Suasana hangat dan penuh warna memenuhi Aula Universitas Sakarya pada Jumat malam saat para pelajar dan mahasiswa Indonesia menampilkan beragam budaya Nusantara dalam pentas bertajuk “Muhtesem Endonezya”. Bahkan ada belajar batik. Acara yang berarti “Indonesia Luar Biasa” dalam bahasa Turki itu kembali digelar untuk keempat kalinya oleh PPI Sakarya, PPI Turki, serta berbagai elemen masyarakat Indonesia yang menetap di kota tersebut.
Pentas budaya ini bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga menjadi wadah diplomasi budaya yang mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Turki. “Muhtesem Endonezya bukan sekadar panggung hiburan. Ini panggung budaya, panggung jati diri Indonesia, panggung kreatif anak muda Indonesia,” ujar Duta Besar RI untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, dalam sambutannya.
Tahun ini, lebih dari 500 pengunjung hadir, termasuk Wakil Rektor Universitas Sakarya, pejabat pemerintah daerah, hingga perwakilan universitas-universitas mitra. Para mahasiswa Indonesia menyuguhkan pertunjukan artistik seperti Tari Saman, Tari Kipas, Tari Gandrung, Tari Kecak, dan silat yang dikemas dalam drama dengan tokoh utama bernama “Arsa”. Setiap tarian membawa penonton menyusuri ragam karakter budaya Nusantara yang kaya dan dinamis.
Dalam sambutan lainnya, Dubes Rizal menegaskan nilai perjuangan yang sama antara Indonesia dan Turki. Ia menekankan cita-cita kedua bangsa untuk maju bersama dan membangun dunia yang lebih adil serta sejahtera, sekaligus menunjukkan solidaritas terhadap perjuangan bangsa Palestina.
Menjelang puncak acara, PPI Sakarya juga menggelar workshop “Batik x Ebru”, sebuah kolaborasi unik antara teknik membatik Indonesia dan seni pola khas Turki, Ebru. Pelatihan ini menjadi simbol kerja sama budaya yang harmonis, sekaligus memperlihatkan bagaimana kreativitas mahasiswa dapat menjadi jembatan interaksi sosial lintas bangsa.
Saat ini, terdapat lebih dari 5.300 mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di berbagai kota di Turki, dan Sakarya menjadi salah satu destinasi favorit dengan lebih dari 700 mahasiswa Indonesia tinggal dan belajar di kota tersebut. Melalui kegiatan seperti Muhtesem Endonezya, komunitas pelajar Indonesia di Turki terus memperkuat identitas budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan seni Nusantara kepada publik internasional.
Gelaran ini bukan hanya malam seni, tetapi juga malam keakraban—tempat mimpi, perjuangan, dan kebanggaan Indonesia dipertunjukkan di panggung dunia.

