https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in

Ini Lho Katalog Motif Batik Banyumasan dalam Bentuk Satu Helai Kain

Kain batik tulis berisi 24 motif khas Banyumasan di Galeri Batik Banyumasan, Purwokerto, jadi katalog hidup warisan budaya.

Katalog biasanya kita bayangkan sebagai buku tebal atau brosur berisi foto-foto produk. Namun di Galeri Batik Banyumasan, Jalan Kranji No. 53/4 Purwokerto, katalog itu berwujud nyata: selembar kain batik tulis berisi 24 motif khas Banyumasan, disusun rapi layaknya halaman-halaman dalam buku—hanya saja, halaman ini adalah kain, dan tintanya adalah malam.

Kain batik tulis berisi 24 motif khas Banyumasan di Galeri Batik Banyumasan, Purwokerto, jadi katalog hidup warisan budaya.

Motif-motif yang tertuang di dalamnya mewakili kekayaan ragam hias Banyumasan, mulai dari Sawunggalih, Tanduk Rusa, Semen Prabu, Ikan Koki, Gedong Kosong, Bokor Kencana, Klewihan, Sidho Luhur, Ombak Segara, Gajah Nguling, Jlamprang, Lumbon, Sawat Pengantin, Wahyu Temurun, Alas Roban, Sekar Jagad, Sriwiti, Ayam Poger, hingga Babon Angrem. Semuanya dikerjakan dengan teknik batik tulis, pewarnaan hitam dan sogan yang klasik, dan detail yang menuntut ketelitian luar biasa.

Satu kain ini dihargai Rp 5 juta, menjadikannya karya termahal di galeri. Bukan tanpa alasan—selain tingkat kesulitan yang tinggi, kain ini juga berfungsi sebagai arsip hidup. Di bawah setiap motif tercantum namanya, membuat pengunjung sekaligus pembeli belajar mengenali dan mengingat ragam motif Banyumasan.

Karakter Batik Banyumasan

Batik Banyumasan memiliki ciri khas pola yang banyak terinspirasi dari sulur tumbuhan dan fauna. Pewarnaannya cenderung menggunakan warna tua atau gelap, dengan garis dan bentuk yang lugas—selaras dengan budaya masyarakat Banyumas yang apa adanya.

Motif Lumbon misalnya, melambangkan kesuburan, sementara Sidomukti Banyumas sarat makna kesejahteraan. Ada pula motif kontemporer hasil kreasi perajin muda yang memadukan nilai tradisi dengan sentuhan modern. Semua tetap dikerjakan menggunakan canting dan malam, mempertahankan teknik yang diwariskan turun-temurun.

Belajar Lewat Melihat dan Menyentuh

Bagi pengelola galeri, melihat batik langsung jauh lebih bermakna dibanding sekadar menatap foto di media sosial atau brosur. “Dengan melihat langsung, orang bisa merasakan tekstur, detail, dan jiwa karya itu,” ujar mereka. Inilah yang membuat konsep katalog kain batik tulis terasa istimewa.

Galeri ini bahkan kerap menghadirkan pembatik yang bekerja di tempat. Pengunjung dapat menyaksikan proses nyanting, pewarnaan, hingga pelorodan—seraya mendengar cerita dari tangan-tangan yang menciptakannya. Pengalaman ini memberi nilai tambah, bukan hanya dalam hal pengetahuan, tapi juga rasa keterhubungan dengan warisan budaya.

Lebih dari Sekadar Galeri

Selain batik tulis, Galeri Batik Banyumasan juga menyediakan kain batik cap dan print, kain lurik, baju adat Banyumasan, pakaian jadi (kemeja, blus, outer, gamis, sarimbit, kebaya, rok), hingga aksesori seperti tote bag, dompet, gantungan kunci, kipas, dan masker. Galeri ini juga menerima pesanan seragam dalam jumlah besar, jahitan tailor maupun konveksi, hingga paket hampers batik.

Kain batik tulis berisi 24 motif khas Banyumasan di Galeri Batik Banyumasan, Purwokerto, jadi katalog hidup warisan budaya.

Dengan menghadirkan katalog motif dalam bentuk kain batik tulis, Galeri Batik Banyumasan tidak sekadar menjual produk. Mereka mendokumentasikan kekayaan motif Banyumasan, mendidik pengunjung, dan menjaga denyut tradisi batik tetap hidup di tengah arus modernisasi. Satu kain, dua lusin motif, dan ribuan cerita—terjalin rapi di antara helai malam dan warna sogan.

Foto: Kuncoro Widyo Rumpoko

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

dr. Oke Kadarullah, Sp.THT-KL:  Batik dan Perjalanan Hidup Seorang Dokter THT

dr. Oke Kadarullah:  Batik dan Perjalanan Hidup Seorang Dokter THT

Perjalanan dokter TNI dari cita-cita penerbang, misi di medan konflik, hingga menemukan keseimbangan hidup dan filosofi batik.

dr. Darajat,Sp.THT-KL: Penerbang, Dokter Militer, dan Batik