Akulturasi budaya India dan tradisi lokal menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah budaya Indonesia. Pengaruh Hindu-Buddha terlihat pada bangunan candi, seni rupa, relief, serta perkembangan agama dan kepercayaan masyarakat Nusantara.
Materi Budaya Indonesia karya Shannon Leonette Himawan, mahasiswa Program Studi Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran, tahun 2018, menguraikan bahwa candi di Indonesia merupakan hasil pertemuan unsur budaya India dengan kebudayaan asli masyarakat setempat.
Bangunan megah, patung perwujudan dewa atau Sang Buddha, serta bagian-bagian candi dan stupa menjadi unsur yang dikaitkan dengan pengaruh India. Sementara itu, bentuk dasar candi di Indonesia dijelaskan memiliki kemiripan dengan punden berundak, yang merupakan salah satu bentuk peninggalan tradisi lokal.
Perpaduan tersebut memperlihatkan bahwa perkembangan kebudayaan di Nusantara tidak hanya berlangsung melalui penerimaan unsur asing, tetapi juga melalui penyesuaian dengan tradisi yang telah berkembang sebelumnya.
Candi Memiliki Fungsi Keagamaan dan Sejarah
Dalam materi tersebut, candi pada masa kerajaan Hindu dijelaskan memiliki fungsi yang berkaitan dengan pemujaan terhadap dewa sekaligus penghormatan kepada raja yang telah meninggal. Pada sejumlah candi, terdapat benda-benda yang ditempatkan sebagai bekal kubur atau bagian dari tradisi pemakaman.
Sementara itu, candi Buddha dibahas terutama sebagai tempat pemujaan. Materi tersebut membedakan fungsi dan perlengkapan yang ditemukan pada bangunan bercorak Hindu dan Buddha.
Perbedaan fungsi tersebut menunjukkan bahwa bangunan keagamaan memiliki hubungan erat dengan sistem kepercayaan dan praktik sosial masyarakat pada masanya. Candi bukan sekadar bangunan monumental, tetapi juga bagian dari kehidupan keagamaan dan perjalanan sejarah suatu wilayah.
Relief Menggambarkan Pertemuan Dua Kebudayaan
Pengaruh Hindu-Buddha juga terlihat dalam seni rupa, seni pahat, dan seni ukir. Salah satu contohnya adalah relief yang dipahatkan pada dinding Candi Borobudur.
Relief Borobudur menggambarkan riwayat Sang Buddha. Dalam uraian materi, lingkungan yang menyertai relief juga menampilkan unsur kehidupan di Nusantara, seperti rumah panggung dan burung merpati.
Kehadiran unsur lokal dalam karya yang berkaitan dengan ajaran Buddha memperlihatkan bahwa ekspresi seni dapat menjadi ruang pertemuan berbagai pengaruh budaya. Cerita keagamaan disampaikan melalui karya visual yang juga memperlihatkan lingkungan dan pengalaman masyarakat setempat.
Relief, arca, dan arsitektur candi karena itu dapat menjadi sumber pembelajaran untuk memahami hubungan antara kepercayaan, seni, dan kehidupan masyarakat pada masa lampau.
Kepercayaan Lokal Tetap Bertahan
Sebelum masuknya Hindu-Buddha, masyarakat Indonesia telah mengenal animisme dan dinamisme. Materi tersebut menjelaskan bahwa masyarakat meyakini keberadaan roh setelah kematian serta kekuatan yang terdapat pada benda-benda tertentu.
Kepercayaan terhadap roh tidak langsung hilang setelah masuknya agama Hindu-Buddha. Menurut uraian dalam dokumen, kesinambungan tersebut dapat dilihat dari fungsi sejumlah candi yang juga berkaitan dengan penghormatan terhadap raja yang telah meninggal.
Kondisi ini menunjukkan bahwa perubahan keagamaan dan kebudayaan dapat berlangsung melalui proses yang kompleks. Unsur baru berinteraksi dengan kepercayaan yang telah berkembang, kemudian menghasilkan praktik dan bentuk budaya yang memiliki ciri tersendiri.
Pelestarian Warisan Budaya
Candi, relief, dan peninggalan seni rupa menjadi bagian penting dalam memahami perjalanan budaya Indonesia. Kajian terhadap peninggalan tersebut membantu masyarakat mengenali proses akulturasi serta hubungan antara tradisi lokal dan pengaruh dari luar.
Pendidikan sejarah, penelitian, dokumentasi, dan pemeliharaan situs bersejarah dapat mendukung upaya pelestarian. Pengenalan terhadap nilai budaya juga penting agar generasi muda tidak hanya mengenali bentuk bangunan, tetapi memahami konteks sejarah dan kepercayaan yang melatarbelakanginya.
Sejarah pengaruh Hindu-Buddha menunjukkan bahwa budaya Indonesia berkembang melalui interaksi panjang. Perpaduan unsur lokal dan asing menjadi salah satu karakter penting dalam perjalanan kebudayaan Nusantara.


