https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in

Peluang Ekspor ke 7 Pasar Nontradisional Lewat Business Networking InaExport

Kemendag fasilitasi jejaring bisnis ke 7 pasar nontradisional, dorong ekspor produk unggulan Indonesia ke pasar global baru.

Upaya memperluas pasar ekspor Indonesia terus digencarkan oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dengan menjajaki pasar nontradisional. Salah satunya melalui kegiatan business networking yang mempertemukan eksportir Indonesia dengan perwakilan diplomatik dari tujuh negara potensial, yakni Mozambik, Fiji, Laos, Brasil, Uruguay, Oman, serta Hong Kong.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Permanent Trade Exhibition, Jakarta Pusat ini menghadirkan empat perusahaan eksportir anggota InaExport untuk mempresentasikan produk unggulan mereka secara langsung kepada para mitra internasional.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi jembatan strategis untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan pasar global yang belum tergarap optimal.

“Pertemuan ini membuka peluang bagi eksportir Indonesia untuk mengeksplorasi kerja sama dagang dengan mitra dari pasar nontradisional yang potensinya sangat besar,” ujarnya.

Empat perusahaan yang terlibat menampilkan beragam produk unggulan, mulai dari alas kaki produksi PT Queen Pacific Sukses Abadi, alat kesehatan seperti jarum suntik sekali pakai dari PT Oneject Indonesia, produk kerajinan bernilai seni dari PT Allana Maju Berdaya, hingga produk makanan dan minuman inovatif berbahan salak dari PT Salaku Cara Enak Makan Salak.

Menurut Puntodewi, produk-produk tersebut memiliki potensi besar untuk menembus pasar di kawasan Afrika, Asia Tenggara, Amerika Latin, hingga Timur Tengah, seiring meningkatnya permintaan terhadap produk berkualitas dari Indonesia.

Antusiasme juga datang dari perwakilan negara mitra. Sekretaris Pertama Kedutaan Besar Laos, Vonekham Singkhamvongsa, mengapresiasi kualitas dan keragaman produk Indonesia yang dipamerkan. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya menguntungkan pelaku usaha, tetapi juga membantu perwakilan diplomatik memahami potensi produk Indonesia secara lebih mendalam.

Dari sisi pelaku usaha, kegiatan ini dinilai membuka peluang baru untuk memperluas jaringan dan menjangkau pasar ekspor yang lebih luas. Titin Dwi Isnaini dari PT Allana Maju Berdaya menyampaikan bahwa forum ini memberikan kesempatan untuk membangun relasi jangka panjang, baik dengan sesama eksportir maupun mitra dagang internasional.

Hal senada disampaikan Surianti yang melihat peluang besar untuk memperluas pasar ke negara-negara dengan permintaan tinggi. Ia berharap dukungan fasilitasi ekspor terus ditingkatkan agar produk Indonesia semakin kompetitif di pasar global.

Sementara itu, perwakilan PT Oneject Indonesia, Dimas, menekankan pentingnya kehadiran regulator dari negara tujuan dalam kegiatan serupa, khususnya untuk produk alat kesehatan yang memerlukan standar teknis tinggi. Melalui kegiatan ini, Kemendag menegaskan komitmennya untuk terus membuka akses pasar baru dan memperkuat posisi produk Indonesia di kancah internasional. Jejaring bisnis dengan pasar nontradisional diharapkan menjadi strategi efektif dalam mendorong pertumbuhan ekspor nasional secara berkelanjutan.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Fadli Zon dorong diplomasi budaya RI-Uzbekistan lewat revitalisasi Imam Bukhari, film sejarah, dan kerja sama pariwisata religi

Diplomasi Budaya Indonesia–Uzbekistan Lewat Revitalisasi Makam Imam Bukhari di Samarkand

Pasar Sidayu Gresik diresmikan Kemendag, hadir sebagai pasar modern, nyaman, dan berpotensi jadi destinasi wisata.

Pasar Tematik Industri Sidayu Gresik Transformasikan Pasar Rakyat Jadi Destinasi Wisata