https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

Sejarah Nyi Mas Gandasari, Pejuang Perempuan Cirebon yang Jadi Legenda Nusantara

Sejarah Nyi Mas Gandasari, pejuang perempuan Cirebon yang dikenal cantik, sakti, dan berjasa menyebarkan Islam.

Di pesisir utara Jawa Barat, nama Nyi Mas Gandasari masih hidup dalam cerita masyarakat, tradisi lisan, hingga seni pertunjukan. Sosok perempuan yang dikenal cantik, sakti, dan pemberani itu menjadi bagian penting dalam sejarah dan legenda Kesultanan Cirebon.

Meski tidak sepopuler Raden Ajeng Kartini atau Cut Nyak Dhien, kisah Nyi Mas Gandasari menyimpan jejak budaya dan spiritual yang kuat di tanah Cirebon.

Sejarah Nyi Mas Gandasari, pejuang perempuan Cirebon yang dikenal cantik, sakti, dan berjasa menyebarkan Islam.
Sejarah Nyi Mas Gandasari, pejuang perempuan Cirebon yang dikenal cantik, sakti, dan berjasa menyebarkan Islam.

Dalam sejumlah manuskrip dan cerita masyarakat, Nyi Mas Gandasari dikenal juga dengan nama Nyi Mas Panguragan, merujuk pada wilayah tempat tinggal sekaligus lokasi makamnya di Panguragan, Cirebon. Nama “Gandasari” sendiri berasal dari kata “ganda” yang berarti berlipat dan “sari” yang berarti harum atau wangi.

Menurut penelitian Inez Pricillia Rahmah dari Universitas Pendidikan Indonesia tahun 2021, Nyi Mas Gandasari disebut lahir di Aceh sebelum akhirnya dibawa ke Cirebon dan diasuh oleh Mbah Kuwu Cirebon atau Pangeran Cakrabuana.

Sejak kecil, ia dibesarkan dalam lingkungan penyebaran agama Islam di Cirebon. Ketika dewasa, kecantikan dan kesaktiannya membuat banyak bangsawan, pendekar, hingga pangeran jatuh hati kepadanya.

Namun Nyi Mas Gandasari bukan perempuan biasa. Ia memilih menentukan pendamping hidupnya melalui sebuah sayembara terbuka. Siapa pun lelaki yang mampu mengalahkannya dalam pertarungan, dialah yang berhak menjadi suaminya.

Banyak lelaki datang mencoba peruntungan, tetapi hanya satu yang berhasil mengalahkannya, yakni Syekh Magelung Sakti. Tokoh sakti itu awalnya datang ke Cirebon untuk menemui Mbah Kuwu Cirebon, namun tertarik mengikuti sayembara yang digelar Nyi Mas Gandasari. Setelah kalah dalam pertarungan, Nyi Mas Gandasari menepati janjinya untuk menikahi Syekh Magelung Sakti.

Dalam berbagai kisah rakyat, Nyi Mas Gandasari dikenal memiliki senjata khas berupa selendang juwana yang dipercaya sangat mematikan. Selain itu, ia juga menggunakan keris dan tusuk konde saat bertempur melawan musuh.

Keberanian dan kemampuan bertarungnya menjadikan Nyi Mas Gandasari sebagai simbol perempuan tangguh di tanah Cirebon. Ia juga dikenal sebagai tokoh yang membantu penyebaran Islam di wilayah pesisir utara Jawa pada masa Sunan Gunung Jati.

Kisah hidupnya kemudian menginspirasi lahirnya berbagai karya seni, salah satunya Tari Kadiksuraan Nyi Mas Gandasari yang diciptakan koreografer Baedah pada 2011 di Sanggar Purbasari. Tarian tersebut menggambarkan sosok Nyi Mas Gandasari sebagai perempuan cantik, berwibawa, sakti, dan pemberani.

Dalam pertunjukan tari itu, unsur gerak, tata rias, hingga busana dirancang untuk memperkuat karakter Nyi Mas Gandasari sebagai putri pejuang dari Cirebon.

Kini, nama Nyi Mas Gandasari kembali banyak diperbincangkan setelah kisahnya diangkat ke dalam drama musikal “Sangkala Nyi Mas Gandasari” garapan Denny Malik. Melalui pertunjukan modern itu, generasi muda diajak kembali mengenal tokoh perempuan Nusantara yang selama ini jarang muncul dalam buku pelajaran sejarah. Bagi masyarakat Cirebon, Nyi Mas Gandasari bukan sekadar legenda. Ia adalah simbol keberanian perempuan, penjaga budaya, sekaligus bagian dari identitas sejarah pesisir utara Jawa Barat yang terus diwariskan lintas generasi.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Jaksa Agung Burhanuddin menutup BPA Fair 2026 dengan total hasil lelang aset negara mencapai Rp997,4 miliar.

Jaksa Agung Burhanuddin Tutup BPA Fair 2026, Hasil Lelang Tembus Rp997,4 Miliar

Rakornas Kemenpar 2026 memperkuat kolaborasi pentahelix guna mengakselerasi lima program unggulan pariwisata nasional.

Lima Program Unggulan Sektor Pariwisata Diakselerasi