https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

Kain Tampan Lampung Warisan Budaya Saibatin

Kain Tampan Lampung diadaptasi menjadi busana kasual modern untuk melestarikan budaya Saibatin di era fashion kekinian.

Warisan budaya Lampung kembali mendapat perhatian melalui inovasi busana modern berbasis kain tradisional. Salah satu upaya pelestarian budaya tersebut dilakukan melalui penciptaan busana kasual batik yang terinspirasi dari motif kain Tampan Lampung, kain tenun tradisional masyarakat Saibatin di wilayah pesisir Lampung.

Kain Tampan atau “Tappan” merupakan salah satu jenis kain Kapal khas Lampung yang telah digunakan sejak abad ke-16 hingga ke-17 Masehi. Kain ini dulunya digunakan sebagai penutup wadah makanan, pembungkus mas kawin, hingga perlengkapan upacara adat masyarakat Lampung.

Dalam jurnal karya Anita Dewi dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta tahun 2022 dijelaskan bahwa kain Tampan memiliki kekayaan visual yang sangat khas. Motif-motif di dalamnya menampilkan kapal, manusia, rumah, hewan darat dan laut, tumbuhan, hingga bentuk geometris seperti segitiga, belah ketupat, dan bintang.

Motif kapal menjadi simbol utama dalam kain tradisional masyarakat Saibatin. Pada masa sebelum masuknya Islam di Lampung, motif kapal dipercaya melambangkan perjalanan roh menuju alam baka. Namun seiring perkembangan budaya dan agama, makna kapal kemudian berubah menjadi simbol perjalanan hidup manusia dari lahir hingga meninggal dunia.

Meski memiliki nilai sejarah tinggi, keberadaan kain Tampan kini semakin langka. Salah satu penyebabnya adalah tidak adanya lagi perajin yang mampu menenun kain tersebut karena proses pembuatannya yang sangat rumit dan memakan waktu panjang.

Selain itu, letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883 juga menjadi salah satu faktor hilangnya banyak koleksi kain Tampan di wilayah pesisir Lampung Selatan. Bencana besar tersebut menghancurkan kawasan pesisir dan menyebabkan banyak kain tradisional tidak dapat diselamatkan.

Kondisi tersebut mendorong lahirnya gagasan untuk mengadaptasi motif kain Tampan ke dalam bentuk busana kasual modern. Pendekatan ini dilakukan agar generasi muda tetap mengenal warisan budaya Lampung melalui media fashion yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Dalam penciptaan karya tersebut, motif-motif tradisional kain Tampan ditransformasikan menjadi desain busana wanita bergaya santai dan elegan. Busana dirancang menggunakan teknik batik tulis pada kain katun agar nyaman dikenakan dalam aktivitas informal.

Konsep estetika dan ergonomi menjadi dasar utama dalam proses penciptaan karya. Selain mempertahankan nilai filosofis motif tradisional, desain busana juga memperhatikan kenyamanan pemakai melalui potongan longgar, bahan yang menyerap keringat, dan desain yang praktis digunakan.

Empat desain busana berhasil diwujudkan dalam karya tersebut, masing-masing memiliki tema dan makna tersendiri. Salah satunya berjudul “Berlayar” yang menggambarkan kapal di tengah laut sebagai simbol perjalanan kehidupan. Ada pula karya “Berteduh” yang menampilkan motif bangunan dan pohon hayat sebagai lambang perlindungan dan kenyamanan.

Warna-warna cerah seperti merah, kuning, dan coklat tua dipilih untuk mempertahankan nuansa visual khas kain tradisional Lampung. Kombinasi warna tersebut juga memberikan kesan modern tanpa menghilangkan identitas budaya aslinya.

Pengembangan motif tradisional menjadi busana kasual modern dinilai sebagai langkah penting dalam pelestarian budaya daerah. Fashion tidak lagi hanya berfungsi sebagai gaya berpakaian, tetapi juga menjadi media edukasi budaya bagi masyarakat luas.

Melalui inovasi ini, kain Tampan Lampung diharapkan tidak hanya bertahan sebagai koleksi museum atau benda adat, tetapi dapat terus hidup dan dikenal generasi muda melalui perkembangan industri kreatif dan fashion modern.

Sumber Berita:
Jurnal “Motif Kain Tampan Lampung Sebagai Dasar Penciptaan Busana Kasual Batik” karya Anita Dewi, Program Studi Kriya ISI Yogyakarta Tahun 2022.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Batik Cianjur hadir dengan motif alam, filosofi Sunda, dan nilai estetik yang memperkuat identitas budaya Jawa Barat.

Mengenal Batik Cianjur, Kriya Nusantara yang Lahir dari Alam dan Kearifan Lokal

Promosi Batik Lampung melalui Instagram terbukti efektif membangun interaksi audiens lewat narasi budaya dan visual.

Strategi Promosi Batik Lampung di Instagram Dinilai Efektif Tingkatkan Keterlibatan Audiens