in

Tahapan Pernikahan Adat Melayu Riau dari Merisik hingga Bersanding

Kenali tahapan pernikahan adat Melayu Riau, mulai dari menilik, merisik, dan meminang hingga akad nikah serta prosesi bersanding.
Kenali tahapan pernikahan adat Melayu Riau, mulai dari menilik, merisik, dan meminang hingga akad nikah serta prosesi bersanding.

Dalam pernikahan adat Melayu Riau, hari pernikahan merupakan puncak dari rangkaian persiapan yang melibatkan kedua keluarga. Prosesi tidak hanya berlangsung ketika akad nikah dilaksanakan, tetapi dimulai sejak penjajakan calon pasangan dan berlanjut setelah pesta usai.

Skripsi Riyanti pada 2011 mendokumentasikan sejumlah tahapan dalam pernikahan adat Melayu Riau melalui pengamatan terhadap prosesi pernikahan Dewi Kamalasari dan Hasrul Sani Siregar di Pekanbaru. Rangkaian yang dijelaskan dalam penelitian tersebut dibagi menjadi tiga bagian: tahap prapernikahan, tahap pernikahan, dan tahap pascapernikahan.

Menilik, merisik, dan meminang

Tahap awal dimulai dengan menilik, yakni langkah keluarga pihak laki-laki dalam mencari calon pasangan. Apabila calon yang dipertimbangkan dinilai sesuai, proses berlanjut ke merisik. Dalam penelitian tersebut, merisik dijelaskan sebagai penyelidikan pendahuluan yang dilakukan secara diam-diam sebelum peminangan.

Setelah mendapatkan kepastian, pihak laki-laki datang ke rumah keluarga calon pengantin perempuan untuk meminang. Tahapan ini menjadi bagian dari proses komunikasi antarkeluarga sebelum perkawinan dilaksanakan.

Urutan tersebut memperlihatkan bahwa perkawinan adat tidak langsung dimulai dengan pesta. Ada proses penjajakan dan pembicaraan yang mendahuluinya, dengan keluarga berperan dalam menentukan kelanjutan hubungan.

Persiapan menjelang hari pernikahan

Setelah peminangan, persiapan pernikahan dilanjutkan melalui beberapa kegiatan. Menegakkan bangsal merupakan kegiatan membuat tenda untuk menampung tamu dan menjadi tempat memasak. Berikutnya adalah menggantung, yaitu menghias pelaminan sebagai bagian dari persiapan upacara.

Calon pengantin juga menjalani malam berinai, yang dalam penelitian tersebut dijelaskan sebagai kegiatan memerahkan telapak tangan menggunakan inai. Tahapan berikutnya adalah berandam, yakni merapikan bagian rambut dan bulu halus pada wajah calon pengantin.

Rangkaian prapernikahan dalam sumber tersebut juga mencakup mandi tolak bala. Masing-masing kegiatan menjadi bagian dari tata cara yang mengiringi calon pengantin sebelum memasuki tahap pernikahan.

Akad nikah dan hari langsung

Pada tahap pernikahan, akad nikah menjadi inti pelaksanaan. Ijab kabul dilakukan dengan disaksikan dua orang saksi dan dipimpin oleh petugas yang berwenang. Penelitian tersebut juga mencatat kegiatan antar belanja serta khatam Al-Qur’an sebagai bagian dari rangkaian pernikahan yang diteliti.

Puncak acara dikenal sebagai hari langsung atau bersanding. Pada tahap ini, terdapat sejumlah kegiatan, antara lain menjemput pengantin, mengarak pengantin, membuka kubu-kubu taman, perang beras kunyit, bertukar tepak sirih, membuka pintu, bersanding, sembah-menyembah, dan makan berhadapan.

Urutan serta pelaksanaan kegiatan tersebut dapat mengalami perubahan sesuai perkembangan masyarakat. Riyanti mencatat bahwa pada prosesi yang ditelitinya, beberapa upacara tidak lagi dilakukan dan sejumlah kegiatan digabungkan.

Setelah pesta pernikahan

Rangkaian tidak selalu berakhir ketika pesta selesai. Penelitian tersebut menyebut mandi damai yang dilaksanakan setelah tiga hari pesta pernikahan, menggunakan air bunga dan wewangian. Kegiatan ini dilakukan oleh Mak Andam, yang dalam sumber dijelaskan sebagai orang yang menangani tata cara pengantin.

Tahap berikutnya adalah kunjungan menjelang mertua. Pengantin perempuan dibawa ke rumah keluarga pengantin laki-laki untuk diperkenalkan kepada kerabat pihak suami.

Rangkaian ini memperlihatkan bahwa pernikahan adat Melayu Riau mencakup proses sebelum, selama, dan setelah perkawinan. Keterlibatan keluarga dan keberadaan tahapan yang berurutan menjadi bagian penting dari tradisi yang didokumentasikan dalam penelitian tersebut.

Sumber: Riyanti, Upacara Pernikahan Adat Melayu Riau, 2011.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Pernikahan adat Melayu Riau memadukan tradisi, pantun, dan nilai Islam dalam rangkaian prosesi yang sarat makna simbolik bagi keluarga.

Pernikahan Adat Melayu Riau, Tradisi yang Sarat Makna dan Nilai Islam