Tersembunyi di antara tebing kapur yang menjulang tinggi di atas Samudra Hindia, Batique di Alila Villas Uluwatu menghadirkan pengalaman sensori yang melampaui sekadar menikmati koktail. Di ruang yang dirancang intim dan elegan, setiap elemen interior menyatu dengan filosofi seni dan kerajinan Indonesia, menjadikannya perpaduan harmonis antara desain, warisan, dan rasa.

Awalnya, Batique dikenal sebagai lounge eksklusif untuk penikmat wiski dan cerutu. Namun, di bawah arahan Saptha Dwiyatmika, seorang ahli mixologi ternama, ruang ini berevolusi menjadi bar artisanal yang hidup dari kisah dan pengalaman para tamunya. Di sini, minuman tidak dipesan – melainkan diciptakan. Setiap koktail adalah interpretasi personal dari suasana hati, kenangan, dan selera seseorang, layaknya pola batik yang tak pernah sama antara satu kain dengan lainnya.
Desain interior Batique dirancang untuk menghadirkan keintiman dan keanggunan yang tak lekang waktu. Pencahayaan temaram berpadu dengan kursi kulit lembut menciptakan atmosfer hangat, sementara rak kayu tinggi memamerkan koleksi lebih dari 100 jenis wiski premium dari seluruh dunia. Sebuah humidor eksklusif menambah nuansa klasik, dengan koleksi cerutu langka dari merek ternama seperti Montecristo dan Cohiba.
Namun, daya tarik terbesar Batique terletak pada detail arsitektural dan artistiknya. Dindingnya dihiasi lebih dari 800 stempel batik antik, masing-masing menjadi penghormatan terhadap warisan tekstil Indonesia. Cetakan tembaga dan kayu yang dahulu digunakan untuk mencetak motif batik kini menjadi instalasi seni interior yang bercerita tentang waktu, tangan, dan tradisi.
Nama Batique bukan sekadar permainan kata, melainkan filosofi. Sebagaimana batik diciptakan lapis demi lapis – lilin, pewarna, dan kain – begitu pula koktail di sini dibangun dari lapisan rasa, aroma, dan memori. Hasilnya adalah ruang yang bukan hanya tempat minum, melainkan tempat merasakan dan mengingat.
Batique bukan sekadar bar – ia adalah pernyataan desain dan pengalaman budaya, tempat di mana warisan Indonesia bertemu dengan estetika modern dalam harmoni yang memikat.

