https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

dr. Oke Kadarullah:  Batik dan Perjalanan Hidup Seorang Dokter THT

dr. Oke Kadarullah, Sp.THT-KL:  Batik dan Perjalanan Hidup Seorang Dokter THT

Lahir dan besar di Bandung, Jawa Barat, ia tumbuh dalam keluarga pendidik. Ibunya adalah seorang guru, begitu juga sang nenek. Sejak kecil, ia terbiasa mendengar bahwa pendidikan adalah modal penting untuk hidup. Namun, menjadi dokter bukanlah cita-cita masa kecilnya.

“Kalau ada yang jadi dokter, Ibu senang,” begitu pesan sang ibu—sebuah kalimat sederhana yang diam-diam menjadi kompas hidup pemilik titel lengkap: Dr. dr. Oke Kadarullah, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp. Onk.(K)., FICS.

dr. Oke Kadarullah, Sp.THT-KL

Perjalanan panjang itu dimulai di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Setelah lulus sebagai dokter umum, pria kelahiran tahun 1982 tersebut bekerja sebagai PTT di daerah. Tawaran untuk melanjutkan pendidikan spesialis datang di saat yang tepat: tabungan cukup, masa kerja matang, dan semangat belajar kembali menyala. Teman dekat menyarankan THT—bidang yang tak hanya mengandalkan obat, tetapi juga tindakan operasi. Ia menerima saran itu, tanpa menyangka kelak keluarga besar temannya tersebut akan menjadi salah satu gurunya.

Dari THT ke Onkologi Kepala-Leher

Bagi banyak orang, THT identik dengan amandel, pilek, atau telinga berair. Padahal, bidang ini jauh lebih luas, dengan tujuh subspesialis yang menggarap organ dan fungsi berbeda. Ia memilih jalur onkologi—khusus menangani kanker di kepala dan leher—penyakit yang sering kali terdeteksi pada stadium lanjut.

“Kanker kepala-leher itu unik,” ujarnya. “Lokasinya tersembunyi, gejalanya sering dianggap sepele—mimisan, telinga terasa penuh, hidung mampet—padahal bisa saja itu tanda kanker.”

Jenis yang paling sering ditemui adalah kanker nasofaring, disusul kanker rongga hidung, sinus, dan pita suara. Penyebabnya beragam: infeksi virus, rokok, alkohol, hingga konsumsi ikan asin tinggi nitrosamin.

Pesannya sederhana namun tegas: hindari faktor risiko, jalani pola hidup sehat, dan jangan tunda memeriksakan diri jika ada gejala mencurigakan.

dr. Oke Kadarullah, Sp.THT-KL

Batik: Cermin Kesabaran dan Ketekunan

Ada satu hal yang selalu hadir dalam setiap tahap kariernya: batik. Ia mengenakan batik angkatan, batik resmi perhimpunan, hingga batik hijau khas Muhammadiyah yang wajib dipakai setiap tanggal 18.

“Tanpa sadar, lemari saya separuhnya batik kerja, separuhnya batik kondangan,” ujarnya sambil tertawa.

Bagi dirinya, batik bukan sekadar kain. Prosesnya—dari mencanting, memberi warna, menutup pola, hingga jadi—mencerminkan perjalanan hidupnya sebagai dokter dan pendidik.

“Membatik itu butuh kesabaran, ketelitian, inovasi, dan ketekunan. Sama seperti menempuh pendidikan kedokteran: 6 tahun dokter umum, 4–5 tahun spesialis, 2–3 tahun subspesialis, ditambah S3,” katanya.

Ia mengakui, jika tidak punya mental pantang menyerah, ia mungkin sudah berhenti di tengah jalan seperti beberapa temannya.

dr. Oke Kadarullah, Sp.THT-KL

Mengabdi untuk Umat

Kini, ia mengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto sekaligus praktik di PKU Muhammadiyah Gombong. Di sana, prinsip membantu umat tetap dipegang teguh, meski harus berdamai dengan keterbatasan regulasi seperti BPJS. Baginya, komunikasi yang jujur dan empati kepada pasien adalah kunci mengatasi tantangan itu.

Di tengah kesibukan mengajar, menangani pasien, dan mengikuti kegiatan ilmiah, ia tetap berpegang pada satu prinsip yang diwariskan gurunya:

“Kerja saja yang baik, nanti orang akan datang.”

Ia percaya, selama terus belajar, memperbarui ilmu, dan bekerja dengan hati, hasilnya akan mengikuti. Seperti batik yang indah, setiap tahap dalam hidupnya adalah goresan yang membentuk sebuah dedikasi—penuh warna, penuh makna.

Foto: Kuncoro Widyo Rumpoko

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

General Manager Avenzel Hotel & Convention bicara tentang karir, hidup, dan batik

Selvi Novita: Waiter, Staf HRD, Sales, dan GM Pecinta Batik

Kain batik tulis berisi 24 motif khas Banyumasan di Galeri Batik Banyumasan, Purwokerto, jadi katalog hidup warisan budaya.

Ini Lho Katalog Motif Batik Banyumasan dalam Bentuk Satu Helai Kain