BITUNG — Suasana peringatan Hari KORPRI ke-54 di Lapangan Kantor Walikota Bitung mendadak menjadi lebih berwarna ketika Pemerintah Kota Bitung resmi meluncurkan Batik Harmoni, motif batik terbaru yang dirancang sebagai identitas budaya daerah sekaligus simbol kerukunan masyarakat pesisir.

Ketua TP PKK Bitung, Ny. Ellen Honandar Sondakh, menyerahkan contoh kain Batik Harmoni kepada Walikota Bitung, Hengky Honandar, SE, dalam prosesi simbolis yang disambut meriah para peserta upacara. Tak lama setelahnya, Walikota, Forkopimda, dan ratusan ASN memamerkan batik bermotif khas tersebut, membuat suasana lapangan terasa semakin semarak.
Batik Harmoni mengangkat unsur laut, flora-fauna endemik Sulawesi Utara, serta karakter masyarakat pesisir yang inklusif. Walikota Hengky menegaskan bahwa batik ini akan didorong sebagai simbol jati diri Bitung, termasuk rencana menjadikannya seragam resmi ASN.
Selain memperkuat identitas budaya, peluncuran ini juga menjadi dorongan besar bagi ekonomi kreatif lokal. Dengan melibatkan UMKM dalam proses produksi, pemerintah berharap Batik Harmoni membuka ruang baru bagi desainer muda dan pelaku usaha batik di Bitung.
Pemerintah Kota Bitung optimistis Batik Harmoni tidak hanya menjadi ikon daerah, tetapi juga mampu bersaing di pasar regional dan nasional.

