https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in

Rindekraf 2026–2045 Dipercepat, Kampus Jadi Motor Riset dan Talenta Ekonomi Kreatif Indonesia

Rindekraf 2026–2045 dipercepat lewat sinergi kampus, riset, talenta, dan kekayaan intelektual untuk ekonomi kreatif nasional.
Rindekraf 2026–2045 dipercepat lewat sinergi kampus, riset, talenta, dan kekayaan intelektual untuk ekonomi kreatif nasional.

Jakarta – Implementasi Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045 terus dipercepat melalui penguatan kolaborasi antara Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Sinergi kedua lembaga difokuskan pada pengembangan riset, pendidikan, serta fasilitasi kekayaan intelektual (KI) guna memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.

Kolaborasi tersebut dibahas dalam pertemuan strategis yang berlangsung di Kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Pertemuan menjadi langkah awal menyelaraskan implementasi Peraturan Presiden Nomor 37 Tahun 2026 tentang Rindekraf 2026–2045.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mencetak talenta kreatif, menghasilkan riset, serta mendorong inovasi yang mampu memperkuat daya saing ekonomi kreatif Indonesia.

“Kemendiktisaintek merupakan salah satu kementerian yang terlibat dalam Tim Koordinasi Rindekraf. Karena itu, penyelarasan program kedua kementerian menjadi penting agar pelaksanaan rencana aksi Rindekraf dapat berjalan secara terintegrasi,” ujar Teuku Riefky.

Menurutnya, peran kampus tidak hanya menghasilkan sumber daya manusia unggul, tetapi juga mempercepat hilirisasi hasil riset agar dapat dimanfaatkan oleh industri kreatif. Karena itu, kedua kementerian mengidentifikasi berbagai peluang kolaborasi, mulai dari penguatan riset dan inovasi, pengembangan center of excellence, peningkatan kapasitas talenta kreatif, hingga kemitraan strategis lintas sektor.

Mengacu pada Rencana Aksi Rindekraf, kolaborasi tersebut mencakup tiga strategi utama. Pertama, pengembangan riset melalui pemanfaatan hasil penelitian oleh industri, penyelenggaraan konferensi riset, dan program matching fund ekonomi kreatif. Kedua, pengembangan pendidikan melalui penyusunan kurikulum berbasis industri, pemetaan kebutuhan SDM kreatif, penguatan program magang, serta koordinasi pendidikan ekonomi kreatif. Ketiga, penguatan fasilitasi kekayaan intelektual melalui pembentukan sentra KI di perguruan tinggi untuk mendukung pelindungan, hilirisasi, dan komersialisasi karya kreatif.

Selain menjalankan rencana aksi tersebut, kedua pihak juga membahas peluang penyediaan beasiswa ekonomi kreatif, penyusunan agenda riset yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri, pengarusutamaan ekonomi kreatif di lingkungan kampus, serta penguatan Konsorsium Perguruan Tinggi Ekonomi Kreatif.

Untuk memperkuat implementasi Rindekraf, Kementerian Ekonomi Kreatif juga menyiapkan sejumlah program unggulan, yaitu Aktivasi Desa Kreatif, Aktivasi Creative Hub, dan Creative by Indonesia. Program tersebut diarahkan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, sekaligus melahirkan talenta kreatif yang mampu bersaing di tingkat global.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyatakan pihaknya siap mendukung implementasi Rindekraf melalui penguatan riset, pendidikan, serta pelindungan kekayaan intelektual. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki mandat besar dalam menghasilkan inovasi dan sumber daya manusia yang dibutuhkan industri kreatif nasional.

Selain membahas implementasi Rindekraf, kedua kementerian juga menyiapkan kolaborasi dalam World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang akan berlangsung pada 21–23 Oktober 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Forum internasional tersebut akan dihadiri delegasi dari sekitar 80 negara dan menjadi ajang diseminasi hasil riset, inovasi perguruan tinggi, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemimpin ekonomi kreatif dunia.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Kabupaten Bungo memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui kolaborasi pusat dan daerah menuju Kabupaten Kreatif Indonesia.

Kabupaten Bungo Bidik Status Kabupaten Kreatif Indonesia