https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in

CEO & President Director Amos Cozy Hotel & Convention Hall Jakarta – Dra. Khoe Ribka

CEO & President Director Amos Cozy Hotel & Convention Hall Jakarta, Dra. Khoe Ribka, menjadikan batik bukan hanya busana formal, tetapi juga gaya personal yang merepresentasikan identitas dirinya.

Khoe 2

“Momen-momen penting kita pakai batik. Tapi di momen weekly kita gunakan pada hari batik di Amos Cozy yakni setiap Jumat,” ungkapnya.

Bagi Khoe Ribka, batik kini telah bertaraf internasional. Karena itu, ia tidak hanya memilih batik sebagai busana formil, tetapi juga memadukannya dalam gaya kasual. Ragam pilihan motif dan desain membuat batik tetap fleksibel dalam berbagai kesempatan.

Meski memiliki seluruh warna batik, ia mengaku lebih menyukai motif klasik. Menurutnya, kekuatan batik terletak pada warna yang memunculkan energi, semangat, serta karakter berbeda bagi setiap pemakainya. Corak batik, tambahnya, turut memberikan keindahan sekaligus menghidupkan warisan seni budaya.

Dari sekian koleksi, ia menggemari karya maestro Iwan Tirta, namun paling banyak berasal dari Danar Hadi yang dinilainya sesuai dengan ukuran tubuh. Tidak tanggung-tanggung, ia rela mengeluarkan dana Rp3 juta hingga Rp8 juta untuk setiap helai batik, dengan kisaran harga koleksi dari Rp3 juta hingga Rp15 juta.

“Buat saya batik itu bukan hanya pakaian tradisional, tetapi kini telah bertaraf internasional,” tegasnya.

Sumber: Majalah BATIK On Fashion

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

presenter TVRI ini tidak saja mengenakan batik tetapi memproduksinya sendiri. Kini ia pemilik bendera Hadiawati Batik.

Presenter TVRI – Lenny Hadiawati

Presiden Komisaris Dafam Hotel Group Soleh Dahlan menyoroti nilai batik tulis Pekalongan yang lahir dari proses rumit para pengrajin.

Soleh Dahlan: Batik Tulis Pekalongan Bernilai dari Proses Panjangnya