https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

Forum APEC Bidik UMKM Asia Pasifik: Saatnya Pelaku Usaha Melaju ke Panggung Global

Wamendag Dyah Roro buka forum bisnis di Berlin, hasilkan potensi transaksi USD 33,01 juta dan perluas peluang jasa profesional RI di Eropa.

Di tengah dinamika perdagangan internasional yang semakin kompleks, UMKM kembali menjadi pusat perhatian dunia. Dalam lokakarya internasional bertajuk “Best Practices on Trade Facilitation for MSMEs, Including Women-Owned MSMEs” yang digelar di Jakarta, Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan pentingnya memperkuat fasilitasi perdagangan bagi UMKM — terutama yang dimiliki perempuan — agar lebih siap bersaing di rantai nilai regional dan global.

Forum ini merupakan bagian dari kerja sama strategis Asia Pacific Economic Cooperation (APEC), wadah 21 ekonomi dunia yang kini fokus pada bagaimana UMKM dapat ikut menikmati peluang perdagangan internasional. Mengingat lebih dari 97% pelaku usaha di kawasan Asia Pasifik adalah UMKM dan menyumbang 40–60% PDB serta 60–80% lapangan kerja, dukungan terhadap sektor ini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

Namun tantangan yang dihadapi UMKM — khususnya milik perempuan — masih nyata: akses pembiayaan terbatas, kesenjangan digital, hambatan teknis perdagangan, hingga kurangnya literasi ekspor. Karena itu, lokakarya APEC menghadirkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, serta organisasi internasional untuk merumuskan jalan keluar nyata.

Salah satu program unggulan yang dipaparkan adalah UMKM BISA (Berani Inovasi, Siap Adaptasi) Ekspor dari Kemendag, yang mendampingi UMKM dari kurasi produk hingga business matching dengan calon pembeli mancanegara. Selain itu, kolaborasi dengan International Trade Centre melalui SheTrades dan program Women in Trade turut memperkuat posisi perempuan pelaku usaha dalam perdagangan global.

Bagi UMKM batik dan kriya tradisional, momentum seperti ini sangat penting. Dunia kini melihat nilai budaya sebagai kekuatan ekonomi — dan Indonesia memegang warisan kreatif yang tak ternilai. Dengan fasilitasi yang tepat, pelaku batik perempuan dapat naik kelas, dari produsen lokal menjadi pemain dunia.

Pesan utama dari forum ini jelas: UMKM tidak boleh jalan sendiri. Dengan dukungan kebijakan, akses teknologi, dan jejaring global, pintu peluang semakin terbuka lebar. Saatnya pelaku UMKM Indonesia berdiri sejajar dengan pelaku usaha dunia — percaya diri, kompetitif, dan berdaya. Karena ketika UMKM tumbuh, ekonomi bangsa ikut melaju.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Media sosial menarik perhatian, microsite membangun kepercayaan. Pelajari seni mengarahkan audiens dari konten sosial ke rumah digitalmu.

Seni Mengelola Media Sosial dan Mengajaknya ke Microsite Usaha Anda

Media sosial menjadi alat strategis untuk membentuk pasar, menciptakan permintaan, dan membangun komunitas pelanggan.

Seni Memanfaatkan Media Sosial Untuk Membentuk Pasar: Dari Awareness hingga Loyalitas