https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in

Pengelola RPTRA Jangan Sekadar Jaga Taman, Kini Dituntut Jadi Agen Lingkungan dan Konten Kreator

Pemkot Jakarta Timur mendorong pengelola RPTRA menjadi agen edukasi lingkungan dengan kemampuan public speaking dan media sosial.
Pemkot Jakarta Timur mendorong pengelola RPTRA menjadi agen edukasi lingkungan dengan kemampuan public speaking dan media sosial.

Jakarta – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur mendorong transformasi peran pengelola Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Tidak lagi hanya bertugas menjaga fasilitas publik, para pengelola kini dituntut menjadi agen edukasi lingkungan sekaligus komunikator yang mampu memanfaatkan media sosial untuk mengedukasi masyarakat.

Arahan tersebut disampaikan Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin saat membuka Pertemuan Rutin (Pertin) Pengelola RPTRA di Ruang Serbaguna Bambu Apus, Blok C, Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Senin (27/7/2026).

Menurut Munjirin, pengelola RPTRA memiliki posisi strategis karena setiap hari berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kondisi tersebut menjadikan mereka sebagai garda terdepan dalam menyampaikan edukasi mengenai pengelolaan lingkungan, terutama terkait pemilahan sampah dari sumbernya.

“Pengelola RPTRA memiliki peran strategis sebagai agen edukasi lingkungan karena setiap hari berinteraksi langsung dengan masyarakat. Oleh sebab itu, mereka diharapkan mampu menjadi contoh dalam membiasakan pemilahan sampah dari sumber serta mengedukasi warga agar sampah dapat dikelola menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis,” ujar Munjirin.

Ia menjelaskan, peningkatan volume sampah akibat tingginya aktivitas masyarakat dan penggunaan produk sekali pakai menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Karena itu, edukasi mengenai pengelolaan sampah dinilai harus dimulai dari lingkungan terdekat melalui peran aktif pengelola RPTRA.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kota Administrasi Jakarta Timur Essie Feransie Munjirin. Pertemuan rutin diselenggarakan oleh Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Kota Administrasi Jakarta Timur bekerja sama dengan Suku Dinas Lingkungan Hidup, Tim Penggerak PKK Kota Administrasi Jakarta Timur, dan Cyber University.

Sejumlah narasumber turut memberikan pembekalan, di antaranya Dico dari Digital Creative Community, Tsabit, Ridan, serta Penyuluh Sosial Masyarakat (PSM) Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Timur, Nurlita Prahastuti.

Selain mendapatkan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah dan implementasi Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2025 tentang Gerakan Pilah Sampah dari Sumbernya, para peserta juga mengikuti pelatihan public speaking dan manajemen media sosial.

Menurut Munjirin, kemampuan komunikasi menjadi kebutuhan penting bagi pengelola RPTRA agar mampu menyampaikan berbagai program pemerintah secara efektif sekaligus membangun partisipasi masyarakat.

“Materi tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan pengelola RPTRA dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, membangun komunikasi yang efektif, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi dan publikasi berbagai program serta kegiatan RPTRA,” jelasnya.

Pelatihan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengelola RPTRA dalam membangun citra positif ruang publik melalui konten-konten edukatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur berharap pengelola RPTRA semakin profesional, inovatif, dan adaptif menghadapi perkembangan zaman. RPTRA diharapkan tidak hanya menjadi ruang bermain yang aman dan ramah bagi anak, tetapi juga berkembang sebagai pusat edukasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Dengan penguatan kompetensi di bidang lingkungan, komunikasi, dan teknologi digital, RPTRA diharapkan mampu menjadi contoh bagaimana ruang publik dapat berperan aktif dalam membangun masyarakat yang lebih peduli terhadap kebersihan, lebih melek informasi, dan lebih siap mewujudkan Jakarta Timur yang bersih, sehat, serta berkelanjutan.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Revitalisasi Tugu Koperasi Tasikmalaya disiapkan menjadi cagar budaya nasional sekaligus destinasi sejarah dan wisata edukasi.

Tugu Koperasi Tasikmalaya Tak Lagi Sekadar Monumen, Bakal Disulap Jadi Destinasi Sejarah Nasional

Pemerintah meluncurkan Program Pemberdayaan IKM Hijau 2026 agar jutaan IKM lebih berdaya saing, efisien, dan siap pasar global.

IKM Indonesia Terancam Tersingkir Jika Tak Go Green, Pemerintah Luncurkan Program Transformasi Nasional