Di antara ragam motif batik Banyumas, terdapat satu motif tua yang menyimpan sejarah panjang, yakni Batik Slobogan.
Motif ini berkembang di Sokaraja dan dikenal dengan pola geometris yang terinspirasi bentuk belah ketupat. Dahulu Batik Slobogan diproduksi oleh perempuan desa dan dipasarkan secara lokal di Banyumas.

Namun perubahan mulai terjadi ketika pedagang membawa batik halus dari Solo dan Yogyakarta. Motif-motif keraton yang lebih rumit dan populer perlahan menggeser keberadaan Batik Slobogan.
Para pembatik Sokaraja kemudian mulai meniru gaya Solo untuk memenuhi permintaan pasar. Akibatnya, motif tradisional Banyumas semakin jarang diproduksi.
Dalam perkembangannya, Batik Slobogan lebih sering digunakan dalam tradisi kematian sehingga identik dengan suasana duka. Kondisi ini membuat penggunaannya semakin terbatas.
Kini Batik Slobogan menjadi salah satu bukti bahwa perubahan selera pasar dapat memengaruhi keberlangsungan sebuah tradisi. Meski hampir hilang, motif ini tetap menjadi bagian penting dari identitas budaya Banyumas.
Sumber: Farid Abdullah, Adlien Fadlia, dan Menul Teguh Riyanti, “Dinamika Batik Banyumas 1890-1930”, Jurnal Dinamika Kerajinan dan Batik Vol.39 No.2 Tahun 2022.

