https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

Setelah Indikasi Geografis: Siapa yang Benar-Benar Diuntungkan?

Dampak ekonomi Indikasi Geografis Batik Cirebon: harga, distribusi margin, QR code, grading, dan peran KMPIG.

Dalam bincang-bincang webinar yang digelar Asosisasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APPBI), pengakuan Indikasi Geografis (Indigeo) bagi batik Cirebon memunculkan satu pertanyaan penting: apakah sertifikasi ini otomatis menaikkan kesejahteraan perajin, atau hanya memperkuat branding di tingkat pasar?

Pertanyaan tersebut dijawab secara terbuka oleh dua tokoh utama: Ketua P3BC, Heri Kismo Rusimo, serta Ketua APPBI, Komarudin Kudiya. Keduanya menjelaskan dari sudut pandang berbeda namun saling melengkapi—antara aspek nilai ekonomi dan mekanisme kelembagaan.

Dampak ekonomi Indikasi Geografis Batik Cirebon: harga, distribusi margin, QR code, grading, dan peran KMPIG.
Dampak ekonomi Indikasi Geografis Batik Cirebon: harga, distribusi margin, QR code, grading, dan peran KMPIG.

Apakah Indigeo Otomatis Menaikkan Harga?

Jawaban Heri Kismo Rusimo (Ketua P3BC)

Menurut Heri Kismo Rusimo, pengakuan Indigeo tidak serta-merta menaikkan harga jual secara otomatis. Indigeo pada dasarnya adalah legitimasi kualitas dan identitas. Ia memperkuat positioning produk di pasar, tetapi harga tetap ditentukan oleh kualitas, konsistensi, dan mekanisme pasar.

Namun demikian, Indigeo memberikan daya tawar yang lebih kuat. Ketika produk telah tersertifikasi, memiliki standar mutu, serta dapat dibuktikan keasliannya, maka ruang untuk menaikkan harga menjadi lebih rasional dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan kata lain, IG bukan “kenaikan harga instan”, tetapi pondasi untuk meningkatkan nilai secara berkelanjutan.

Heri pun berkelakar, membeli Batik Indigeo sama seperti membeli motor bodong dan motor ber-BPKB. Jika batik waleran yang dikeluarkan KMPIG, maka ada surat yang menyertainya.  



Bagaimana Distribusi Manfaat Ekonominya?

Masih menurut Heri Kismo Rusimo, tantangan berikutnya adalah memastikan manfaat ekonomi tidak berhenti pada branding atau distributor. Idealnya, jika harga jual meningkat, maka margin tambahan itu harus dibagi kepada perajin yang mengerjakan produk.

Harapan ini juga selaras dengan arahan Kementerian Hukum RI: komunitas penerima IG harus memiliki mekanisme berbagi manfaat ekonomi kepada anggota.

Dalam praktiknya, sebagian pelaku sudah mulai menjalankan prinsip tersebut. Jika harga jual lebih tinggi, ada pembagian tambahan kepada perajin yang terlibat dalam proses produksi. Namun, sistemnya masih terus diperkuat agar lebih terstruktur dan transparan.

Apakah Ada Program Turunan untuk Menjamin Keberlanjutan?

Jawaban Komarudin Kudiya (Ketua APPBI)

Menjawab pertanyaan tentang keberlanjutan ekonomi, Komarudin Kudiya menjelaskan peran KMPIG (Komunitas Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis).

Setiap perajin yang ingin produknya tersertifikasi dan menggunakan QR Code sebagai penanda autentik akan dikenakan biaya sesuai grade kualitas. Dana tersebut tidak sekadar menjadi kas organisasi, tetapi dirancang untuk:

  • Pembinaan dan pelatihan,
  • Penguatan kapasitas perajin,
  • Pengelolaan sistem dan website,
  • Koordinasi serta pengembangan kelembagaan.

Harapannya, dana ini kembali kepada anggota dalam bentuk program nyata yang mendukung akses pasar dan peningkatan kualitas.

Kode Ketertelusuran: Transparansi sebagai Pondasi

Salah satu instrumen penting IG adalah kode ketertelusuran (traceability code). Dalam sistem ini, setiap produk memuat sembilan informasi utama, antara lain:

  • Merek perusahaan,
  • Nama pemilik,
  • Lokasi produksi,
  • Teknik pembuatan (misalnya waleran atau maleri),
  • Jenis bahan (primissima, sutra, dll.),
  • Nama motif (misalnya Mega Mendung dan variannya),
  • Pembuat motif,
  • Pekerja yang terlibat,
  • Grading kualitas.

Melalui QR Code, seluruh informasi ini dapat dipindai dan diverifikasi. Sistem ini menjadi penanda autentik sekaligus alat perlindungan dari pemalsuan—terutama ketika produk dibawa ke pameran besar seperti Inacraft.

Sistem Grading: Tidak Semua Bisa Grade A

KMPIG juga menerapkan sistem grading kualitas: Grade A, B, dan C. Penilaian dilakukan oleh tim ahli, bukan berdasarkan permintaan sepihak produsen.

Biaya sertifikasi ditetapkan berbeda sesuai grade, misalnya:

  • Grade A: Rp100.000
  • Grade B: Rp75.000
  • Grade C: Rp50.000

Dana inilah yang kemudian dikelola untuk pembinaan dan pengembangan organisasi.

Menurut Komarudin Kudiya, sistem ini penting untuk menjaga standar mutu. Tidak semua motif Mega Mendung otomatis layak Grade A. Produk dengan kualitas tinggi—misalnya yang memiliki gradasi kompleks hingga 21 lapisan warna—memerlukan proses verifikasi ketat sebelum memperoleh penilaian tertinggi.

Dengan demikian, Indigeo bukan hanya label, tetapi juga sistem kontrol kualitas.

Antara Branding dan Kesejahteraan

Dari diskusi ini terlihat bahwa IG memang memperkuat branding, tetapi keberhasilan akhirnya ditentukan oleh dua hal:

  1. Konsistensi kualitas produk.
  2. Mekanisme distribusi manfaat yang adil.

Jika kedua aspek ini berjalan seiring, maka pengakuan Indigeo tidak hanya menjadi simbol prestise, tetapi benar-benar menjadi instrumen peningkatan kesejahteraan perajin.

Batik Cirebon, khususnya Mega Mendung, kini memiliki perlindungan hukum dan sistem ketertelusuran yang jelas. Tantangannya ke depan adalah memastikan bahwa setiap lapis nilai tambah—seperti gradasi pada kain—benar-benar sampai kepada tangan yang mengerjakannya.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Subroto, Perajin Batik Mega Mendung Cirebon

Ketika Awan Digerakkan oleh Lilin: Kiprah Subroto dalam Menjaga Martabat Batik Mega Mendung Cirebon

Promo Iftar Delight 2026 di HARRIS Bekasi, buka puasa ramadan mulai Rp165.000 net & Pay 5 Get 6, 19 Feb–16 Mar 2026.

Hangatnya Ramadan di “Iftar Delight” 2026 di HARRIS Hotel & Convention Bekasi