in

Perada Batik Padukan Tradisi dan Teknologi di INACRAFT 2026

Perada Batik hadir di INACRAFT 2026 dengan batik tulis yang memadukan tradisi, teknologi, dan kreativitas generasi muda.
Perada Batik hadir di INACRAFT 2026 dengan batik tulis yang memadukan tradisi, teknologi, dan kreativitas generasi muda.

Jakarta — Perada Batik menghadirkan koleksi batik tulis yang memadukan kekuatan tradisi dengan eksplorasi teknologi dan kreativitas generasi muda dalam ajang INACRAFT on October 2026. Mengusung semangat tema “Youthpreneur – Techno Craft”, koleksi tersebut menunjukkan bagaimana teknologi dapat menjadi sumber inspirasi dalam pengembangan desain batik tanpa menghilangkan nilai budaya dan keterampilan tradisional.

Perada Batik mengeksplorasi pemanfaatan pendekatan dan referensi visual yang terinspirasi dari perkembangan teknologi digital dalam proses kreatifnya. Eksplorasi tersebut digunakan untuk mengembangkan bentuk, komposisi, repetisi motif, hingga karakter desain yang lebih modern dan relevan dengan gaya hidup masa kini.

Meski mengambil inspirasi dari perkembangan teknologi, proses pembuatan koleksi tetap mengandalkan keterampilan batik tulis secara manual. Hasil eksplorasi visual kemudian diterjemahkan kembali melalui tangan pengrajin sehingga menghasilkan karya yang mempertemukan sentuhan manusia, nilai budaya, dan inspirasi teknologi.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya Perada Batik untuk menunjukkan bahwa perkembangan teknologi dapat berjalan berdampingan dengan tradisi. Teknologi tidak ditempatkan sebagai pengganti keterampilan pengrajin, melainkan sebagai alat untuk memperluas ruang kreativitas dan membuka kemungkinan baru dalam pengembangan desain batik.

Dalam koleksi terbarunya, Perada Batik juga melakukan penyederhanaan desain. Bentuk dan komposisi dibuat lebih sederhana, ringan, dan tidak terlalu rumit, tetapi tetap mempertahankan karakter serta estetika kontemporer.

Pendekatan desain tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan generasi masa kini yang semakin dekat dengan perkembangan teknologi digital. Batik tidak hanya diposisikan sebagai produk tradisional, tetapi juga sebagai medium kreatif yang dapat terus mengalami perkembangan sesuai perubahan zaman.

Perada Batik menilai tradisi dan teknologi bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya dapat menjadi bagian dari satu proses kreatif untuk menghasilkan karya yang autentik, inovatif, dan memiliki kedekatan dengan generasi muda.

Melalui tema “Youthpreneur – Techno Craft”, Perada Batik ingin memperlihatkan kemungkinan baru dalam pengembangan industri batik, khususnya melalui pertemuan antara kreativitas digital dan keterampilan tangan.

Proses tersebut tetap menempatkan keterampilan pengrajin sebagai bagian penting dalam penciptaan karya. Teknologi berperan sebagai sumber eksplorasi dan inspirasi, sedangkan proses batik tulis mempertahankan sentuhan manusia yang menjadi karakter utama karya.

Perpaduan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa inovasi dalam batik tidak harus berarti meninggalkan akar tradisi. Sebaliknya, teknologi dapat digunakan untuk mengeksplorasi kemungkinan desain baru, sementara teknik batik tulis menjaga kesinambungan nilai budaya.

Kehadiran Perada Batik di INACRAFT on October 2026 menjadi gambaran bagaimana pelaku batik dapat merespons perkembangan zaman melalui pendekatan kreatif. Koleksi yang dihadirkan mencoba menjembatani dunia tradisional dengan perkembangan teknologi dan selera generasi baru.

Dengan pendekatan tersebut, Perada Batik menegaskan arah pengembangan batik yang tetap berakar pada keterampilan pengrajin, namun terbuka terhadap eksplorasi visual dan teknologi.

Dari tangan pengrajin, terinspirasi teknologi, lahir batik untuk generasi baru.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Batik sawit menjadi contoh hilirisasi komoditas perkebunan. BPDP dorong inovasi dan UMKM mengolah turunan sawit menjadi produk bernilai.

Batik Sawit Jadi Contoh Hilirisasi Limbah Perkebunan Bernilai Tambah

INACRAFT 2026 mendorong kolaborasi dengan BRIN untuk mengembangkan teknologi dan riset tanpa menghilangkan nilai handmade kerajinan Indonesia.

INACRAFT 2026 Gandeng BRIN Dorong Teknologi untuk Industri Kerajinan