https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

Kementerian Ekraf dan Aliansi Industri Event Nasional Perkuat Data, SDM, dan Pengukuran Dampak Ekonomi Event

Kementerian Ekraf bersama Aliansi Industri Event Nasional memperkuat data industri, SDM, dan pengukuran dampak ekonomi event.

Jakarta – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) bersama Aliansi Industri Event Nasional memperkuat langkah pengembangan industri event melalui penguatan data industri, peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), serta penyusunan instrumen pengukuran dampak ekonomi penyelenggaraan event.

Kementerian Ekraf bersama Aliansi Industri Event Nasional memperkuat data industri, SDM, dan pengukuran dampak ekonomi event.
Kementerian Ekraf bersama Aliansi Industri Event Nasional memperkuat data industri, SDM, dan pengukuran dampak ekonomi event.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, dengan Aliansi Industri Event Nasional di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Rabu (1/7).

Menteri Ekraf menegaskan bahwa masukan dari pelaku industri menjadi bagian penting dalam menjawab berbagai tantangan ekosistem ekonomi kreatif, khususnya sektor event yang berperan sebagai penghubung berbagai subsektor kreatif.

“Selama ini Kementerian Ekraf berupaya mengurai berbagai permasalahan yang ada di ekosistem ekonomi kreatif. Apa yang disampaikan Aliansi Industri Event Nasional hari ini semakin memperjelas kebutuhan akan pendekatan yang komprehensif dan kolaborasi untuk membangun industri yang berkualitas, berkelanjutan, terukur, dan berdampak,” ujar Teuku Riefky Harsya.

Menurutnya, industri event memiliki posisi strategis karena tidak hanya menjadi ruang kolaborasi lintas subsektor ekonomi kreatif, tetapi juga mampu menggerakkan aktivitas ekonomi secara luas. Oleh karena itu, penguatan data dan instrumen pengukuran dampak ekonomi dinilai penting agar kontribusi industri event dapat diukur secara lebih komprehensif.

“Setiap program yang menggunakan anggaran negara tentu perlu melihat hasil yang dihasilkan. Karena itu, kita perlu memperkuat cara mengukur kontribusi ekonomi kreatif, termasuk event, agar dampaknya dapat terbaca secara lebih terukur,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Aliansi Industri Event Nasional menyerahkan White Paper Kebijakan Industri Event Indonesia sebagai rekomendasi strategis bagi pemerintah untuk memperkuat fondasi industri event nasional. Aliansi tersebut terdiri atas IVENDO, Forum Backstagers Indonesia, APMI, AFJI, IMARINDO, Rental Indonesia, serta perwakilan event owner.

Ketua Umum Forum Backstagers Indonesia, Andro Rohmana, mengatakan industri event selama ini telah menjadi salah satu penggerak ekonomi kreatif, namun masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pengakuan kelembagaan, klasifikasi usaha, standardisasi profesi, hingga belum optimalnya pengukuran dampak ekonomi.

“White Paper ini kami susun dengan semangat dari tidak terlihat menjadi tak tergantikan. Industri event selama ini telah menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi kreatif, namun masih membutuhkan penguatan agar memiliki fondasi kelembagaan yang lebih jelas,” ujar Andro.

Selain menyerahkan dokumen kebijakan, Aliansi Industri Event Nasional juga menyampaikan sejumlah isu strategis yang memerlukan perhatian pemerintah. Di antaranya penguatan klasifikasi usaha melalui pendataan industri, pengembangan sertifikasi kompetensi profesi, penerapan pendekatan pengadaan berbasis best value for money, penyederhanaan perizinan berbasis risiko, hingga pengembangan instrumen pengukuran dampak ekonomi event.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Menteri Ekraf menyatakan kementerian akan menindaklanjutinya melalui pembahasan teknis bersama unit terkait. Langkah tersebut meliputi penguatan basis data industri event, peningkatan kompetensi dan sertifikasi SDM, penyusunan metode pengukuran dampak ekonomi event, serta penjajakan peluang kolaborasi dalam rangkaian World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026.

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem industri event yang lebih terstruktur, berdaya saing, dan berkelanjutan. Dengan dukungan regulasi, data yang akurat, serta peningkatan kualitas SDM, industri event diharapkan mampu memberikan kontribusi ekonomi yang lebih besar sekaligus memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai salah satu motor pertumbuhan nasional.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Nita Kenzo mengungkap perjalanan mengembangkan batik indigo, memberdayakan pembatik, dan membawa warisan Indonesia ke dunia.

Nita Kenzo: Biru Dunia Dalam Pewarna Alam Batik Indigo

Jakarta X Beauty 2026 dibuka Kementerian Ekraf, menghadirkan 400 brand dan menargetkan 120 ribu pengunjung untuk mendorong brand lokal go global.

Jakarta X Beauty 2026 Resmi Dibuka, 400 Brand Kecantikan Terlibat