Jakarta, 17 Juli 2025 — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bekerja sama dengan Yayasan Batik Indonesia (YBI) akan menyelenggarakan Gelar Batik Nusantara (GBN) 2025 pada 30 Juli–3 Agustus mendatang di Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan batik sekaligus mendorong pertumbuhan industri tekstil nasional dengan menyasar generasi muda.
“Pada tahun 2025, GBN kembali diselenggarakan bekerja sama dengan YBI untuk menjangkau generasi muda, memperkuat jejaring industri, dan memperluas akses ke pasar domestik,” ujar Direktur Industri Kecil dan Menengah Kimia, Tekstil, dan Kerajinan Kemenperin, Budi Setiawan, di Jakarta, Rabu (16/7).
Menurutnya, penyelenggaraan GBN juga menjadi momentum penting untuk mengingatkan masyarakat agar terus mengenakan batik sebagai simbol identitas nasional yang harus dijaga bersama.
Ketua Panitia GBN 2025 Gita Ratna Gilangkencana menjelaskan bahwa acara dua tahunan ini akan dikemas dalam format interaktif, imersif, dan inklusif, memadukan unsur tradisional dengan pendekatan modern.
“GBN 2025 mengajak masyarakat untuk melihat batik bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai bagian yang dinamis dan bermakna dari gaya hidup masa kini,” ujarnya.
Tahun ini, GBN akan menyoroti teknik Batik Merawit dari Cirebon, yang dikenal dengan pola-pola halus dan proses pengerjaan yang sangat teliti. Teknik tersebut telah mendapatkan pengakuan resmi melalui sertifikat Indikasi Geografis (IndiGeo) pada 4 November 2024.
“Hal ini mencerminkan komitmen kami untuk tidak hanya merayakan warisan, tetapi juga mendukung legitimasi dan pengakuan global terhadap batik,” tambah Gilangkencana.
GBN 2025 terbuka untuk umum dan akan diisi dengan pameran karya batik dari berbagai daerah, pertunjukan budaya, serta diskusi publik seputar pengembangan industri batik.
Sementara itu, berdasarkan data Kemenperin, ekspor industri batik nasional pada kuartal I 2025 mencapai US$7,63 juta. Negara tujuan utama ekspor mencakup Jepang, Amerika Serikat, dan beberapa negara di Eropa.

