https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

KOMARUDIN KUDIYA: IMPOR PRODUK TEKSTIL MOTIF BATIK MERUSAK BANGET!

Ketua APPBI Komarudin Kudiya

Kontraksi penurunan penjualan batik dan wastra Nusantara yang dihasilkan oleh para perajin masih terus berlangsung. Berbagai upaya tengah dilakukan baik dari pihak perajin, pengusaha, asosiasi / organisasi, pemerintah daerah, hingga pemerintah pusat.

Ketua APPBI Komarudin Kudiya
Ketua APPBI Komarudin Kudiya

Hal ini ditambah dengan kehadiran tekstil impor motif batik yang membanjiri pasar batik dalam negeri, menambah upaya lebih untuk membangkitkan batik tetap ada sebagai produk komoditas berlatar budaya.

Ditemui di event CSR Oreo Berbagi di Aston Cirebon (11/11), Ketua Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APPBI) Komarudin Kudiya mengutarakan harapannya terhadap masa depan batik Indonesia.

“Memang semua di dunia wastra ini, wastra tekstil ya, sedang mengalami kontraksi penurunan yang sangat, ditambah lagi itu tadi import produk tekstil dari luar negeri luar biasa merusak banget. Coba bayangkan, 1 meter kain dengan corak batik itu dihargai Rp15.000 di pedagang…” sergah Ketua Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia Komarudin Kudiya.

Ia menyayangkan tekstil impor yang dimaksud tersebut merupakan repro motif batik yang ada di Indonesia. Dengan kemampuan produksi massal dan bukan diproses dengan cara membatik pada umumnya, tekstil ini dikhawatirkan bisa merubah persepsi pasar bahwa batik itu motifnya bukan prosesnya.

“Jumlahnya itu berpuluh-puluh ribu kontainer membawa tekstil tersebut. Dengan panjang 2,5 meter, harga per meternya Rp15.000, dan motifnya hampir semuanya adalah motif batik tradisional, sudah kita mau apa lagi?”

Upaya-upaya yang dilakukan dalam hal ini dijelaskan lebih lanjut oleh Komarudin Kudiya, yakni semua elemen organisasi dan instansi terkait usaha kriya Nasional harus melibatkan diri dalam sosialisasi batik sesungguhnya.  

Alhamdulillah makanya kita selalu mengedukasi, memberikan sosialisasi tentang apa itu batik, apa tekstil bercorak batik. Ini karena banyak generasi muda batik yang hampir lupa menyampaikan, makanya kita teruskan ke APBBI, P3BC agar terus mengedukasi biar generasi muda mengerti bahwa yang ini batik, yang ini tekstil bercorak batik. Kenapa? Kalau tekstil bercorak batik itu nggak memiliki rasa kebanggaan, orang lain juga akan memakai kain yang sama. Kalau batik, coba lihat, satu tema saja bisa menjadi batik yang sangat indah.”

Batik Merawit

Komarudin Kudiya dan istri
Komarudin Kudiya dan istri

Penurunan penjualan batik Cirebon terjadi 30 – 40 persen. Namun kondisi ini tidak boleh menyurutkan pembatik Cirebon untuk tetap berproduksi.

“Sebenarnya kalau sekarang itu antara 30-40 persen. Tinggi banget itu. Kalau misalnya dalam total rupiah, itu triliun juga akhirnya. Kita akan tetap bisa mendominasi batik-batik yang lain. Karena keunggulan dari batik Cirebon itu bukan hanya salah satu motif saja. Kebetulan saya disertasi waktu mengambil program dokternya, itu batik keraton Cirebon. Dan batik keraton Cirebon itu memiliki 70 ragam hias batik khas yang saya sudah daftarkan di EBT-nya. EBT itu Ekspresi Budaya Tradisional.”

Karena besar dari Cirebon, Komarudin Kudiya berusaha maksimal membangun kembali image Cirebon sebagai wilayah sentra pembatikan Nasional.

“Mohon doanya tinggal beberapa hari lagi Cirebon akan mendapatkan indikasi geografis batik Merawit. Jadi di Indonesia ini sudah ada lima yang mendahului termasuk di Indramayu dengan Complongan, di Jogja dengan Nitik, kemudian juga Bengkulu dengan batik besurek, nah Cirebon Insya Allah dalam bulan ini bisa mendapatkannya.

Indikasi geografis batik Merawit yang tengah diajukan untuk mendapatkan sertifikatnya, merupakan teknik khas masyarakat perajin batik yang ada di Cirebon. 

“Merawit itu apa? Merawit adalah membuat goresan dengan goresan yang tipis sekali dengan latar yang terang. Jadi garisnya itu kecil, tipis, tapi background-nya itu adalah latar putih atau latar krem. Jadi menunjukkan bahwa itu adalah tingkat kerumitan yang sangat tinggi dalam batik.”

Upaya-upaya ini diharapkan olehnya sebagai bentuk apresiasi terhadap perajin batik Cirebon dengan tujuan menggiatkan kembali produksi batik Cirebon dengan segala kekhasannya.

Batik impor dari Cina kini membanjiri pasar Indonesia. Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, mengatakan batik impor itu telah mempengaruhi penjualan industri batik dalam negeri.

Indikasi penurunan penjualan batik ini antara lain terlihat dari kinerja ekspor batik yang merosot pada kuartal II-2024. Kemenperin mencatat, ekspor batik pada periode ini anjlok sebesar 8,39 persen secara tahunan (yoy).

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Walikota Jakarta Timur Buka STQH XXVIII Tingkat Provinsi DKI Jakarta

BUKA STQH XXVIII TINGKAT PROVINSI DKI JAKARTA, INI HARAPAN WALIKOTA JAKTIM

tenun troso Jepara

Tenun Troso Jepara