https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in

Batik Banyumas: Motif Cablaka dan Kearifan Lokal (Bagian 3)

Batik Banyumas dikenal dengan warna sogan khas, serta proses tulis yang mempertahankan tradisi pesisiran dan pedalaman Jawa

Di Banyumas, kata cablaka bukan sekadar istilah. Ia adalah cerminan sikap hidup: berbicara apa adanya, jujur tanpa basa-basi, dan berterus terang tanpa dibuat-buat. Dalam dialek ngapak, cablaka menjadi penanda karakter orang Banyumas yang terbuka, egaliter, dan tidak suka berbelit.

Koleksi Batik Banyumas di Toko Batik Anto Jamil
Koleksi Batik Banyumas di Toko Batik Anto Djamil

Nilai inilah yang kemudian dituangkan dalam sebuah motif batik yang unik: Motif Cablaka. Tidak semua daerah penghasil batik di Indonesia punya pola yang lahir dari filosofi bahasa dan perilaku sosial masyarakatnya, tetapi Banyumas memiliki kebanggaan itu.

Secara visual, Motif Cablaka biasanya menampilkan susunan geometris sederhana, sering berpadu dengan bentuk bunga atau tanaman lokal, namun disusun tanpa ornamen yang terlalu rumit. Pilihan warnanya cenderung kontras namun jujur—hitam, cokelat sogan, dan kadang biru atau krem—seolah menegaskan ketegasan karakter Banyumas yang lugas namun tetap hangat.

Kisah lahirnya motif ini diyakini bermula dari masa ketika batik Banyumasan mulai mengembangkan identitasnya sendiri pada pertengahan abad ke-20. Para pembatik yang sebelumnya banyak meniru motif pesisiran mulai mencari simbol-simbol yang mencerminkan jati diri daerah. Dalam perbincangan sehari-hari, istilah cablaka sering muncul untuk menggambarkan kejujuran dan keluguan yang justru menjadi kebanggaan. Dari situlah ide muncul: mengabadikan cablaka di kain batik, agar nilai ini tidak hanya diucapkan, tetapi juga diwariskan secara visual.

Kearifan lokal yang terkandung di dalamnya sangat relevan hingga kini. Cablaka mengajarkan bahwa keterbukaan membangun kepercayaan, bahwa berkata benar lebih berharga daripada menyenangkan hati orang dengan kepura-puraan. Dalam masyarakat Banyumas, sifat ini mendorong hubungan sosial yang egaliter, di mana orang bisa berbicara dari hati tanpa takut perbedaan status atau jabatan.

Bagi para pembatik, setiap goresan canting pada Motif Cablaka bukan sekadar pekerjaan tangan, melainkan pernyataan budaya. Mereka berharap, siapapun yang mengenakan kain ini bukan hanya memakai keindahan visual, tetapi juga membawa semangat keterusterangan dan kejujuran dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan begitu, Motif Cablaka bukan hanya menjadi bagian dari khazanah batik Banyumas, tetapi juga media pelestarian nilai-nilai luhur yang membentuk karakter masyarakatnya—sebuah pengingat bahwa dalam dunia yang sering dipenuhi basa-basi, ada keindahan dalam berkata dan bersikap apa adanya.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Batik Banyumas dikenal dengan warna sogan khas, serta proses tulis yang mempertahankan tradisi pesisiran dan pedalaman Jawa

Batik Banyumas: Api Kompor Malam Di Masa Keemasan Batik Banyumas (Bagian 2)

Batik Banyumas dikenal dengan warna sogan khas, serta proses tulis yang mempertahankan tradisi pesisiran dan pedalaman Jawa

Batik Banyumas: Warna Alam dan Kelahiran Warna Kimia (Bagian 4)