Jakarta – Kementerian Pariwisata menargetkan peningkatan signifikan kinerja sektor pariwisata nasional pada 2027 meskipun menghadapi penurunan alokasi anggaran. Fokus pembangunan tetap diarahkan pada penguatan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan guna mendorong pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan devisa negara.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menyampaikan hal tersebut saat memaparkan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun 2027 dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Rabu (17/6).
“Kami berkomitmen untuk terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada agar pariwisata dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional, penciptaan lapangan kerja, peningkatan devisa, serta kesejahteraan masyarakat,” kata Widiyanti.
Menurut Menteri Pariwisata, RKP 2027 mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Produktivitas, Investasi, dan Industri” yang selaras dengan agenda pembangunan nasional untuk meningkatkan lapangan kerja berkualitas, kewirausahaan, industri kreatif, dan penguatan sektor produksi.
Dalam implementasinya, Kementerian Pariwisata akan memprioritaskan penyelesaian pengembangan 10 destinasi prioritas serta pembangunan tiga destinasi regeneratif sebagai bagian dari strategi penguatan pariwisata berkelanjutan.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen pada 2027. Sementara sektor yang berkaitan erat dengan pariwisata, yakni akomodasi, makanan, dan minuman, ditargetkan tumbuh lebih tinggi, yakni antara 8,7 hingga 9,3 persen.
Untuk mendukung target tersebut, Kementerian Pariwisata telah menyiapkan sejumlah program strategis, meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan pemasaran pariwisata, pengembangan atraksi dan event berkualitas, pengembangan destinasi, serta penguatan industri dan rantai pasok yang lebih inklusif.
Pada tahun 2027, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ditargetkan mencapai 17,6 juta hingga 19,1 juta kunjungan atau meningkat sekitar 8,5 hingga 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran wisatawan mancanegara (Average Spending per Arrival/ASPA) juga ditargetkan naik menjadi 1.447 hingga 1.497 dolar AS per kunjungan.
Peningkatan tersebut diharapkan mampu mendongkrak devisa pariwisata hingga mencapai 25,5 miliar hingga 28,6 miliar dolar AS, atau meningkat sekitar 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara ditargetkan mencapai 1,28 miliar perjalanan. Sektor pariwisata juga diproyeksikan mampu menyerap 27,33 juta tenaga kerja serta meningkatkan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional menjadi 4,7 hingga 4,8 persen.
Dari sisi investasi, sektor pariwisata ditargetkan mampu menarik investasi sebesar Rp71 triliun atau meningkat sekitar 11,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, upaya mencapai target tersebut menghadapi tantangan berupa penurunan anggaran. Berdasarkan Surat Menteri Keuangan, Kementerian Pariwisata memperoleh pagu indikatif sebesar Rp1,01 triliun pada 2027.
Nilai tersebut turun 29,6 persen dibandingkan pagu tahun 2026. Penurunan terbesar terjadi pada program pariwisata yang berkurang hingga 65 persen serta program pendidikan dan vokasi yang turun 46 persen.
Widiyanti mengakui keterbatasan anggaran berpotensi memengaruhi skala pelaksanaan berbagai program, mulai dari pembinaan SDM pariwisata, pengembangan desa wisata, promosi destinasi, peningkatan investasi, hingga dukungan terhadap penyelenggaraan event daerah dan internasional.
“Terlepas dari keterbatasan anggaran yang tersedia, Kementerian Pariwisata berkomitmen untuk memastikan setiap rupiah anggaran memberikan dampak yang optimal bagi pembangunan sektor pariwisata,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, Menteri Pariwisata juga memaparkan capaian program desa wisata yang menunjukkan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Jumlah desa wisata yang terdaftar dalam platform Jadesta meningkat dari 6.148 desa pada 2025 menjadi 6.262 desa pada 2026.
Selain itu, 50 desa penerima penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 mencatat pertumbuhan kunjungan wisatawan yang signifikan. Pada 2025, total kunjungan wisatawan ke desa-desa tersebut mencapai lebih dari 2,3 juta perjalanan, meningkat 44,81 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan kunjungan wisata itu turut mendorong peningkatan pendapatan sektor pariwisata di desa wisata. Nilainya naik dari Rp38,48 miliar pada 2023 menjadi Rp59,60 miliar pada 2025.
Melihat capaian tersebut, Kementerian Pariwisata menilai peningkatan dukungan anggaran menjadi faktor penting untuk memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di tingkat regional maupun global. Pemerintah berharap sinergi dengan DPR RI dan berbagai pemangku kepentingan dapat terus diperkuat agar target pembangunan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan pada 2027 dapat tercapai.
