in

Pariwisata Trisakti Perkuat Kolaborasi lewat IKAPTRI Tourism Fair 2027

Pariwisata Trisakti memperkuat kolaborasi ekosistem pariwisata melalui IKAPTRI Tourism Fair 2027 pada 29–30 Januari 2027.
Pariwisata Trisakti memperkuat kolaborasi ekosistem pariwisata melalui IKAPTRI Tourism Fair 2027 pada 29–30 Januari 2027.

Jakarta – Ikatan Alumni Pariwisata Trisakti (IKAPTRI) resmi memperkenalkan IKAPTRI Tourism Fair 2027, sebuah platform kolaborasi yang mempertemukan alumni, pelaku industri, pemerintah, akademisi, komunitas, kreator, serta pemangku kepentingan pariwisata.

Mengusung tema “Alumni Bersatu, Pariwisata Berdaya dan Berkelanjutan”, kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 29–30 Januari 2027 di ARTOTEL Gelora Senayan, Jakarta. IKAPTRI Tourism Fair 2027 dirancang tidak hanya sebagai pameran pariwisata, tetapi juga ruang untuk memperkuat pengetahuan, kolaborasi, keberlanjutan, dan kreativitas dalam ekosistem pariwisata.

Ketua Umum IKAPTRI Dr. Catur Prasetyo mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyatukan kekuatan alumni sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan industri dan berbagai unsur ekosistem pariwisata.

Menurutnya, semangat alumni tidak berhenti pada pertemuan, tetapi diarahkan untuk menciptakan dampak dan berkontribusi terhadap perkembangan pariwisata Indonesia.

IKAPTRI Tourism Fair 2027 juga memanfaatkan jejaring alumni Institut Pariwisata Trisakti yang telah berkembang selama lebih dari lima dekade. Para alumni disebut telah berkiprah di berbagai bidang industri pariwisata. Jejaring tersebut diharapkan dapat menghubungkan pengalaman, pengetahuan, inovasi, dan peluang lintas generasi.

Dalam pelaksanaannya, IKAPTRI Tourism Fair 2027 menghadirkan empat rangkaian utama, yakni Tourism Fair, Travel Mart, Creator Festival, dan Sustainability Expo. Keempat program tersebut dirancang untuk mempertemukan pelaku usaha dan industri pariwisata, destinasi, travel operator, hospitality, pemerintah dan tourism board, institusi pendidikan, komunitas, hingga generasi kreatif.

Ketua Pelaksana IKAPTRI Tourism Fair 2027, Setiawati Handimuljana, mengatakan rangkaian acara tersebut diharapkan menjadi ruang yang memungkinkan peserta bertemu, belajar, bertukar ide, menemukan peluang, dan membangun kolaborasi.

“Tourism Fair, Travel Mart, Creator Festival, dan Sustainability Expo” dirancang sebagai rangkaian yang saling terhubung sehingga peserta dapat menemukan nilai dan peluang kolaborasi yang relevan.

Adapun Tourism Fair akan menjadi ruang eksplorasi produk, destinasi, dan potensi pariwisata Indonesia. Travel Mart mempertemukan buyer dan seller untuk membuka peluang bisnis dan konektivitas industri. Sementara itu, Creator Festival mengangkat kreativitas, storytelling, serta peran generasi digital dalam promosi pariwisata.

Program keempat, Sustainability Expo, menjadi ruang untuk memperkenalkan inisiatif, inovasi, dan praktik yang mendukung pariwisata yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Melalui penyelenggaraan tersebut, IKAPTRI Tourism Fair 2027 diharapkan tidak hanya menghadirkan peluang bisnis dan networking, tetapi juga mendorong pertukaran pengetahuan, promosi destinasi, pengembangan talenta, inovasi kreatif, serta kesadaran terhadap praktik pariwisata berkelanjutan.

IKAPTRI menargetkan kegiatan selama dua hari tersebut menjadi awal kolaborasi yang lebih panjang dan memberikan dampak bagi ekosistem pariwisata Indonesia.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Batik tulis kembali mendapat tempat sebagai produk eksklusif setelah tertekan perkembangan batik cap dan printing sejak abad ke-20.

Batik Tulis Kembali Eksklusif, Bukti Ketahanan Budaya di Tengah Tekanan Printing

Batik remekan Ngantang memiliki enam tahap produksi, dengan proses remekan manual yang menghasilkan motif retak khas pada kain batik tulis.

Batik Remekan Ngantang Punya Enam Tahap Produksi, dari Pencucian hingga Penglorodan