Inovasi batik Gutta Tamarind tidak hanya diperkenalkan sebagai teknik baru dalam mengolah kain, tetapi juga diarahkan untuk mendukung pembelajaran dan pengembangan usaha kreatif. Buku ajar Teknik Batik Gutta Tamarind: Membatik itu Mudah dan Menyenangkan menempatkan teknik tersebut sebagai materi yang dapat dipelajari mahasiswa sekaligus masyarakat umum.
Buku tersebut disusun sebagai bagian dari luaran penelitian dengan skema Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi. Materinya mencakup pengenalan alat, bahan dan teknik hingga penyusunan konsep serta penyajian karya. Buku juga dirancang sebagai panduan bagi wirausaha baru di industri kreatif dan untuk kegiatan pelatihan.
Menurut materi buku, perkembangan teknologi dan industri menghadirkan tantangan bagi keberlangsungan usaha pembatik. Kondisi tersebut mendorong penelitian untuk mencari upaya kreatif yang dapat membuka peluang pengembangan usaha batik, terutama bagi wirausaha yang baru dirintis.
Teknik Gutta Tamarind kemudian diperkenalkan sebagai salah satu alternatif. Materi menyebut teknik tersebut relatif mudah dipelajari dan ramah lingkungan. Selain itu, prosesnya merupakan kegiatan kriya yang tidak memerlukan ruang kerja luas. Karakter tersebut dinilai dapat menjadi salah satu peluang untuk menjawab kebutuhan pengembangan usaha pada masa kini dan masa mendatang.
Pengembangan teknik ini juga terkait dengan tujuan pembelajaran. Buku menetapkan kompetensi agar peserta mampu membuat karya batik kreasi dengan menggunakan Gutta Tamarind sebagai substitusi lilin malam untuk membatik.
Selain keterampilan teknis, peserta diarahkan untuk menguasai kaidah, prinsip dan teknik penciptaan karya seni rupa. Target pembelajaran mencakup kemampuan menjelaskan dasar membatik dengan teknik Gutta Tamarind, membuat karya menggunakan media tersebut dan menghasilkan produk sebagai implementasi teknik.
Materi tersebut memperluas konteks inovasi batik. Batik tidak hanya ditempatkan sebagai kain tradisional, tetapi juga sebagai teknik rintang warna yang terus dapat dikembangkan melalui bahan, desain, teknologi dan fungsi.
Buku menjelaskan bahwa inovasi dapat dilakukan melalui bahan baku kain, desain benang, struktur anyaman, paduan serat, digitalisasi motif, ragam hias, pengolahan lilin panas maupun lilin dingin, zat warna dan proses penyempurnaan lainnya.
Dari sisi pengembangan industri kreatif, materi juga menghubungkan inovasi dengan kreativitas dan kolaborasi. Eksplorasi terhadap keunikan material dan ide desain dinilai dapat menghasilkan karya dengan originalitas serta nilai fungsi baru.
Dengan demikian, Gutta Tamarind dalam buku ajar tersebut ditempatkan pada dua ranah sekaligus, yakni sebagai teknik pembelajaran membatik dan sebagai pendekatan inovatif yang dapat dikembangkan menjadi produk kriya.
Buku itu bahkan dirancang agar dapat digunakan dalam pelatihan di sejumlah destinasi wisata premium Indonesia, antara lain Labuan Bajo, Likupang dan Borobudur.


