Jakarta – Dunia batik Indonesia akan kembali mendapatkan panggung prestisius melalui penyelenggaraan Puspa Nuswantara 2026 yang akan berlangsung pada 8–12 Juli 2026 di Hall A Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan, Jakarta. Mengusung tema “Rupa Makna Tambal Nusantara”, pameran ini hadir sebagai ruang apresiasi bagi karya-karya batik berkualitas tinggi yang merepresentasikan kekayaan budaya Indonesia.
Puspa Nuswantara dirancang sebagai ajang yang mempertemukan para pengrajin batik eksklusif, kolektor, pecinta seni, akademisi, desainer, pelaku industri kreatif, hingga pembeli dari institusi dan korporasi. Melalui kurasi yang ketat, pameran ini berupaya menampilkan batik sebagai karya seni premium yang memiliki nilai budaya, filosofi, dan ekonomi yang tinggi.
Penyelenggara menargetkan lebih dari 25.000 pengunjung, melibatkan sedikitnya 150 peserta pameran dan 300 brand dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, dukungan puluhan media partner dan tokoh berpengaruh diharapkan mampu memperluas gaung acara hingga ke tingkat nasional maupun internasional.
Tidak hanya menghadirkan pameran produk batik, Puspa Nuswantara 2026 juga menyuguhkan beragam program edukatif dan inspiratif. Mulai dari Opening Ceremony, Talkshow, Meet & Greet, Lelang Batik, Live Demo Membatik Tulis, hingga Live Demo Membuat Cap Batik yang memberikan pengalaman langsung kepada pengunjung untuk memahami proses kreatif di balik selembar kain batik.
Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah peluncuran publikasi buku Puspa Nuswantara, yang mengangkat keberagaman dan kekayaan nilai budaya Nusantara melalui perspektif batik.
Penyelenggara menegaskan bahwa Puspa Nuswantara bukan sekadar pameran dagang, melainkan gerakan budaya yang bertujuan memperkuat pelestarian batik Indonesia. Karena itu, peserta pameran tidak diperkenankan menjual atau memamerkan batik printing maupun produk imitasi lainnya.
Melalui ajang ini, masyarakat diajak untuk lebih mengenal batik asli Indonesia, sekaligus mendukung para perajin yang selama ini menjaga warisan budaya bangsa melalui karya-karya berkualitas tinggi.
Puspa Nuswantara 2026 diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi batik sebagai identitas budaya Indonesia sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku industri batik nasional.

