https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

SARTIKA: BATIK MELINDA TITISAN PIONEER BATIK BOGOR

Suami istri ini membuat usaha batik Bogor dengan nama Batik Melinda. Merupakan titisan dari pioneer batik Bogor yakni Batik Bogor Tradisiku.

Kampung Batik Cibuluh terbilang unik. Di permukiman padat penduduk tersebut terdapat pengusaha dan perajin kecil batik. Di sudut gang sempit dengan turunan curam, tepat di tepi Sungai Cibuluh, terdapat rumah bertuliskan Batik Melinda.

Ipunk Ngadianto dan Sartika, pasangan suami istri pemilik Batik Melinda
Ipunk Ngadianto dan Sartika, pasangan suami istri pemilik Batik Bogor Melinda

Rumah tersebut merupakan tempat tinggal, showroom, sekaligus workshop batik yang dikelola oleh Sartika dan suaminya, Ipunk Ngadianto.

“Saya awalnya mengikut kakak saya di Batik Bogor Tradisiku. Saya terinspirasi dengan usaha kakak saya itu. Dan waktu itu kakak saya, Pak Siswaya bilang ke saya supaya saya meningkat, dari pekerja menjadi pemilik usaha batik. Karena saya ingin sepertinya, maka saya buat Batik Melinda tanggal 30 September 2017. Permodalan diberi oleh kakak saya itu dan alhamdulillah sekarang sudah berkembang seperti saat ini,” kenang wanita kelahiran Sleman, Yogyakarta, tahun 1971 silam itu.

Sartika tak memungkiri banyak kontribusi dari Batik Bogor Tradisiku dalam support usahanya dari awal.

Sartika di showroom Batik Bogor Melinda
Sartika di showroom Batik Bogor Melinda

“Almarhum Pak Siswaya adalah kakak kandung saya. Dan saya adalah adiknya nomor empat. Ia yang pertamakali mempopulerkan batik Bogor. Dulu saya ikut dengannya sebagai karyawan, dan diberi kesempatan membuka usaha Batik Melinda bahkan dimodali olehnya.”

Ada dua keuntungan citra yang dimiliki oleh Batik Melinda ini, pertama merupakan usaha yang dibangun oleh pionir batik Bogor, kedua adalah Batik Melinda berada di Kampung Batik Cibuluh.

Pembatik Cibuluh

Peran dirinya sebagai pembatik di Cibuluh diakuinya tidak lepas dari kontribusi banyak pihak yang mendukung Cibuluh menjadi kampung batik.

“Mbak Dina (pemilik Batik Pancawati) ketemu dengan orang Baznas dan IPB, bekerjasama mem-branding Cibuluh sebagai kampung batik. Sebelumnya menjadi Kampung Batik Cibuluh, sudah ada beberapa perajin di sini, Batik Melinda termasuk. Dan itu aset kampung kami yang kemudian menjadikan kami masuk dalam komunitas perajin batik di Kampung Batik Cibuluh.”

Status Kampung Batik Cibuluh membawa berkah baginya. Sejumlah pejabat akhirnya berdatangan untuk melihat langsung fenomena pembatik di Kampung Cibuluh.

“Beberapakali saya menjadi narasumber dari media-media yang mengekspos kegiatan kami. Bahkan Wakil Presiden Ma’ruf Amin pernah ke sini. Juga ada pengunjung dari luar negeri seperti Kanada menyempatkan datang dan meneliti pembatik di sini termasuk Batik Melinda.”

Ipoenk Ngadianto tengah memproses batik cap
Ipunk Ngadianto tengah memproses batik cap

Motif Andalan

Usaha Batik Melinda dikerjakan hanya berdua saja oleh pasangan suami istri ini. Ipunk Ngadianto menceritakan mereka berbagi tugas memproduksi batik. Ia fokus pada pembuatan cap batik dan pewarnaannya, sedangkan Sartika fokus pada batik tulis dan desain motifnya.

Motif khas Batik Melinda antara lain adalah motif buah pala dan kujang. Motif ini mengambil dari ikon Kota Bogor yakni sebagai penghasil manisan buah pala dan simbol kujang sebagai representasi Kota Bogor yang punya sejarah Pakuan.

“Motif pala kujang merupakan motif terlaris kami, banyak yang menyukai corak dan filosofi motifnya.”

Selain itu Sartika menceritakan motif khas lainnya merupakan modifikasi pilihan dari motif khas Kota Bogor pada umumnya seperti motif hujan riris, daun talas, rafflesia arnoldi, dan daun pisang.

Sartika mengakui ada peran kedua anaknya dalam menghasilkan gambar motif batik khas Batik Melinda, seperti motif bambu rusak, motif geometris daun pisang, dan bangau Kebun Raya Bogor.

“Ada 12 motif yang kami hasilkan. Sisanya adalah motif umumnya batik Bogor. Nah, 12 motif khas kami itu sebagian besarnya diangkat dari ikon Kampung Cibuluh.”

Showroom di teras rumah Batik Bogor Melinda
Showroom di teras rumah Batik Bogor Melinda

Omzet Rata-Rata

Sartika menceritakan modal awal membuat usaha Batik Melinda berada pada kisaran Rp 20 jutaan. Modal itu dipergunakan untuk membeli cap batik dan bahan baku pembuatan batik. Untuk bahan baku, dipesan dari Pekalongan.

Omzet rata-rata yang dihasilkan perbulannya, diakui Sartika tidak besar, berkisar di angka delapan jutaan rupiah per bulan. Untuk rekor penjualan tertinggi berada di angka Rp 13 jutaan per bulan.

Di masa Covid-19 yang notabene melumpuhkan transaksi penjualan, diantisipasi dengan membuat produk lain seperti masker batik, boneka batik, dompet batik, kipas batik, dan pernak-pernik lainnya yang menggunakan bahan batik.

Masalah tempat yang tersembunyi tak membuat Sartika kehilangan pangsa pasar. Lewat bantuan anak-anaknya, dikelola akun Instagram untuk promosi dan penjualan kriya batiknya.

“Untuk online, anak-anak saya yang mengelolanya. Dari situ datang banyak transaksi ke kami dan tinggal mengirimkan pesanannya saja.”

Namun ada harapan ke depannya Batik Melinda punya showroom di dekat pusat keramaian.   

Harapan Sartika untuk Kampung Batik Cibuluh ke depannya adalah kampungnya makin terkenal dan banyak pengunjung datang untuk melihat langsung dan berbelanja batik khas Bogor di tempatnya tersebut.

Foto: Kuncoro Widyo Rumpoko


Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

marketing nline untuk brand usaha batik

YUK, TINGKATKAN BRAND USAHA BATIK

transformasi digital usaha batik adalah keniscayaan

TRANSFORMASI DIGITAL USAHA BATIK