Libur Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah tidak hanya menjadi momentum berkumpul bersama keluarga, tetapi juga menghadirkan tren positif dalam sektor wisata budaya. Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia mencatat lonjakan signifikan kunjungan ke museum dan situs cagar budaya di seluruh Indonesia.
Selama periode 16 hingga 27 Maret 2026, total kunjungan mencapai 551.064 orang yang tersebar di 266 lokasi museum dan cagar budaya. Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat kini semakin menjadikan wisata sejarah sebagai pilihan utama untuk mengisi waktu liburan, tidak hanya sebagai hiburan tetapi juga sarana edukasi yang menyenangkan.
Dari total tersebut, destinasi yang berada di bawah pengelolaan Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya (MCB) mencatat 155.234 pengunjung di 40 titik lokasi. Beberapa destinasi unggulan mencatat angka kunjungan tertinggi, seperti Candi Borobudur yang mencapai 68.046 pengunjung, disusul Candi Arjuna dengan 22.246 pengunjung, serta Museum Nasional Indonesia yang dikunjungi oleh 18.914 orang.
Sementara itu, destinasi non-MCB juga tidak kalah diminati. Museum Tsunami Aceh mencatat 28.006 pengunjung, diikuti Kawasan Percandian Bumiayu sebanyak 22.330 pengunjung, dan Kompleks Makam Sunan Giri yang menarik 18.226 wisatawan.
Tingginya minat masyarakat ini tidak lepas dari upaya Kementerian Kebudayaan dalam meningkatkan kualitas layanan di setiap situs. Inovasi berbasis teknologi digital, penyajian informasi yang interaktif, serta berbagai program aktivasi publik selama masa liburan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, baik domestik maupun mancanegara.
Pemerintah juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memilih museum dan cagar budaya sebagai alternatif wisata yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkaya wawasan sejarah dan budaya. Langkah ini dinilai penting dalam menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap pelestarian warisan budaya bangsa. Ke depan, pemanfaatan cagar budaya secara berkelanjutan akan terus didorong agar tidak hanya menjaga kelestarian, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Tren positif selama libur Lebaran ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam memperkokoh identitas budaya nasional di tengah arus modernisasi.

