https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

MURAL BATIK DI MUSEUM BATIK PEKALONGAN

Mural Batik di Museum Batik Pekalongan

Seorang nenek mengajak pelajar, mahasiswa, umum, seniman, dan kalangan lainnya menuju Museum Batik yang di dalamnya terdapat peninggalan, informasi, dan pengetahuan tentang batik. Ini mirip filosofi Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mbangun Karso, Tut Wuri Handayani.

Mural Batik di Museum Batik Pekalongan
Mural Batik di Museum Batik Pekalongan

Ilustrasi tersebut digambarkan pada bentangan bidang gambar berukuran 250 x 250 cm. Bidang gambar yang disediakan oleh Museum Batik Pekalongan tersebut dibuat sebagai ruang ekspresi para seniman dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional dan menjadi kegiatan lomba perdana kreasi mural bertema batik dan museum di Museum Batik Pekalongan, Minggu (6/10/2024).

Lomba kreasi mural ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan Batik Spektra 2024, diantara kegiatan lainnya seperti diskusi inspiratif bersama para ahli, fashion show, lokakarya interaktif yang mengajarkan cara memakai kain batik dengan berbagai gaya, lelang amal yang berasal batik hasil lomba dan akan didonasikan TPQ As-Sakinnah Teman Tuli.

Lomba kreasi mural ini diikuti sebanyak 20 kelompok, diantaranya berasal dari luar kota seperti Magelang. Menurut Kepala Museum Batik Pekalongan Nurhayati Sinaga, lomba ini dapat menjadi sebuah upaya dari museum untuk mencegah tindakan vandalisme di Kota Pekalongan dan semua kalangan masyarakat kedepan lebih mencintai batik dan museum dengan cara positif mereka masing-masing.

Lomba kreasi mural yg diadakan Museum batik di Pekalongan ini tema utamanya adalah Batik dan Museum, dengan beberapa sub tema yang bisa dipilih pesertanya. Tamakun Art turut dalam lomba tersebut dan mengambil sub tema”Menjelajahi Warisan Negeri.”

Kisah nenek mengajak generasi muda berkunjung ke museum, menggambarkan besarnya kontribusi Museum Batik Pekalongan terhadap pengetahuan masyarakat tentang akar budayanya yakni membatik.

Mural dengan ukuran 240x240cm ini dikerjakan dua orang yaitu Tamakun dan Rodin Ladonk selama 7 jam sesuai ketentuan lomba.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Motif Batik Sukabumi Rereng Gunung Parang

MOTIF BATIK SUKABUMI RERENG GUNUNG PARANG

Perajin Batik Sukabumi tengah mencanting.

MOTIF BATIK SUKABUMI, SEPERTI APA SIH?