https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

KUAT KARENA BERSATU, KIPRAH PAGUYUBAN PERAJIN DAN PENGUSAHA BATIK CIREBON (P3BC) YANG DIBENTUK DI MASA PANDEMI

Di masa pandemi tengah berlangsung, Paguyuban Perajin dan Pengusaha Batik Cirebon (P3BC) berdiri, tepatnya 21 Desember 2020. Ketuanya adalah Heri Kismo Rusima, seorang perajin dan pengusaha batik Cirebon.

Heri Kismo Rusima, Ketua Paguyuban Perajin dan Pengusaha Batik Cirebon

Heri menceritakan pembentukan paguyuban tersebut untuk mengatasi situasi pasar batik Cirebon yang tengah terdampak penjualannya akibat pandemi.

“Itu masa pandemi waktu itu. Waktu pandemi, kita konsolidasi. Ternyata yang bisa menyelamatkan dari pandemi itu karena kita kuat karena bersatu,” sergahnya.

Paguyuban Perajin dan Pengusaha Batik Cirebon diakuinya tidak lepas dari peran Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APPBI) yang menginisiasi terbentuknya organisasi mereka tersebut.

“Pak Haji Komar (Komarudin Kudiya) ketua APBBI sudah menginisiasi di tiap kota supaya kita saling menguatkan. Seluruh pengusaha batik harus ada asosiasinya minimal di satu kabupaten. Jadi kita nanti bisa saling berkolaborasi antar pengusaha batik seluruh Indonesia. Karena ada wadah P3BC.”

Di masa pandemi, program-program yang dilakukan P3BC antara lain adalah saling silang berbagi pengetahuan dan teknik pembatikan dengan pembatik dari daerah lain.

“Kita berkolaborasi dengan teman-teman pembatik daerah lain. Kadang mereka datang ke kami dari Jogja, Lampung, dan tempat lainnya. Begitu juga kita, datang ke tempat mereka. Dari situ kami banyak belajar dan tahu ternyata banyak teknik yang bisa dihasilkan untuk membuat batik.”

Heri mengakui bahwa kondisi usaha batik Cirebon belum pulih sepenuhnya. Bahkan mereka masih mencoba berpenetrasi dengan peta pasar yang berubah.

“Kata kuncinya peta pasar. Sebelum pandemi, kita sudah nyaman dengan customer datang ke tempat kita. Setelah pandemi, customer nggak datang. Jujur sampai sekarang, omzet dari tiap perajin batik belum kembali seperti sebelum pandemi. Dan juga sekarang terjadi perubahan perilaku customer. Yang tadinya offline, mulai sekarang online.”

P3BC berusaha untuk masuk dalam peta pasar tersebut, namun terkendala dengan edukasi digital.

“Pelajaran dari pandemi itu, kita belajar dengan perubahan berlaku. Bagaimana kita melayani customer yang tadinya offline ke online. Kita harus belajar mulai database, cara berjualan di media sosial dan marketplace. Sementara ini kita masih melakukannya dengan strategi masing-masing.”

Tentang regenerasi pembatik, Heri juga mengutarakan banyak faktor yang kini mempengaruhi dan menjadi penghambat kemajuan batik Cirebon di masa depan. Utamanya adalah minat usaha di bidang batik dan ancaman produk impor berbentuk tektil print motif batik.

“Kini pembatik yang lemah semangat, pindah profesi. Pengaruhnya, jumlah perajin berkurang. Yang terdata di P3BC, ada sekitar 3.000 perajin dan pengusaha batik, tersebar di delapan desa dan tiga kecamatan.”

Hikmah dari pandemi, menurut Heri membawa hikmah tersendiri. Jika sebelum pandemi, perajin dan pengusaha skeptis dengan keorganisasian serta manfaat dari keikutsertaannya, di masa pandemi ada bukti yang ikut organisasi justru yang bertahan.

“Bahwa kita itu perlu berkumpul, kita itu perlu saling menguatkan, terbukti. Pandemi itu yang selamat, itu yang saling bantu. Teman-teman kedokteran, bantu kita. Teman-teman yang ada di industri alat kesehatan, membantu juga. Yang bikin kekuatan itu karena saling bantu. Ada teman, ada yang nolong. Jadi P3BC ini sama dengan asosiasi batik yang ada di Indonesia, tujuannya satu, menguatkan itu, supaya kita jadi kuatlah.”

P3BC punya keyakinan dengan kolaborasi akan memunculkan semangat dan optimisme di kalangan anggotanya.

“Batik itu menghidupi. Sebagai karya seni, harganya nggak bisa termurah, termahal seperti elektronik dan lain-lain. Itu yang membuat optimisme kita semakin meningkat.”

Tentang tekstil motif batik, Heri tak menampik hal tersebut menjadi strategi bertahan yang dikerjakan secara bersama-sama oleh para perajin batik.

“Kalau di Cirebon, secara industri, kita teman-teman P3BC juga jika ada orderan yang mereka butuh dalam bentuk printing, ya kita kerjakan. Walaupun kita basic-nya bikin batik tulis, tapi kalau ada corporate atau apapun yang ingin membuat batik printing, ya kita buat. Yang penting kita eksis dulu. Jangan sampai tekstil motif batik yang mengerjakan orang yang bukan batik. Masih mending kita yang orang batik yang mengerjakan itu,” pungkasnya.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

YBJB suarakan kembali regenerasi perajin batik

REGENERASI BATIK JAWA BARAT DISUARAKAN KEMBALI OLEH YBJB

Pemasaran storytelling cocok untuk strategi menjual kain batik

PEMASARAN BATIK YANG UNIK ITU BERNAMA STORYTELLING