https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in

Program Campuspreneur Dorong UMKM Mahasiswa Tembus Ritel Modern, 15 Usaha Teken LoI

Program Campuspreneur dorong 15 UMKM mahasiswa teken LoI dengan ritel modern, membuka peluang pasar lebih luas dan naik kelas.

Sebanyak 15 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mahasiswa dari Jawa Tengah berhasil mencatatkan langkah penting dalam pengembangan bisnis mereka. Melalui Program Campuspreneur, para pelaku usaha muda ini menandatangani letter of intent (LoI) dengan asosiasi dan pelaku ritel modern di Auditorium Universitas Sebelas Maret, Kamis (2/4).

Program yang diinisiasi oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia ini menjadi jembatan bagi UMKM mahasiswa untuk naik kelas dan menjajaki pasar ritel modern. Menteri Perdagangan Budi Santoso menilai penandatanganan LoI tersebut sebagai bukti bahwa produk UMKM mahasiswa tidak hanya kreatif, tetapi juga telah memenuhi standar awal pasar.

“Ini adalah langkah penting menuju kerja sama bisnis yang lebih konkret,” ujar Mendag.

Capaian ini tidak diraih secara instan. Para pelaku UMKM terlebih dahulu melalui proses kurasi produk yang difasilitasi bersama Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia. Dari total 30 peserta awal, hanya 15 UMKM yang lolos hingga tahap penandatanganan LoI.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Iqbal Shoffan Shofwan menjelaskan, LoI ini merupakan komitmen awal untuk membuka peluang kerja sama lebih luas. Selanjutnya, para pelaku usaha akan memasuki tahap lanjutan, mulai dari pemenuhan administrasi, peningkatan kapasitas produksi, hingga negosiasi dagang.

Menariknya, UMKM yang terpilih berasal dari berbagai sektor, mulai dari fesyen, kriya, hingga pangan olahan dan pertanian. Beberapa di antaranya seperti VersaLayer, BAJUBIJAK, hingga Agro Rice berhasil menarik minat peritel modern.

Salah satu kisah inspiratif datang dari VersaLayer, UMKM fesyen berbasis limbah tekstil. Pemiliknya, Mufida, mengaku bangga atas pencapaian tersebut. Baginya, keberhasilan ini menjadi titik awal untuk membawa produknya menembus pasar yang lebih luas sekaligus mengubah stigma terhadap produk berbahan limbah.

“Ini bukti bahwa kami bisa berkembang lebih jauh dan membawa nilai baru dari sesuatu yang sering dianggap tidak bernilai,” ungkapnya.

Program Campuspreneur sendiri tidak hanya berhenti pada kurasi, tetapi juga memberikan pendampingan menyeluruh, mulai dari penguatan branding, desain kemasan, hingga perizinan usaha. Melalui pendekatan ini, pemerintah berharap UMKM mahasiswa dapat lebih siap bersaing di pasar modern.

Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya melalui inovasi dan kewirausahaan berbasis kampus.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Kemenperin bentuk LSP Verifikator TKDN untuk perkuat sertifikasi, tata kelola, dan daya saing industri nasional.

Kemenperin Bentuk LSP Verifikator TKDN, Perkuat Sertifikasi dan Daya Saing Industri Nasional

Musikal Pasar Dangdoet di TIM tampilkan kreativitas mahasiswa angkat budaya dangdut jadi teater modern penuh pesan sosial.

Musikal Pasar Dangdoet SEMESTA Berdendang, Kreativitas Mahasiswa Angkat Dangdut ke Panggung Modern