https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

BATIK BOGOR TRADISIKU, PIONEER TRADISI BATIK DI KOTA BOGOR

Rukoyah Pemilik Batik Bogor Tradisiku. Batik Bogor Tradisiku merupakan showroom sekaligus workshop batik di pusat Kota Bogor, terkenal sebagai pionir tradisi batik di Kota Bogor.

Batik Bogor Tradisiku merupakan showroom sekaligus workshop batik di pusat Kota Bogor. Didirikan oleh Alm. Siswaya sejak tahun 2008, Batik Bogor Tradisiku merupakan pionir usaha batik di Kota Bogor. Kini workshop tersebut dijalankan usahanya oleh Rukoyah, istri Alm Siswaya.

Rukoyah Pemilik Batik Bogor Tradisiku
Rukoyah Pemilik Batik Bogor Tradisiku

“Batik Bogor didirikan oleh Bapak Siswaya atas tiga hal yang mendasarinya. Yang pertama, karena kecintaannya Pak Siswaya terhadap batik, dan yang kedua rasa tidak terimanya batik yang notabene adalah produk Indonesia akan diklaim oleh negara lain,” kenang Rukoyah.

Alasan lainnya adalah karena sudah mukim dan tinggal di Kota Bogor selama 35 tahun, Alm Siswaya terbersit ingin membuat batik di Kota Bogor.

“Batik Bogor Tradisiku di-launching oleh Walikota Bogor saat itu, Bapak Diani Budiarto (2004 – 2014), beserta istri yang juga sebagai Ketua Dekranasda Kota Bogor, Ibu Fauziah Budiarto. Saat itu launching bertepatan dengan Hari Jadi Kota Bogor dan kegiatannya berlangsung di The Jungle Bogor tahun 2009.

Rukoyah bercerita ketika launching Walikota Bogor menghimbau kepada Setda-nya melalui surat edaran untuk diharuskan semua instansi menggunakan Batik Bogor.

“Alhamdulillah, dari 2009 perjalanannya itu sudah semakin naik, semakin bagus. Karena surat himbauan tersebut, otomatis produksi kita semakin banyak, semakin bagus.”

Pencarian Identitas Batik Bogor

Proses kreatif membuat batik sudah berlangsung sejak tahun 2008. Rukoyah mengakui karena Alm Siswaya suaminya berasal dari Yogyakarta, membatik bukan hal baru. Yang menjadi masalah adalah tidak mungkin hanya membuat motif batik Jawa di Kota Bogor saja.

Rukoyah mengakui kesulitan untuk mendapatkan identitas produknya dalam masa merintis usaha.

“Sampai akhir 2008 itu belum menemukan satu motif pun yang mencirikan khas Bogor. Jadi kami setahun pertama itu masih asal membuat batik, pokoknya membuat batik itu batik tulis, batik cap, tapi belum menjurus pada pembuatan batik khas Bogor.”

Pra launching Batik Bogor Tradisiku, Rukoyah bersama suami berdiskusi dengan para budayawan Kota Bogor untuk mendapatkan ide batik Bogor yang khas. Para budayawan tersebut mengarahkan inspirasinya melalui ikon-ikon Kota Bogor yang paling terkenal seperti Kijang, Tugu Kujang, Kebun Raya Bogor, Istana Negara Bogor, Teratai Kebun Raya, dan lain sebagainya.

“Akhirnya kami menemukan yang pertama kali untuk kami ciptakan motif itu adalah kijang dan kujang.”

Motif yang di-launching tahun 2009 tersebut kemudian dikombinasi dengan teknik pembuatan, tulis dan cap, juga teknik pewarnaan yang bervariasi.

Rukoyah saat sesi wawancara dengan batiklopedia.com
Rukoyah saat sesi wawancara dengan batiklopedia.com

Sempat Membuat Printing

Rukoyah mengakui Batik Bogor Tradisiku sempat membuat batik printing atau tekstil motif batik yang notabene bukan batik. Tujuannya waktu itu adalah untuk memenuhi pasar yang notabene belum paham tentang batik dan perlu diperkenalkan motif batik khas Bogor hingga ke end user.

“Saat kami belum berhasil atau belum berjalan untuk mengedukasi masyarakat di Kota Bogor, batik yang diakui UNESCO itu hanya batik tulis, batik cap, kombinasi cap dan tulis. Saat itu himbuan ke sekolah-sekolah juga sangat banyak yang antusias. Kalau untuk sekolah pakai batik cap atau batik tulis sangat lama pastinya. Karena itulah kami memproduksi printing.”

Rukoyah mengenang awal-awal merintis usahanya tidak lepas dari Cibuluh, yang kini telah menjadi Eduwisata Kampung Batik Cibuluh.

“Produksi kami awalnya ada di Cibuluh yang sekarang menjadi kampung batik. Di Cibuluh itu kami memanfaatkan lahan kosong. Jadi kami punya kontrakan yang saat itu sedang kosong. Kami mencoba memanfaatkan lahan yang ada untuk produksinya.”

Karena kapasitas produksi meningkat, workshop dibagi dua: Cibuluh dan Jalan Jalak 2 Kota Bogor tahun 2010.

Semasa berproduksi di Cibuluh, Batik Bogor Tradisiku membuat showroom-nya di Botani Square.

Semula hanya memiliki 5 orang karyawan yang diambil dari Jawa Tengah, hingga akhirnya di rentang tahun 2009 – 2010 merekrut tenaga lokal yang telah dibekali pelatihan di Dinas Sosial Tenaga Kerja hingga 40 orang.

“Akhirnya setelah kami ada kepindahan produksi dari Cibuluh ke Jalan Jalak ini, kami tidak lagi membuat printing.”

Rukoyah sedang mencanting kain batiknya
Pembatik setempat sedang mencanting

Menyabet Penghargaan

Rukoyah mengungkap ada tiga prestasi yang membuatnya Batik Bogor Tradisiku melesat cepat popularitasnya. Prestasi yang pertama di tahun 2013 masuk ke tingkat nasional gugus kendali mutu untuk kategori IKM dan menyandang penghargaan level 4.

Prestasi kedua didapat tahun 2014 dengan penghargaan produk inovasi Jawa Barat oleh Gubernur Ahmad Heriawan dengan karya inovasi mosaik batik.

“Mosaik batik itu memanfaatkan perca-perca sisa jahitan. Kemudian ditempel ke media seperti gerabah, keramik, kayu, kaca, dan lain-lain. Finishing-nya di coating.”

Prestasi lanjutannya didapat di tahun 2015 dengan dinobatkannya Batik Bogor Tradisiku sebagai Industri Hijau dan diganjar penghargaan oleh wakil presiden.

“Jadi industri hijau ini dengan kategori pengolahan limbah dan juga penggunaan yang minim sekali bahan kimia. Waktu itu walaupun kami membuat printing, tapi insya Allah obat-obatan yang kita bergunakan itu tidak mencemari lingkungan.

Para karyawan Bogor Batik Tradisiku
Para karyawan Bogor Batik Tradisiku

Motif Batik Signature

Berkiprah dengan berbagai cara dan teknik produksi batik, Rukoyah mengakui untuk batik warlami dihentikan produksinya karena merasa tertinggal jauh oleh orang-orang yang ahli di warlami.

“Karena ketika kita belajar lagi warna alam ini butuh tempat yang cukup luas untuk perebusan warnanya. Akhirnya kembali ke bahan kimia lagi.”

Selain kijang dan kujang, Batik Bogor Tradisiku mengeluarkan motif-motif seperti motif hujan gerimis, rereng kujang, teratai, dan lain-lain.

“Kalau dihitung secara total sudah lebih 100 motif kami buat. Yang pertama kami buat ya itu, kijang dan kujang. Untuk motif hujan gerimis, yang memberi nama istri walikota sendiri saat melihat motif kami itu.”

Rukoyah di gerbang showroom + workshop Batik Bogor Tradisiku

Harapan Masa Depan Batik Bogor

Rukoyah memegang kendali Batik Bogor Tradisiku sendirian setelah suaminya, Siswaya, wafat.

Sempat dipegang oleh anaknya, namun setelah menikah, anaknya memilih tinggal di Singapura menemani tugas suaminya. Masa depan bisnis usahanya akhirnya dipegang langsung dirinya.

“Secara budaya pastinya sekarang sudah banyak sekolahan yang mengajarkan tentang tentang proses Batik. Kami sudah beberapa kali diundang ke beberapa sekolah untuk memberikan materi tentang Batik. Sekarang kan ada pelajaran P5. Itu biasanya banyak yang diisi batik.”

Melalui dari tingkat sekolah tersebut, Rukoyah yakin ke depannya ada harapan banyak orang yang bisa menghargai seni batik.  

“Karena kita harus bangga ketika yang diakuin UNESCO itu bukan produk batiknya, tapi prosesnya. Artinya ketika batik diakuin sebagai warisan budaya Indonesia tak benda, kita sebagai orang yang masih ada, yang masih hidup untuk di Indonesia ini kan pastinya mampu melestarikan dan memperjuangkan warisan budaya Indonesia kita itu.”

Rukoyah berharap tokoh-tokoh itu datang kelak dari kalangan Gen Z.

“Artinya ketika anak muda yang kategorinya gen z bisa memakai batik, syukur bisa mereka juga menjadi produsen atau pengusaha. Jadi kan dengan itu lestari budaya membatik,” pungkasnya.

BATIK BOGOR TRADISIKU

Jl. Jalak No.2, Tanah Sareal, Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat 16161

Foto: Kuncoro Widyo Rumpoko


Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

ilustrasi landing page untuk produk hotel

MANFAAT LANDING PAGE BUAT PENJUAL BATIK

Go Tik Swan, Pelopor Motif Batik Indonesia

MENGENAL BATIK GO TIK SWAN, PERANCANG BATIK INDONESIA