https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in

IKM Indonesia Terancam Tersingkir Jika Tak Go Green, Pemerintah Luncurkan Program Transformasi Nasional

Pemerintah meluncurkan Program Pemberdayaan IKM Hijau 2026 agar jutaan IKM lebih berdaya saing, efisien, dan siap pasar global.
Pemerintah meluncurkan Program Pemberdayaan IKM Hijau 2026 agar jutaan IKM lebih berdaya saing, efisien, dan siap pasar global.

Jakarta – Transformasi menuju industri hijau kini bukan lagi sekadar tren, melainkan menjadi syarat utama agar produk Indonesia tetap mampu bersaing di pasar global. Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Perindustrian meluncurkan Program Pemberdayaan IKM Hijau Tahun 2026 untuk mempercepat transformasi jutaan industri kecil dan menengah (IKM) di seluruh Indonesia menuju praktik usaha yang lebih berkelanjutan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, perubahan lanskap industri dunia membuat pelaku usaha tidak lagi cukup mengandalkan kualitas produk dan efisiensi biaya produksi. Aspek keberlanjutan kini menjadi indikator penting dalam rantai pasok global.

“Konsumen dan pelaku usaha global kini semakin memperhatikan aspek keberlanjutan dalam setiap rantai pasoknya. Oleh karena itu, transformasi menuju industri hijau bukan lagi sekadar pilihan, melainkan menjadi kebutuhan strategis bagi pelaku industri nasional, termasuk pelaku IKM,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (23/7).

Menurutnya, tantangan perubahan iklim, perkembangan teknologi, dinamika perdagangan internasional, hingga meningkatnya standar keberlanjutan menjadi sinyal bahwa daya saing industri masa depan ditentukan oleh cara sebuah produk diproduksi, bukan hanya hasil akhirnya.

Karena itu, pemerintah berkomitmen memastikan transformasi industri hijau tidak hanya dinikmati perusahaan besar, tetapi juga dapat diakses jutaan pelaku IKM melalui program pendampingan, penguatan kapasitas, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Sebagai implementasi komitmen tersebut, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) meluncurkan Program Pemberdayaan IKM Hijau 2026 yang dirancang sebagai jembatan antara kebijakan nasional dan kebutuhan nyata pelaku usaha di lapangan.

Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita mengatakan program tersebut mengusung konsep HIJAU, yang merupakan akronim dari Hemat, Inovatif, Jejaring, Adaptif, dan Unggul. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membantu pelaku IKM menerapkan praktik usaha yang efisien, ramah lingkungan, sekaligus meningkatkan daya saing.

“Program tersebut dirancang sebagai jembatan antara kebijakan nasional mengenai industri hijau dengan kebutuhan nyata pelaku IKM di lapangan melalui panduan implementasi yang sederhana, aplikatif, dan dilakukan secara bertahap,” kata Reni.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2024 terdapat sekitar 4,45 juta unit IKM atau 99,79 persen dari total unit usaha industri nasional. Dengan jumlah sebesar itu, transformasi menuju industri hijau dinilai akan memberikan dampak signifikan terhadap pembangunan industri nasional.

Selain meningkatkan efisiensi produksi dan memperluas akses pasar, penerapan praktik IKM Hijau juga membuka peluang memperoleh green financing, memperkuat posisi IKM dalam rantai pasok nasional maupun global, serta meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk Indonesia.

Untuk mendukung implementasi program, Ditjen IKMA meluncurkan Buku Saku Pedoman Aktivitas Transformasi IKM Hijau dan Buku Program Pemberdayaan IKM Hijau sebagai panduan praktis bagi pelaku usaha. Pemerintah juga menetapkan 29 aktivitas hijau, terdiri atas 14 aktivitas teknis dan 15 aktivitas manajemen yang dapat dipilih sesuai karakteristik usaha masing-masing.

Pelaksanaan program dimulai pada 2026 melalui tahapan sosialisasi, seminar, kurasi peserta, hingga pendampingan teknis. Peserta akan mendapatkan pembekalan mengenai Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI), implementasi aktivitas hijau, penguatan kapasitas digital, serta penyusunan strategi bisnis berkelanjutan. Pada 2027, peserta akan memperoleh pendampingan lanjutan dalam penyusunan laporan keberlanjutan.

Selain akses terhadap pembiayaan hijau, peserta juga akan diprioritaskan mengikuti berbagai program strategis Ditjen IKMA, seperti restrukturisasi mesin, business matching, hingga promosi produk. Melalui langkah ini, pemerintah berharap lahir lebih banyak IKM hijau yang mampu menjadi contoh transformasi industri nasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Pemkot Jakarta Timur mendorong pengelola RPTRA menjadi agen edukasi lingkungan dengan kemampuan public speaking dan media sosial.

Pengelola RPTRA Jangan Sekadar Jaga Taman, Kini Dituntut Jadi Agen Lingkungan dan Konten Kreator

Mendag Budi Santoso mendorong UMKM Yogyakarta memperluas pasar ekspor melalui business matching, TEI, dan jaringan dagang RI.

UMKM Jangan Puas di Pasar Lokal, Mendag Tantang Pengusaha Yogya Tembus Ekspor Dunia