https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in

Tenun Troso Jepara

Tenun Troso adalah kain tenun ikat khas Jepara, Jawa Tengah yang berasal dari Desa Troso, Kecamatan Pecangaan. Kerajinan tenun ini sudah ada sejak tahun 1935 dan merupakan tradisi turun-temurun dari keluarga. 

Tenun Troso bermula dari Nyi Senu, seorang tokoh di Desa Troso yang memiliki keterampilan membuat kain tenun. Nyi Senu mengajari warga cara membuat kain tenun, dan keterampilan ini diwariskan secara turun-temurun. 

Cara pembuatan tenun Troso masih menggunakan cara tradisional, yaitu dengan pengetetan dan pewarnaan benang, penjemuran, penataan sesuai motif, penarikan benang dengan alat bum, dan pencucukan. 

Motif awal tenun Troso adalah motif lompong (talas) dan motif daun cemara. Seiring waktu, motif-motif lain dikembangkan dengan cerita atau filosofi yang berbeda-beda. 

Awalnya, alat tenun Troso menggunakan alat tenun gedog, kemudian sekitar tahun 1943 mulai berkembang menjadi alat tenun pancal, dan pada tahun 1946 beralih menjadi Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). 

Pasar utama tenun ikat Troso adalah Pulau Bali, dan sisanya ke beberapa kota seperti Yogjakarta, Jakarta, Solo, dan Pekalongan. 

Harga per potong kainnya bervariasi dari harga Rp 135 ribu hingga Rp 500 ribu untuk kain katun dan Rp 500 ribu hingga Rp 3 juta untuk jenis kain sutra.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Ketua APPBI Komarudin Kudiya

KOMARUDIN KUDIYA: IMPOR PRODUK TEKSTIL MOTIF BATIK MERUSAK BANGET!

Perbedaan Kain Colet dan Kain Batik

PERBEDAAN KAIN LUKIS DAN KAIN BATIK