in

Corak Batik Jadi Elemen Estetik Ruang Terbuka Hijau Kafe di Bandung

Corak dan warna batik dimanfaatkan sebagai elemen estetis ruang terbuka hijau Kafe Pecah Kopi Bandung untuk menghadirkan suasana nyaman.
Corak dan warna batik dimanfaatkan sebagai elemen estetis ruang terbuka hijau Kafe Pecah Kopi Bandung untuk menghadirkan suasana nyaman.

Corak dan warna batik tidak hanya berfungsi sebagai identitas budaya dan busana, tetapi juga dapat menjadi elemen estetik dalam desain ruang. Hal tersebut terlihat dalam pemanfaatan batik tulis dan batik cap pada ruang terbuka hijau Kafe Pecah Kopi Bandung melalui kolaborasi dengan Batik Komar.

Pemanfaatan batik tersebut menjadi objek kajian dalam penelitian berjudul “Corak dan Warna Batik Penunjang Elemen Estetik Ruang Terbuka Hijau di Kafe Pecah Kopi Bandung” karya Komarudin Kudiya dan Saftiyaningsih Ken Atik. Penelitian tersebut dimuat dalam Waca Cipta Ruang: Jurnal Ilmiah Desain Interior, Volume 9 Nomor 1 Tahun 2023, halaman 9–16.

Penelitian menyebutkan, Kafe Pecah Kopi memiliki ruang terbuka hijau dengan luas sekitar 700 meter persegi. Area tersebut dilengkapi tanaman, bangunan joglo, gerabah, serta kain batik yang dipajang sebagai bagian dari elemen visual ruang.

Kain batik yang ditampilkan memiliki beragam motif dan corak. Display tersebut juga tidak bersifat permanen karena kain diganti secara berkala. Strategi tersebut dilakukan untuk memberikan variasi visual sekaligus mempertahankan kualitas kain yang ditempatkan di area terbuka.

Dalam penelitian tersebut, motif, warna, tekstur, pola, skala, dan ragam hias batik dinilai dapat memperkaya pengalaman estetis pengunjung. Kehadiran batik menjadi bagian dari komposisi ruang yang berinteraksi dengan elemen lain, seperti tanaman dan bangunan.

Penelitian juga mengkaji hubungan warna dengan persepsi psikologis manusia. Warna merah, jingga, dan kuning dikaitkan dengan kesan hangat, menggembirakan, menggairahkan, dan merangsang. Sementara itu, hijau dan biru dikaitkan dengan kesan menenangkan dan damai.

Warna putih diasosiasikan dengan kesan bersih, terbuka, dan terang. Adapun warna hitam atau warna gelap memberikan kesan lebih berat dan formal.

Selain aspek warna, motif batik juga disebut berpengaruh terhadap pengalaman pengunjung. Berdasarkan hasil wawancara dalam penelitian, keberadaan display batik dapat menciptakan rasa nyaman, memberikan inspirasi, sekaligus menghadirkan pengalaman estetis ketika pengunjung berada di ruang terbuka hijau.

Penempatan kain batik di area terbuka juga membutuhkan perhatian terhadap kondisi lingkungan. Penelitian menyebutkan paparan sinar matahari langsung dapat menyebabkan kualitas warna batik menurun dalam waktu kurang dari satu bulan. Karena itu, rotasi kain batik menjadi bagian penting dalam pengelolaan display.

Rotasi tidak hanya bertujuan menjaga kualitas kain, tetapi juga menghadirkan variasi motif dan corak kepada pengunjung. Dengan demikian, pengunjung dapat memperoleh pengalaman visual yang berbeda pada waktu kunjungan yang berbeda.

Pada bagian simpulan, penelitian menyatakan bahwa display batik dengan corak dan motif beragam yang diganti secara periodik membuat pengunjung merasa nyaman. Ruang terbuka hijau juga menjadi lebih menarik dan dapat dimanfaatkan sebagai lokasi swafoto.

Kolaborasi antara Kafe Pecah Kopi dan Batik Komar juga memberikan manfaat bagi kedua pihak. Selain memperkuat aspek estetis ruang, keberadaan display batik membuka peluang bagi pengunjung untuk mengenal dan membeli produk batik melalui showroom Batik Komar.

Sumber informasi: Komarudin Kudiya dan Saftiyaningsih Ken Atik, “Corak dan Warna Batik Penunjang Elemen Estetik Ruang Terbuka Hijau di Kafe Pecah Kopi Bandung,” Waca Cipta Ruang: Jurnal Ilmiah Desain Interior, Volume 9 Nomor 1, 2023, hlm. 9–16.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Batik indigo dari Indigofera tinctoria menghasilkan warna biru alami dengan ketahanan luntur baik menggunakan gula aren dan tetes tebu.

Batik Kapas: Indigofera Kulon Progo Hasilkan Warna Biru dengan K/S 55,12