https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

Haris Rashid Temukan Jejak Batik Indonesia dalam Sejarah Keluarganya di Malaysia

Seniman Malaysia Haris Rashid menemukan jejak batik Indonesia dalam sejarah keluarganya lintas Pakistan, India, dan Kelantan.

Petaling Jaya – Batik datang ke hidup Haris Rashid bukan melalui warisan yang sengaja diturunkan, melainkan lewat situasi tak terduga di masa pandemi. Saat dunia berhenti akibat lockdown, seniman visual asal Kedah, Malaysia, itu justru menemukan kembali jejak sejarah keluarganya yang selama ini nyaris terlupakan — sebuah perjalanan budaya yang menghubungkan Pakistan, India, Malaysia, hingga Indonesia melalui selembar kain batik.

Seniman Malaysia Haris Rashid menemukan jejak batik Indonesia dalam sejarah keluarganya lintas Pakistan, India, dan Kelantan.
Seniman Malaysia Haris Rashid menemukan jejak batik Indonesia dalam sejarah keluarganya lintas Pakistan, India, dan Kelantan.

Di tengah pembatasan sosial saat pandemi Covid-19, Haris meminta ibunya yang baru pensiun untuk mengajarinya membatik. Sang ibu memang memiliki latar belakang seni tekstil dan pernah membuat karya batik saat kuliah. Namun, Haris saat itu tidak menyangka bahwa eksperimen kecil tersebut akan membawanya pada penemuan identitas budaya keluarganya sendiri.

“Batik baru hadir dalam hidup saya saat pandemi,” ujar Haris kepada FMT Lifestyle.

Awalnya, batik hanya menjadi selingan dari aktivitas melukis yang telah ia tekuni selama lebih dari satu dekade sebagai seniman rupa. Haris kemudian mulai mengunggah proses membatik di media sosial. Tak disangka, video-video tersebut mendapat perhatian besar dari publik dan memperkenalkan namanya lebih luas sebagai seniman batik kontemporer Malaysia.

Namun semakin ia mendalami batik, semakin banyak kisah keluarga yang terungkap.

Haris mengetahui bahwa keluarganya berasal dari Ahmedabad, India, sebelum bermigrasi ke Kelantan akibat situasi politik pada masa kolonial Inggris. Kakek buyutnya yang berdarah Pakistan kemudian membuka toko kain di Kota Bharu, Malaysia.

Di antara anggota keluarga itu, ada seorang paman buyut yang memiliki ketertarikan besar pada seni batik. Sosok inilah yang kemudian pergi ke Indonesia untuk mempelajari teknik membatik sebelum kembali ke Kelantan dan mengembangkan batik bergaya Indonesia di Malaysia.

Menurut Haris, pada masa itu Malaysia masih lebih banyak menggunakan teknik cap dibandingkan teknik lilin seperti yang berkembang di Indonesia. Bahkan beberapa alat cap batik didatangkan dari India. Baru pada tahun 1950-an teknik batik lilin mulai berkembang luas di Malaysia.

“Batik bergaya Indonesia dulu sempat populer di Malaysia sebelum akhirnya berkembang menjadi motif floral dan warna-warna cerah khas Malaysia,” katanya.

Penelusuran sejarah keluarga tersebut membuat Haris memahami bahwa batik bukan hanya karya seni, tetapi juga simbol perjalanan manusia, migrasi, dan percampuran budaya lintas negara.

Baginya, yang paling menarik adalah bagaimana keluarga berdarah Pakistan bisa melebur dengan budaya lokal Asia Tenggara melalui batik. Ia melihat seni sebagai ruang pertemuan identitas yang cair, bukan sesuatu yang dibatasi oleh ras atau negara.

Kini, karya-karya Haris banyak memadukan flora, fauna, serta mitologi Asia Tenggara dengan pendekatan modern. Salah satu karya yang paling ia banggakan adalah kain sarung yang menggambarkan perjalanan keluarganya menuju Malaysia.

Seniman Malaysia Haris Rashid menemukan jejak batik Indonesia dalam sejarah keluarganya lintas Pakistan, India, dan Kelantan.
Seniman Malaysia Haris Rashid menemukan jejak batik Indonesia dalam sejarah keluarganya lintas Pakistan, India, dan Kelantan.

Meski sebagian besar karya batiknya dibuat berdasarkan pesanan khusus, Haris tetap aktif bereksperimen dan menjalankan berbagai kolaborasi kreatif. Ia juga mengaku sang ibu menjadi sosok paling penting sekaligus kritikus terberat dalam perjalanan seninya. Kisah Haris Rashid menunjukkan bahwa batik bukan sekadar warisan budaya Indonesia atau Malaysia semata, melainkan bagian dari sejarah panjang pertukaran budaya di Asia. Dari tangan para perantau, pedagang, hingga seniman, batik terus bergerak melintasi batas geografis dan melahirkan identitas-identitas baru yang hidup hingga hari ini.

Sumber

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Batik dan sambal Indonesia tampil di ICIF Shenzhen sebagai simbol perpaduan budaya Tionghoa-Indonesia lintas generasi.

Batik dan Sambal Indonesia Curi Perhatian di ICIF Shenzhen, Simbol Perpaduan Budaya Tionghoa-Indonesia