Batik Sukabumi adalah salah satu jenis batik khas dari daerah Sukabumi, Jawa Barat, yang memiliki sejarah dan ciri khas tersendiri. Meski tak sepopuler batik dari Solo atau Yogyakarta, batik Sukabumi menawarkan keunikan dalam motif, teknik, dan filosofi yang terkandung di dalamnya.

Beberapa poin penting dalam sejarah batik Sukabumi:
Pengaruh Budaya Sunda
Batik Sukabumi erat kaitannya dengan budaya Sunda, di mana motif dan coraknya banyak terinspirasi oleh alam, flora, fauna, dan kehidupan masyarakat lokal. Sukabumi yang berada di kaki Gunung Gede-Pangrango juga memberi pengaruh pada motif batik yang lebih bernuansa alam seperti bunga, daun, dan hewan.
Teknik dan Corak

Motif batik Sukabumi umumnya menggunakan warna-warna cerah dan natural, berbeda dengan batik dari Jawa Tengah yang dominan warna gelap. Beberapa motif khas batik Sukabumi adalah motif bunga wijayakusuma, motif sumber air, motif kura-kura, motif dongeng tradisional, dan masih banyak lagi. Teknik yang digunakan biasanya batik tulis maupun cap. Dalam upaya menjangkau pasar serta menjaga proses produksinya, batik cap lebih banyak diproduksi karena harganya terjangkau dan bersaing dengan tekstil motif batik atau populer disebut batik printing.
Bukan Wilayah Penghasil Batik

Sukabumi bukan daerah sentra penghasil batik pada awalnya, meski didapat di beberapa tempat dalam skala kecil ada tradisi membatik. Setelah batik diakui oleh UNESCO pada tahun 2009, produksi batik Sukabumi muncul sebagaimana gerakan batik di seluruh Nusantara. Perajin muda mulai mengembangkan motif-motif baru yang lebih modern tanpa meninggalkan akar tradisionalnya. Selain itu, pemerintah daerah juga mulai gencar mempromosikan batik Sukabumi sebagai bagian dari identitas budaya lokal.
Batik Sukabumi merupakan bagian dari wujud kekayaan seni tekstil Nusantara yang tak kalah indahnya dari batik-batik daerah lain di Indonesia.

