
Industri batik Cirebon sering berhadapan dengan realitas nama harumnya sebagai sentra penghasil batik terbesar di Jawa Barat dan kemampuan produksinya yang justru kini banyak mengandalkan produksi dari luar Cirebon. Ini diungkap oleh Ketua Asosiasi Perajin dan Pedagang Batik Kabupaten Cirebon Rukadi Suminta jelang hari penyelenggaraan kegiatan Freedom Batik Cirebon, 27 Oktober 2016.
Di Pasar Batik Trusmi, bangunan pasar yang didirikan oleh pemerintah Kabupaten Cirebon, terisi sementara oleh 141 orang pedagang batik dan akan terus bertambah seiring pembangunan tambahannya. Rata-rata mereka ketika didatangi Batiklopedia.com mengeluhkan kondisi yang masih sepi pengunjung. Terlihat pada hari-hari biasa (Senin – Jumat) banyak toko yang tutup dan mulai banyak yang buka di hari Sabtu – Minggu. “Kalau Sabtu – Minggu, pengunjung lumayan ramai, makanya kami selalu buka,” ujar Fitri salah satu pemilik toko di daerah tersebut.

Freedom Batik Cirebon merupakan rangkaian kegiatan sosialisasi dan solusi UMKM dalam pemanfaatan ekonomi digital yang disponsori oleh Indosurya Simpan Pinjam, institusi keuangan simpan pinjam untuk anggota dan calon anggota berdasarkan ketentuan UU perkoperasian. Indosurya Simpan Pinjam merupakan institusi layanan keuangan yang setara dengan layanan perbankan pada umumnya.
Indosurya Simpan Pinjam juga berusaha untuk membantu para anggotanya dalam mengembangkan usahanya pada saat mereka memerlukan modal kerja. Indosurya Simpan Pinjam menghimpun dana dari anggota dan calon anggota yang kemudian menyalurkan kembali dana tersebut kepada anggota dan calon anggota dalam bentuk pinjaman.
Freedom Batik Cirebon digelar di Amare Cafe Cirebon. Dihadiri ratusan peserta pengrajin dan pelaku UKM Batik dari Kota/Kabupaten Cirebon dan Indramayu ini, menghadirkan beberapa pembicara antara lain: Asep Wahyudin dari Batiklopedia.com, pakar sosial media Indra Elfirasy, Ifad dan Angga dari etalastic.com, serta Product Head Ary Suwardhana dan Branch Manager Cirebon Lutfi dari Indosurya Simpan Pinjam.
Asep Wahyudin mengetengahkan komitmen Batiklopedia.com yang turut dalam memelihara dan mengembangkan batik Indonesia sebagai warisan budaya bangsa. Indra Elfirasy memberikan materi strategi pemasaran melalui Media Sosial, Ifad memberikan materi aplikasi media online dan akuntansi yang terintegrasi via apps etalastic.com dan Ary dan Lutfi membeberkan komitmen Indosurya dengan solusi permodalan dalam pengembangan Usaha.

Antusias peserta cukup deras pada tiap sesi presentasi. Mereka tak segan bertanya dan bahkan beberapanya mulai menerapkan metode yang diajarkan pada presentasi tersebut. Yang menarik adalah saat pembahasan tindak lanjut pengembangan pemasaran setelah pembangunan Pasar Batik Trusmi oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon. Pasar Batik Trusmi yang kios dan bangunan induknya selesai dibangun dan kios-kiosnya sudah ditempati para pedagang dan pelaku UKM batik Cirebon ini, memang masih sepi dari pengunjung.
Proses pembangunan pasar sedang dan terus dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon sebagai fasilitator yang akan membangun sarana dan prasarana seperti membangun pusat kuliner, sarana tempat ibadah sampai dengan sarana rekreasi di area pasar batik Trusmi.
Jalan tol Cipali dipandang sebagai peluang yang sangat stragis, untuk mengundang buyer atau pengusaha yang berbelanja ke Pasar Batik Trusmi. Freedom Batik Cirebon digelar di Cirebon bertujuan menawarkan solusi untuk memasarkan batik secara kombinasi antara penjualan secara konvensional dan melalui media online.
“Kita tidak bisa menunggu dan melulu menggantungkan harapan kepada Pemerintah. Untuk tujuan baik dan mulia perlu adanya kerjasama dan sinergi antar pemangku kepentingan baik pemerintah, pelaku UKM, pemilik showroom, asosiasi atau siapa saja yang menghibahkan dirinya menjad pejuang – pajuang batik. Karena batik Cirebon memiliki keunikan dan kekhasan tersendiri sekaligus warisan sejarah perdagangan Cirebon yang pada masanya yang pernah menguasai Sumatera bahkan sampai Malaka, ujar Asep saat menutup sesi dialog dengan Ketua Asosiasi Pengusaha dan Perajin Batik Kabupaten Cirebon Rukadi Suminta.
Freedom Batik Cirebon ditutup dengan deklarasi bersama antara Batiklopedia.com, Asosiasi Pedangan dan Perajin Batik Kabupaten Cirebon, Indosurya Simpan Pinjam dan Etalastic.com untuk terus berkomitmen memajukan Industri Batik di Cirebon.
Batiklopedia.com

