https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in

Wajib Belajar 13 Tahun, Wali Kota Munjirin Tekankan Sinergi Cegah Anak Putus Sekolah

Pemkot Jaktim dorong wajib belajar 13 tahun. Munjirin ajak kolaborasi cegah anak putus sekolah dan perluas akses pendidikan merata.

Jakarta – Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, membuka kegiatan Sosialisasi Advokasi kepada Pemerintah Daerah dalam rangka dukungan kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun di Jakarta Timur. Program ini menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan hingga jenjang menengah atas.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pola Sri Gunting, Blok A Lantai 2 Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Senin (4/5/2026), dihadiri Kepala Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi DKI Jakarta Guritno Wahyu Wijanarko, Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Kota Administrasi Jakarta Timur Achmad Salahuddin, Bunda PAUD Kota Administrasi Jakarta Timur Essie Feransie Munjirin, para Bunda PAUD dari 10 kecamatan, serta perwakilan Bunda PAUD kelurahan.

Acara ini juga dirangkai dengan penandatanganan komitmen bersama antara BPMP DKI Jakarta, Pemerintah Daerah, Dinas Pendidikan, serta Bunda PAUD Kota Jakarta Timur. Komitmen tersebut menegaskan sinergi dalam pelaksanaan Program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah serta penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di wilayah Jakarta Timur.

Dalam sambutannya, Munjirin menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di Jakarta Timur.

“Kami berharap melalui kebijakan ini tidak ada lagi anak usia sekolah yang tertinggal atau putus sekolah. Semua harus mendapatkan akses pendidikan yang adil, merata, dan berkualitas,” ujar Munjirin.

Ia menambahkan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Peran aktif Tim Penggerak PKK, Dasawisma, serta unsur masyarakat dinilai penting, terutama dalam pendataan dan verifikasi langsung terhadap anak yang berpotensi putus sekolah.

Selain itu, isu perundungan (bullying) juga menjadi perhatian bersama sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif.

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung implementasi kebijakan tersebut melalui penguatan program serta alokasi anggaran di sektor pendidikan. Peningkatan kualitas tenaga pendidik juga menjadi fokus guna menunjang mutu pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, Munjirin mengajak seluruh pihak, baik dari unsur pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat, untuk berperan aktif menyukseskan program Wajib Belajar 13 Tahun.

“Dengan semangat kebersamaan, kita optimistis dapat mewujudkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tandasnya.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Hardiknas 2026 di Jaktim jadi momentum refleksi pendidikan. Wali Kota Munjirin ajak kolaborasi wujudkan pendidikan inklusif bermutu.

Hardiknas 2026 Jakarta Timur: Munjirin Tekankan Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Bermutu

Batik Tuban atau Gedog, warisan tekstil autentik dari Jawa Timur dengan proses tenun hingga batik manual dan filosofi budaya mendalam.

Batik Tuban, Warisan Unik yang Masih Bertahan