Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menegaskan arah pembangunan pariwisata nasional 2025–2029 akan berfokus pada pariwisata berkualitas dan berkelanjutan sebagai bagian dari transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.
Hal tersebut tertuang dalam Laporan Akuntabilitas Kinerja (LAKIN) Deputi Bidang Pemasaran Tahun 2025 yang baru diterbitkan, mengacu pada Rencana Strategis Kementerian Pariwisata 2025–2029. Dalam dokumen tersebut dijelaskan bahwa sektor pariwisata diposisikan sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional berbasis kreativitas, inovasi, dan keberlanjutan.
Kementerian Pariwisata menyebut pembangunan pariwisata tidak lagi hanya berorientasi pada jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga peningkatan nilai tambah ekonomi, devisa, investasi, penciptaan lapangan kerja, dan daya saing destinasi Indonesia di tingkat global.
Selain itu, pendekatan pariwisata berkelanjutan akan diterapkan melalui pelestarian lingkungan, penguatan budaya lokal, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam pengembangan destinasi wisata.
Dalam dokumen tersebut, Kemenpar juga menegaskan bahwa sektor pariwisata memiliki kontribusi terhadap agenda nasional Asta Cita, khususnya dalam pengembangan ekonomi kreatif, peningkatan lapangan kerja berkualitas, pembangunan desa, dan penguatan budaya nasional.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar diberi mandat untuk mendukung peningkatan devisa pariwisata, kunjungan wisatawan mancanegara, dan pergerakan wisatawan nusantara melalui strategi pemasaran berbasis data dan digitalisasi.
Kemenpar juga menargetkan penguatan citra pariwisata Indonesia melalui promosi digital, kolaborasi multipihak, dan pengembangan destinasi prioritas seperti Bali, Borobudur-Yogyakarta-Prambanan, Danau Toba, Labuan Bajo, hingga Raja Ampat. Sumber: LAKIN Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Tahun 2025.

