https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

Komunitas Batik Bekasi: Menjaga Warisan Lewat Karya

Komunitas Batik Bekasi melestarikan budaya lokal lewat batik khas Bekasi, edukasi, pelatihan, dan pemberdayaan pengrajin serta generasi muda.

Batik bukan sekadar kain bermotif; ia adalah cermin budaya, sejarah, dan identitas. Di tengah pesatnya perkembangan kota Bekasi, hadir sekelompok pengrajin dan pecinta batik yang tergabung dalam Komunitas Batik Bekasi, yang berkomitmen untuk melestarikan dan mengembangkan batik sebagai bagian dari warisan budaya lokal.

Komunitas Batik Bekasi melestarikan budaya lokal lewat batik khas Bekasi, edukasi, pelatihan, dan pemberdayaan pengrajin serta generasi muda.
Komunitas Batik Bekasi melestarikan budaya lokal lewat batik khas Bekasi, edukasi, pelatihan, dan pemberdayaan pengrajin serta generasi muda.

Awal Mula Komunitas

Komunitas Batik Bekasi mulai tumbuh sejak sekitar tahun 2013, saat batik khas Bekasi mulai dikenal luas dan diakui secara resmi oleh pemerintah daerah. Salah satu tokoh sentral dalam komunitas ini adalah Barito Hakim Putra, yang aktif mempromosikan batik Bekasi sejak 2009. Bersama dengan para pengrajin lainnya, komunitas ini membentuk wadah bernama KOMBAS (Komunitas Batik Bekasi) untuk memperkuat jaringan dan kolaborasi.

Misi dan Kegiatan

Komunitas Batik Bekasi memiliki misi utama:

  • Melestarikan budaya lokal melalui motif batik yang menggambarkan ikon-ikon kota Bekasi, seperti Gedung Juang, Golok Kembar, dan Tari Topeng.
  • Meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan pengrajin, melalui pelatihan, workshop, dan program pendampingan.
  • Membangun kesadaran generasi muda terhadap nilai budaya lewat edukasi batik di sekolah dan komunitas.

Kegiatan komunitas meliputi produksi batik tulis dan cap, pelatihan bagi anak muda dan disabilitas, serta partisipasi dalam pameran seni dan UMKM di tingkat lokal maupun nasional.

Tantangan dan Harapan

Meskipun sudah memiliki banyak pencapaian, komunitas ini masih menghadapi tantangan seperti minimnya SDM terampil, persaingan industri tekstil modern, dan kurangnya regenerasi pengrajin muda. Oleh karena itu, pelatihan intensif dan program pengembangan usaha terus digalakkan agar batik Bekasi tetap eksis dan berkembang.

Kolaborasi dan Dukungan

Dukungan dari pemerintah daerah, seperti kebijakan mewajibkan ASN memakai batik lokal pada hari tertentu, sangat membantu eksistensi komunitas ini. Selain itu, kerja sama dengan institusi pendidikan dan pelaku industri kreatif memperluas jangkauan batik Bekasi di pasar.

Komunitas Batik Bekasi adalah contoh nyata bagaimana kearifan lokal dapat hidup berdampingan dengan modernitas, selama ada semangat kolaborasi, pelestarian, dan cinta pada budaya sendiri. Mereka bukan hanya membuat kain, tetapi menenun sejarah dan harapan dalam setiap motifnya.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Komarudin Kudiya ingin memadukan tradisi dan teknologi AI untuk melahirkan generasi baru perajin batik kreatif dan adaptif.

Komarudin Kudiya: Batik AI, Jembatan Kreatif antara Generasi Muda dan Tradisi

Direktur Kreatif Jember Fashion Carnival (JFC) sekaligus Penata Rias Bubah Alfian (kelima dari kanan) memberikan suvenir berupa kaus oblong bergambar kucing ikonik Presiden Prabowo Subianto, “Kapten Bobby,” kepada pelukis kontemporer Jepang Inoue Bunta (kelima dari kiri), didampingi para pendiri Yayasan Sakuranesia Sakura Ijuin (keempat dari kanan) dan Tovic Rustam (ketiga dari kanan), usai dialog budaya di Expo Osaka 2025, Paviliun Indonesia, Kansai, Jepang, Selasa (10 Juni 2025).

Yayasan Sakuranesia Perkuat Diplomasi Budaya Indonesia–Jepang di Osaka Expo 2025