in

Batik Jepara Angkat Legenda Tokoh Lokal sebagai Identitas Budaya

Batik Jepara mengangkat legenda Syekh Maulana Mangun Sejati dan Roro Ayu Mas Semangkin sebagai motif untuk mengenalkan sejarah lokal.
Batik Jepara mengangkat legenda Syekh Maulana Mangun Sejati dan Roro Ayu Mas Semangkin sebagai motif untuk mengenalkan sejarah lokal.

Kekayaan cerita rakyat Kabupaten Jepara menjadi sumber inspirasi pengembangan motif batik tulis. Legenda Syekh Maulana Mangun Sejati dan Roro Ayu Mas Semangkin diangkat menjadi karya batik untuk memperkenalkan sejarah serta kearifan lokal kepada masyarakat, terutama generasi muda.

Gagasan tersebut dikembangkan dalam penelitian Eftiyati Naila Fadlilah dan Muh. Fakhrihun Na’am berjudul Legenda Tokoh Jepara sebagai Ide Dasar Penciptaan Motif Batik untuk Mengenal Sejarah dan Kearifan Lokal Jepara. Penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Teknologi Busana dan Boga (TEKNOBUGA) Vol. 8 No. 1 tahun 2020 itu berupaya mendokumentasikan cerita rakyat melalui karya seni tekstil.

Penelitian tersebut berangkat dari kekayaan tradisi dan peninggalan sejarah Jepara. Sejumlah tradisi yang masih dikenal masyarakat antara lain Jembul Tulakan, Perang Obor, Gong Senen, Upacara Manganan, dan Pesta Lomban. Jepara juga memiliki sejumlah petilasan yang berkaitan dengan tokoh-tokoh dalam cerita rakyat setempat.

Menurut peneliti, cerita rakyat perlu dilestarikan agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya. Salah satu caranya adalah mengubah kisah yang selama ini diwariskan melalui cerita lisan, buku, dan media digital menjadi motif batik tulis.

Dua tokoh dipilih sebagai sumber gagasan penciptaan, yakni Syekh Maulana Mangun Sejati yang dikaitkan dengan Desa Bugel dan Roro Ayu Mas Semangkin yang dikaitkan dengan Mayong Lor. Keduanya divisualisasikan melalui komposisi ornamen, bentuk, dan warna yang menggambarkan bagian-bagian penting dari cerita masing-masing.

Penelitian itu menghasilkan tiga karya. Dua karya berupa panel kain berukuran 140 × 86 sentimeter, sedangkan satu karya lainnya berupa kemeja ukuran XL. Satu panel mengangkat legenda Syekh Maulana Mangun Sejati, sementara panel dan kemeja lainnya menampilkan kisah Roro Ayu Mas Semangkin ketika menghadapi para perusuh yang mengganggu wilayah Jepara.

Pembuatan karya menggunakan teknik batik tulis. Tahapannya mencakup molani atau pembuatan pola, nyanting untuk menggoreskan malam, nyoleti untuk memberikan warna, serta tahapan lain seperti nemboki, nglorod, dan ngerik.

Penilaian karya dilakukan dengan pendekatan estetika yang mencakup aspek formal, simbolik, dan proses. Khusus karya kemeja, penelitian juga mempertimbangkan aspek fungsional.

Pengembangan motif berbasis legenda memperlihatkan bahwa batik tidak hanya berfungsi sebagai produk tekstil atau hiasan. Batik juga dapat menjadi media untuk menyampaikan cerita, memperkenalkan tokoh lokal, dan membangun identitas budaya daerah.

Melalui pendekatan tersebut, legenda Jepara memperoleh ruang dokumentasi baru dalam bentuk karya visual. Penelitian ini sekaligus menunjukkan peluang pengembangan motif batik yang menghubungkan warisan cerita rakyat dengan kreativitas seni kontemporer.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Batik ecoprint menggunakan warna tumbuhan dan buah Keben sebagai alternatif dalam penciptaan karya tekstil berbasis bahan alam.

Batik Ecoprint Dikembangkan untuk Kurangi Penggunaan Pewarna Sintetis