in

Anne Avantie: Membangun Nama, Menjaga Mimpi, dan Memberi Manfaat

Anne Avantie berbagi kisah 40 tahun berkarya di CRAFT TALK INACRAFT 2026, tentang mimpi, personal branding, dan pentingnya berbagi manfaat.
Anne Avantie berbagi kisah 40 tahun berkarya di CRAFT TALK INACRAFT 2026, tentang mimpi, personal branding, dan pentingnya berbagi manfaat.

Jakarta – Desainer ternama Indonesia, Anne Avantie, membagikan perjalanan hidup dan filosofi berkaryanya dalam sesi CRAFT TALK INACRAFT 2026. Memasuki 40 tahun perjalanan kreatif, Anne berbicara tentang arti mimpi, pentingnya membangun nama atau personal branding, serta keberanian untuk melangkah ke fase baru kehidupan dengan memberikan manfaat bagi orang lain.

Dalam sesi tersebut, Anne mengungkapkan bahwa perjalanan menuju keberhasilan tidak selalu dimulai dengan mimpi besar tentang profesi atau jabatan tertentu. Baginya, seseorang perlu memahami potensi diri dan merencanakan bagaimana kemampuan yang dimiliki dapat dikembangkan serta memberikan dampak bagi sesama.

Anne mengaku tidak selalu memiliki gambaran jelas mengenai profesi yang ingin dicapainya sejak awal. Dengan keterbatasan pendidikan dan latar belakang keluarga yang bukan berasal dari industri desain, ia justru memilih memikirkan bagaimana kehidupannya dapat bermanfaat bagi banyak orang.

“Satu-satunya adalah tidak bermimpi, tetapi merencanakan bagaimana kehidupan saya yang terbatas ini bermanfaat bagi banyak orang dan sesama,” ungkap Anne dalam sesi tersebut.

Menurut Anne, mimpi perlu disertai kesadaran terhadap realitas, perencanaan, dan langkah konkret. Ia mengibaratkan kehidupan seperti perjalanan di jalan raya yang memiliki rambu-rambu. Ada saatnya seseorang harus berhenti, berhati-hati, atau melanjutkan perjalanan. Kemampuan membaca keadaan menjadi bagian penting dalam menentukan arah hidup.

Membangun Nama sebagai Modal Berkarya

Salah satu pesan yang disampaikan Anne dalam CRAFT TALK adalah pentingnya membangun nama atau brand. Ia menilai, pengenalan terhadap seseorang tidak hanya dibentuk oleh karya, tetapi juga oleh kepribadian, cara berbicara, bahasa tubuh, dan bagaimana seseorang menampilkan dirinya di hadapan publik.

Anne mengaku dahulu tidak mengenal istilah brand seperti yang dikenal sekarang. Namun, melalui perjalanan panjangnya, ia memahami pentingnya membuat orang mengenali identitas dan karakter yang melekat pada dirinya.

Baginya, membangun nama bukan semata-mata persoalan popularitas. Identitas yang kuat menjadi modal untuk menjalin relasi, membuka kesempatan, dan memperluas ruang kontribusi.

Pemahaman tersebut juga berkaitan dengan perjalanan Anne selama empat dekade di industri mode. Setelah 40 tahun berkarya, ia memutuskan untuk mulai mengambil jarak dari industri fashion. Keputusan itu bukan berarti berhenti membuat busana, melainkan memilih momentum ketika dirinya masih berada di puncak karier.

“Saya ingin turun ketika berada di atas. Supaya orang mengingat saya ketika saya di puncak karier saya,” ujarnya.

Memilih Berbagi Setelah Empat Dekade Berkarya

Anne menjelaskan bahwa pandemi menjadi salah satu momen refleksi dalam perjalanan hidupnya. Ia menyadari bahwa mempertahankan posisi sebagai pemenang dalam persaingan bukanlah satu-satunya tujuan yang harus dikejar.

Ia mengibaratkan perjalanan karier seperti perlombaan lari. Seseorang yang ingin menang perlu mengukur kecepatan dan kemampuannya. Namun, ketika tujuan hidup telah tercapai, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana pengalaman dan pencapaian tersebut dapat dibagikan kepada orang lain.

Bagi Anne, keberhasilan tidak harus berakhir pada pencapaian pribadi. Ia ingin menggunakan relasi dan pengalaman yang telah dibangun selama puluhan tahun untuk membuka jalan bagi lebih banyak orang.

Dalam konteks INACRAFT, Anne juga menyoroti pentingnya kehadiran langsung dan kerja keras di balik sebuah kegiatan. Ia mengaku datang sejak persiapan acara, bahkan sebelum area pameran selesai ditata.

Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa membangun usaha membutuhkan ketekunan. Pelaku usaha harus menghadapi ketidakpastian, mulai dari biaya operasional hingga tanggung jawab terhadap karyawan, tanpa selalu memiliki jaminan mengenai hasil yang akan diperoleh.

Menjadi Pohon Kehidupan bagi Orang Lain

Anne menegaskan bahwa perjalanan seorang pemimpin memiliki tanggung jawab yang lebih luas dibandingkan sekadar mengejar keberhasilan pribadi. Ia menyadari bahwa seorang pemimpin harus memikirkan keberlangsungan hidup orang-orang yang bekerja dan bertumbuh bersamanya.

Ia menggambarkan cita-cita tersebut melalui metafora pohon kehidupan. Pohon yang tumbuh besar memiliki batang kuat dan ranting yang menaungi banyak orang, sehingga mereka dapat berlindung dari panas maupun hujan.

“Supaya nanti kalau saya kuat, pohon kehidupan saya itu batangnya besar. Kemudian rantingnya itu banyak, ribuan daun-daun. Jadi saya bisa melindungi banyak orang di bawah-bawah saya,” tutur Anne.

Filosofi tersebut memperlihatkan cara Anne memaknai pencapaian setelah empat dekade berkarya. Kebesaran seseorang, menurut pesan yang disampaikannya, tidak berhenti pada posisi yang berhasil diraih, tetapi juga pada kemampuan memberikan ruang, perlindungan, dan kesempatan bagi orang lain.

Melalui CRAFT TALK INACRAFT 2026, Anne Avantie menyampaikan bahwa perjalanan kreatif membutuhkan lebih dari sekadar bakat. Kesadaran terhadap realitas, konsistensi membangun identitas, keberanian menentukan arah, dan kemauan berbagi menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut.

Bagi generasi muda dan pelaku usaha kreatif, kisah Anne menjadi pengingat bahwa membangun nama membutuhkan proses panjang. Namun, ketika pencapaian telah diraih, tantangan berikutnya adalah memastikan keberhasilan itu dapat membuka jalan bagi orang lain untuk tumbuh bersama.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Sablon batik dieksplorasi pada jeans, twill, kanvas, drill dan katun untuk menghasilkan motif kontemporer bagi produk fashion modern.

Sablon Batik Eksplorasi Motif Kontemporer pada Jeans, Twill hingga Kanvas

Syamsul Huda, pemilik Perada Batik, bangkit dari krisis berkat jejaring INACRAFT dan menjual aset demi mempertahankan 400 karyawan saat pandemi.

Perada Batik: Syamsul Huda Bangkit dari Krisis dan Bertahan Tanpa PHK Saat Pandemi