak perlu putus asa karena setiap fase akan berganti pada waktunya.

Sumber: Primbon Pawukon Bayi Lahir, Bab โ€œRamalan Nasib Hidup Seseorang Berdasarkan Hari Kelahiran dengan Titik Tolak Hari Lahir Sampai Usia Tuaโ€, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Mengupas makna Sangkan Paraning Dumadi, ajaran Jawa tentang asal-usul manusia, tujuan hidup, dan hubungan dengan Tuhan.

Sangkan Paraning Dumadi (Bagian 5): Relevansi Sangkan Paraning Dumadi di Era Digital

Fadli Zon mendukung IICF 2026 yang akan digelar September mendatang dengan partisipasi 400 peserta dari 16 negara.

Fadli Zon Dukung Indonesia International Culture Festival 2026, Libatkan 400 Peserta dari 16 Negara