https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in

Batik Story Banyumas 9 – 12 Agustus 2025: Merekam Warisan Batik Banyumas

Batik Banyumas sudah ada sejak lama dengan corak dan warna khasnya. mencerminkan semangat rakyat dan kearifan lokal Banyumasan.

1. Latar Belakang

Batik Banyumas adalah salah satu kekayaan budaya lokal yang memiliki ciri khas unik dalam motif, warna, dan filosofi. Meski belum seterkenal batik dari Solo atau Yogyakarta, batik Banyumas memiliki nilai historis dan estetika tinggi yang layak untuk diangkat ke panggung nasional maupun internasional. Di tengah tantangan pelestarian, perubahan selera pasar, dan minimnya dokumentasi, perlu upaya naratif dan kreatif untuk memperkenalkan batik Banyumas secara lebih luas dan kontekstual.

Program liputan Batik Story Banyumas hadir sebagai inisiatif untuk mendokumentasikan, mengemas ulang, dan menyebarluaskan cerita-cerita di balik kain batik Banyumas — tidak hanya sebagai produk kain, tetapi juga sebagai narasi sosial, sejarah, dan identitas lokal yang terus hidup dan berkembang.


2. Tujuan

  1. Mendokumentasikan sejarah, proses, tokoh, motif, dan nilai-nilai batik Banyumas secara naratif dan visual.
  2. Meningkatkan kesadaran masyarakat (khususnya generasi muda) terhadap batik Banyumas sebagai warisan budaya yang hidup.
  3. Menerbitkan materi edukatif dalam bentuk e-booklet, artikel naratif, dan konten media sosial.
  4. Memperkuat jejaring antar pelaku batik, komunitas budaya, sekolah kejuruan, dan pemerintah daerah.
  5. Menjadi landasan awal untuk pengembangan promosi wisata budaya Banyumas berbasis batik.

3. Ruang Lingkup Kegiatan

  • Riset & Wawancara: Mengumpulkan data dari perajin, tokoh lokal, pengrajin batik, dan pemerhati budaya.
  • Produksi Konten: Penulisan artikel naratif, produksi e-booklet, foto dokumenter, dan konten sosial media.
  • Distribusi & Promosi: Publikasi melalui situs Batiklopedia.com, media sosial, serta distribusi ke komunitas sekolah/kampus.

4. Hasil yang Diharapkan (Output)

  • 1 buah e-booklet digital “Batik Story: Banyumas”
  • 5–10 artikel naratif/feature yang diterbitkan di Batiklopedia.com
  • Galeri foto dokumenter proses membatik dan tokoh-tokoh batik Banyumas
  • Jejaring kerja sama dengan minimal 3 pelaku/komunitas batik lokal

5. Sasaran dan Target Audiens

  • Pelajar/mahasiswa (edukasi budaya)
  • Komunitas kreatif & UMKM batik
  • Pemerintah daerah (Dinas Pariwisata/Budaya/Industri)
  • Pengunjung media digital Batiklopedia
  • Pengguna media sosial usia 17–40 tahun yang tertarik budaya dan fashion lokal

6. Mitra Potensial

  • Perajin Batik Banyumas dan Sokaraja
  • Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banyumas
  • Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kriya/Fashion
  • Komunitas kreatif lokal dan pelaku UMKM
  • Media lokal dan nasional yang fokus pada budaya

7. Waktu Pelaksanaan

  • Durasi: 4 Hari
  • Periode: 9 – 12 Agustus 2025
  • Tahapan:
    • Riset, survei lapangan, dan wawancara
    • Penulisan, kurasi visual, dan penerbitan artikel
    • Penyusunan e-booklet, publikasi, distribusi, dan promosi

8. Tim Pelaksana

  • Reporter: Bimo Nugroho
  • Fotografer: Kuncoro Widyo Rumpoko

10. Penutup

Melalui program Batik Story Banyumas, kami ingin menjembatani warisan dengan masa depan, cerita dengan generasi baru. Ini bukan sekadar dokumentasi, tetapi upaya membangun kebanggaan dan identitas lokal melalui narasi yang kuat, visual yang hidup, dan medium yang menjangkau luas.

Program ini terbuka untuk kolaborasi dari berbagai pihak yang memiliki visi serupa: melestarikan dengan cara yang relevan, menyebarkan dengan cara yang inspiratif.


Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Hendra Widjaya, dari pengusaha garmen hingga petualang ekstrem: bersepeda ke Mekkah, menantang Himalaya, dan menjaga nilai batik.

Hendra Wijaya: Garmen, Petualangan, dan Batik

Pembatik dari Rumah Produksi Batik Lokatmala sedang membuat cap batik

Indonesia Dorong Ekonomi Kreatif sebagai Motor Pembangunan dan Diplomasi Selatan-Selatan