https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in

Festival Berbudaya 2026 Disiapkan, Fadli Zon Dorong Kolaborasi Budaya Internasional

Festival Berbudaya 2026 disiapkan sebagai ajang kolaborasi budaya global, Kemenbud dukung inisiatif komunitas kreatif Indonesia.

Upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat kebudayaan dunia terus digencarkan melalui berbagai inisiatif kolaboratif. Salah satunya terlihat dalam audiensi antara Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, dengan perwakilan penyelenggara Festival Berbudaya, Fakhri Bagus Pratama, yang berlangsung di kantor Kementerian Kebudayaan di Jakarta.

Festival Berbudaya hadir sebagai inisiatif berbasis komunitas yang bertujuan memperkuat peran Indonesia sebagai tuan rumah kegiatan budaya bertaraf internasional. Tak hanya itu, festival ini juga dirancang untuk mendorong kolaborasi lintas negara dalam bidang kebudayaan, sekaligus memperluas jejaring kerja sama global.

Rangkaian Festival Berbudaya akan digelar secara bertahap. Tahap awal dimulai dengan kegiatan berskala nasional sebagai bentuk sosialisasi dan penguatan partisipasi publik. Berbagai agenda seperti pertunjukan musik, pameran karya budaya, hingga pelibatan komunitas serta pelaku UMKM akan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem festival. Puncak acara internasionalnya sendiri direncanakan berlangsung pada akhir tahun 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Fadli Zon menegaskan bahwa pemerintah menyambut baik inisiatif dari komunitas budaya. Ia menekankan pentingnya kesiapan konsep program, tata kelola yang baik, serta dampak nyata bagi keberlanjutan ekosistem kebudayaan nasional.

Menurutnya, dukungan pemerintah terhadap program kebudayaan tidak diberikan secara sembarangan, melainkan melalui mekanisme yang terukur, termasuk proses kurasi dan pemenuhan aspek administratif. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap program mampu memberikan kontribusi yang signifikan.

Sementara itu, Fakhri Bagus Pratama menyampaikan harapannya agar Festival Berbudaya dapat menjadi ruang kolaborasi lintas negara bagi para pelaku seni dan budaya. Ia juga menilai festival ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang terbuka, inklusif, dan berdaya saing di panggung global.

Dalam kesempatan yang sama, Kementerian Kebudayaan turut memaparkan berbagai peluang dukungan bagi komunitas budaya, mulai dari program Manajemen Talenta Nasional (MTN), penguatan ekosistem festival, hingga skema pendanaan yang dapat diakses melalui proses seleksi dan kurasi.

Audiensi ini juga dihadiri oleh Staf Ahli bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Annisa Rengganis, serta Direktur Pengembangan Budaya Digital, Andi Syamsu Rijal, yang turut memberikan perspektif strategis terkait penguatan diplomasi budaya Indonesia.

Melalui pertemuan ini, Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya untuk terus membangun sinergi dengan komunitas, pelaku seni, dan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong kemajuan kebudayaan nasional sekaligus memperluas pengaruh Indonesia dalam jejaring diplomasi budaya internasional.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Kunjungan museum dan cagar budaya saat Lebaran 2026 capai 551 ribu, tren wisata edukatif makin diminati masyarakat Indonesia.

Lonjakan Wisata Budaya Saat Lebaran 2026, Kunjungan Museum dan Cagar Budaya Tembus 551 Ribu

Kemendag gelar kurasi UMKM mahasiswa lewat Campuspreneur, dorong produk kampus masuk ritel modern dan pasar lebih luas.

Program Campuspreneur Dorong UMKM Mahasiswa Tembus Ritel Modern Lewat Kurasi Produk